Sinopsis dan Review Drama Alice, Ternyata Time Traveler Itu Rumit
![]() |
| Sinopsis dan Review Drama Alice, Ternyata Time Traveler Itu Rumit |
Sutradara : Baek Soo Chan
Tahun Rilis : 2020
Genre : Drama, fantasy, sains fiksi,
Rate : 8
Arunika - Teman Arunika ada yang udah nonton drama ini? Judul drama nya memang singkat tapi cerita yang dibawakan agak rumit dan berputar-putar. Drama ini rilis di tahun yang sama dengan The Tale Of Nine Tailed, Hospital Playlist, Crash Landing On You dan masih banyak lainnya. Banyak penggemar drakor yang menilai 2020 sebagai tahun drakor terbaik, karena hampir semua drama yang dirilis di tahun ini booming dan meninggalkan kesan bagi penontonnya. Drama Alice membahas tentang apa? Simak review berikut.
Sinopsis Drama Alice
Alice bercerita tentang kehidupan manusia di 2050 yang bisa membuka portal waktu dan mengirimkan tim khusus untuk berpindah dari satu waktu ke waktu lainnya demi menyelesaikan misi. Portal waktu ini biasanya dipakai untuk menyampaikan pesan dari orang yang sudah meninggal ke orang yang masih hidup, apapun yang belum sempat tersampaikan. Portal waktu ini diberi nama Alice. Dua agen profesional yang banyak bekerja disini ada Yoon Tae Yi dan Yoo Min Hyuk.
Setelah sekian lama bekerja, mereka menyadari sesuatu dan melakukan misi untuk menjawab apa yang terjadi pada agen seperti mereka. Jawabannya ada di buku Profesor Jang Dong Shik dan secara terpaksa mereka harus membunuh profesor itu saat mengambil bukunya.
Masalah mulai muncul ketika Yoon Tae Yi menyadari kehamilannya saat melakukan perjalanan waktu. Ia tidak ingin anaknya bermasalah, di sisi lain suaminya justru menyarankan untuk menggugurkan kandungannya saja. Tapi saran tersebut ditolak Tae Yi dan ia memutuskan untuk menetap di waktunya saat itu.
Kejadiannya terjadi sekitar 1992 dan Tae Yi akhirnya memiliki anak bernama Jin Gyeom. Ia anak yang cakap tapi minim emosi. Selama masa sekolahnya Jin Gyeom hidup dengan perlindungan ibunya, termasuk hal-hal yang mempengaruhi nama baiknya semuanya dijaga oleh ibunya.
Tepat pada ulang tahun Gyeom musibah pertama pun terjadi. Ibunya meninggal karena dibunuh, dan peristiwa ini meninggalkan pengaruh besar pada Gyeom. Ia lantas bekerja sebagai detektif dan mencari petunjuk pembunuh ibunya. Sampai akhirnya ada satu drone yang pernah ia lihat saat kematian ibunya. Momen ini lah yang menjadikan Gyeom kembali menggali dan membuka kasus ibunya.
Review Drama Alice
Apakah sinopsisnya terasa berputar-putar? Wajar saja karena ini deskripsi cerita perjalanan waktu, kamu harus beradaptasi dengan perpindahan waktu yang serba tiba-tiba. Kabar baiknya, kalau kamu nonton langsung nggak akan membingungkan kok. Perpindahan waktunya bisa ditandai secara mudah, bagian yang agak sulit mungkin ketika permainan waktu terasa diputar–putar. Tapi overall, drama ini menarik dan wajib ditonton.
Kenapa bisa menarik? Jawabannya sederhana, Alice mengangkat tema cerita yang jarang dibahas di drakor. Jalan ceritanya yang rumit dan terkesan berputar-putar bukanlah cara untuk memanjangkan cerita atau memanjangkan episode. Ceritanya yang rumit ini menunjukkan kalau drama ini dibuat dengan detail yang tepat. Perpindahan waktu dari satu tempat ke tempat lain harus dengan latar belakang yang kuat dan jelas. Keterkaitan antara kasus di waktu berbeda pun harus dipikirkan dampak dan pengaruhnya. Ada banyak hal rumit yang harus dijelaskan dengan cara seringan-ringannya agar drama ini bisa dinikmati.
Dari segi penggarapan naskah, pengambilan gambar, editing, pemilihan soundtrack, pemilihan pemain semuanya jelas keren dan menghibur. Kamu nggak kecewa oleh visual setiap pemain dan bagaimana cara mereka menginterpretasikan naskah. Kamu juga bisa melihat hubungan yang sangat erat antara ibu dan anak yang terpisah waktu tapi tetap saling melindungi. Bahkan manusia tanpa emosi pun bisa merasa kehilangan ketika orang paling penting baginya meninggal dunia.
