Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic Review Arunika

Sutradara : Abe Noriyuki
Studio Animasi : A-1 Pictures
Tahun Rilis : 2017
Genre : Fantasy, Action, Mystery, Supernatural, Comedy
Rate : 8
Arunika - Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic anime lawas yang masih bisa dinikmati sampai tahun ini. Latar cerita film ini mirip dengan film Titanic, bedanya ada di jalan ceritanya karena Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic ada unsur fantasi dan supernatural nya.
Film ini bercerita tentang perjalanan Phantomhive Ciel dan Michael Sebastian untuk menguak rahasia komunitas besar terkait penelitian kesehatan yang mereka lakukan. Dokter yang bertanggung jawab pada kampanye penelitian ini adalah Stoker Ryan. Ia mengaku bisa menghidupkan orang mati tapi ternyata penelitiannya justru menjadi musibah. Mayat yang dihidupkan dan mayat yang sudah disiapkan semuanya berubah menjadi zombie yang haus jiwa dan menyerang siapapun yang ada di dekatnya. Untungnya ada Michael Sebastian iblis setia yang siap melindungi dan menuruti perintah Phantomhive Ciel, Sutcliff Grell dan Knox Ronald malaikat maut yang bertugas menjemput sekaligus mencatat kematian.
Tentunya, badai zombie ini bukan ulah manusia saja tapi ada campur tangan malaikat maut lainnya yang bosan dan kesepian karena harus menjalani kehidupan panjang dan tiada akhir.
5 Hal yang Bisa Dipelajari Dari Film Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic
1. Jangan Mengubah Takdir, Kalau Sudah Wayahnya Mati ya Mati
Ini menjadi poin pertama yang akan selalu diingat dari film Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic. Berawal dari rasa penasaran manusia pada perkembangan teknologi dan kemampuan diri, akhirnya justru menjadi malapetaka bagi banyak orang.
Dari anime ini kita belajar kalau sudah wayahnya mati ya pasti mati. Teknologi jenis apapun tidak akan bisa mengembalikan seseorang yang sudah pernah hilang. Pun jika teknologi itu berhasil, hasilnya tidak akan sama persis seperti awal kemunculannya. Biasanya ada yang kurang, minimal satu. Kalau di Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic yang kurang adalah jiwanya, karena itu mereka disebut zombie.
2. Iblis Hidup Lebih Lama Jadi Mereka Lebih Pintar
Michael Sebastian sebagai iblis yang mengabdi ke manusia sangatlah pintar, kuat, berani dan penuh taktik. Ketaatannya pada Chiel memang mengagumkan. Ia bisa merawat Chiel dengan sangat baik dan memperlakukan Chiel layaknya bangsawan. Sebastian juga mengajarkan etika dasar sebagai bangsawan lengkap dengan kemampuan bertahan hidup lainnya.
Pengetahuan Iblis memang tidak bisa diremehkan, kepatuhan, pengabdian serta kerja kerasnya sangat luar biasa bahkan mengalahkan manusia tapi iblis tetaplah iblis. Nggak ada untungnya menjalin kontrak dengan iblis karena ujungnya akan ada bahaya lebih besar yang ditanggung. Sebastian pun mengatakan kalau perjalanan kontrak dengan iblis adalah perjalanan yang gelap.
3. Hanya Tuhan yang Maha Hidup
Setelah melihat langsung bagaimana kekacauan yang disebabkan oleh keserakahan manusia, berapa banyak korban yang muncul dan berapa besar kerugian yang ditanggung kamu akan belajar kalau manusia itu nggak ada apa-apanya. Obat-obatan manusia itu lemah apalagi kalau sampai berusaha menyalahi takdir.
Didunia ini hanya Tuhan yang Maha Hidup, lengkap dengan kemampuannya menghidupkan dan mematikan Makhluk.
4. Menjadi Perempuan Kuat itu Baik
Menjadi perempuan yang manis itu wajar karena perempuan memang ditakdirkan memiliki sisi lembut dan kemayu sebagai wujud rasa kasih. Tapi bukan berarti menjadi perempuan kuat itu salah, justru sebaliknya karena menjadi perempuan kuat itu baik asalkan kamu tahu kapan harus kuat dan kapan harus dilindungi.
Perempuan yang kuat selalu bisa mengandalkan dirinya sendiri dan nggak bergantung dengan orang lain tapi saat ada ruang untuk kamu bergantung pada orang lain, gunakan lah ruang tersebut. Tentunya tetap dengan porsi yang pas, karena perempuan kuat pasti akan memiliki insting bertahan hidup yang sama kuatnya dengan kemampuannya.
5. Salah Satu Tugas Pria Adalah Menjadi Pelindung Wanita
Belajar dari Chiel kecil yang hanya bisa menggunakan pistol, meskipun kemampuannya masih sangat terbatas, tubuhnya kecil dan tidak memiliki kelebihan khusus tapi Chiel berusaha memberikan yang terbaik untuk melindungi wanita. Ia mengerahkan seluruh kemampuan dan sisa peluru yang ada untuk memastikan wanita aman. Aksinya memang belum mampu melindungi dengan sempurna tapi minimal pemahamannya sudah benar. Jadi tinggal melatih dan mengembangkan mimpinya saja.
Post a Comment for "Kuroshitsuji Movie: Book of the Atlantic Review Arunika"