Beberapa part yang terasa agak sulit dinikmati adalah saat Jim Gyeom bertemu ayahnya. Entah kenapa part ini terasa kurang maksimal, terutama dari alur ceritanya. Sekalipun para aktor berusaha keras dan berusaha memberikan yang terbaik kalau alur ceritanya mengganjal rasanya jadi agak mengganjal juga. Rasanya motif dari setiap tindakan ayah Jin Gyeom nggak begitu kuat, mungkin karena ngga pernah ketemu ya jadi terasa agak canggung.
Terakhir bagian pertempuran berdarah dan hancurnya markas Alice. Ini keren tapi rumit karena isinya pertarungan waktu. Apa yang terjadi dengan penjelajah waktu ketika mereka musnah? Sepertinya mereka tidak akan dikenang atau bahkan kehidupan mereka berubah. Dua kemungkinan ini tergambar dalam drama Alice tapi di beberapa bagian visualnya terasa agak canggung. Apakah karena ini berkaitan dengan imajinasi ya? Memang agak sulit memvisualkan sesuatu yang nggak ada, apalagi ada pakem teknologi yang harus dipertahankan, jadi semakin sulit ya melampirkan visualnya.
Moral Value
Apa yang bisa dipelajari dari drama ini? Ada banyak hal sih yang bisa dipelajari terutama tentang rasa penasaran manusia. Untuk memudahkan kamu menyimak ulasan ini, khusus bagian moral value akan dibuat dalam bentuk listing. Cara ini lebih aman ya? Baiklah, berikut beberapa nilai yang bisa dirangkum dari drama Alice:
1. Mengikuti aturan waktu yang ada adalah pilihan terbaik
Manusia cenderung penasaran oleh sesuatu yang nggak dimiliki. Nggak bisa ngeliat waktu jadi pengen liat waktu. Nggak bisa mutar-mutar waktu, malah bikin portal untuk penjelajah waktu. Kalau dilihat dari segi pencapaian, jelas ini pencapaian yang baik ya. Inovasi baru dari manusia modern, tapi manfaatnya apa? Daripada berharap bisa kembali ke masa lalu lebih baik mulai berusaha menjadi versi terbaik dari sekarang agar di masa depan ngga ada penyesalan dan berharap balik ke masa lalu lagi.
2. Berusaha dan penasaran nggak papa, tapi jangan berlebihan
Memang dasarnya manusia itu punya sisi penasaran yang besar. Kalo kamu diberikan kelebihan untuk bisa penasaran pada banyak hal dan mengusahakan rasa penasaran kamu bisa terjawab, cobalah untuk membatasi hanya pada hal-hal penting dan bermanfaat saja. Selalu berpedoman pada manfaat apa yang bisa diambil dari pencarian atau penggalian ini? Kalau ngga ada ya mending berhenti penasaran yang itu dan mulai memunculkan rasa penasaran pada hal lainnya. Cara ini bisa membatasi kamu dari munculnya rasa penasaran yang berlebihan.
3. Manusia bisa menjadi makhluk yang sangat cerdas tapi mengerikan
Kelebihan lainnya yang dimiliki manusia adalah akal untuk berpikir. Setiap manusia dibekali kapasitas yang sama, bedanya ada yang bisa mengoptimalkan manfaatnya ada yang biasa aja. Nah, saat kemampuan berpikir lebih maksimal biasanya jadi resikonya jadi semakin besar. Manusia hidup dengan bekal lengkap, ada akal dan nafsu. Nafsu nggak harus soal seksual aja ya, nafsu juga bisa diartikan sebagai hasrat. Nah, hasrat ini kalau sudah bergerak dan kuat, mengendalikannya bisa terasa sangat sulit. Kecuali kalo manusia itu sudah tau gimana caranya mengendalikan hasrat.
4. Jangan bermain-main dengan waktu
Pesan ini sangat sangat bermanfaat. Biasanya jangan main-main sama waktu dikaitkan dengan kesia-siaan, contohnya jangan buang-buang waktu atau jangan berleha-leha dan waktu adalah uang. Pesannya terasa seperti agak filosofis memang, tapi ternyata jika diartikan secara harfiah pun bisa. Secara harfiah, kamu bisa melihat ketidak manfaatannya di drama Alice. Sekalipun waktu bisa diputar-putar, ternyata itu ngga membantu apapun, penyesalan akan selalu ada di setiap keputusan.
5. Melakukan perjalanan waktu itu rumit
Terakhir, lebih baik kalo kamu bisa hidup tenang dan maksimal di kehidupanmu sekarang daripada kamu melakukan perjalanan waktu. Hal yang perlu diubah adalah diri kamu hari ini, bukan yang ada di masa lalu. Kalau ada hal yang ingin kamu sampaikan pada mereka yang masih hidup, datanglah lewat mimpi. Dimensi yang berbeda justru memudahkanmu bergerak tanpa batas. Nggak perlu dicoba sekarang karena semua orang punya waktunya sendiri-sendiri.
Nah, ini adalah bagian akhirnya, terima kasih sudah membaca sampai selesai.

Post a Comment for "Sinopsis dan Review Drama Alice, Ternyata Time Traveler Itu Rumit"