Sinopsis dan Review Film Mulan, Membahas Tentang Wanita, Tanggung Jawab dan Bakat
![]() |
| Film Mulan |
Sutradara : Niki Caro
Tahun Rilis : 2020
Genre : drama sejarah, fantasi, laga, keluarga
Rate : 8
Arunika - Mulan sempat menjadi film fenomenal yang menghibur dan menciptakan banyak kesan baik. Film ini adalah remake dari film animasi yang pernah dirilis Disney sekitar 1998. Menggunakan latar cerita yang sama dengan penyesuaian alur yang bisa diadaptasi menjadi cerita nyata, Mulan berhasil hadir sebagai live action film yang keren dan menghibur. Untuk teman-teman Arunika yang belum pernah nonton film ini, simak sinopsis dan review berikut ya.
Sinopsis Film Mulan
Film Mulan bercerita tentang seorang wanita bernama Hua Mulan yang memiliki chakra lebih besar dibandingkan perempuan di desanya. Ia bisa memanfaatkan kemampuannya dengan sangat baik, bagi Mulan lompat dari satu atap ke atap lain bukanlah hal yang sulit. Sayangnya, kemampuan yang dimiliki Mulan bertolak belakang dengan kebutuhan sosialnya di rumah. Bagi orang tuanya, hal terpenting yang harus dilakukan wanita adalah menikah. Mereka selalu menentang dan menegur Mulan setiap kali ia menunjukkan sisi dirinya yang tidak anggun.
Bertepatan dengan masa pengenalan san perjodohan Mulan, wilayah kekaisaran China mengirimkan pengumuman wajib militer guna mempertahankan negara dari penyerangan musuh. Setiap rumah wajib mengirimkan satu anak laki-lakinya, dan karena di rumah Mulan tidak ada anak laki-laki maka ayah Mulan pun berniat berangkat. Tapi, malam sebelum jadwal berangkat Mulan mengambil pakaian dan pedang ayahnya. Ia lebih memilih mengikuti jati dirinya dibandingkan dipaksa menikah.
Di camp pelatihan, identitas Mulan sebagai perempuan sama sekali tidak terbongkar. Ia mengikuti pelatihan militer layaknya laki-laki dan menjadi prajurit yang cakap. Semua pasukan yang telah dilatih memang disiapkan untuk bertempur dan mereka harus selalu siap siaga karena pemberontak sudah ada di depan mata.
Peperangan pun terjadi, di pihak musuh ada Bori Khan yang memimpin prajurit Rouran. Mereka bersekutu dengan penyihir Xian Niang yang bisa berubah wujud dan menebar fitnah. Pada masa perang ini, identitas Mulan terbongkar dan ia diusir dari camp. Alasannya karena Mulan adalah wanita dan ia berbohong soal identitasnya.
Pada diri Mulan, Xian Niang melihat kalau mereka memiliki kesamaan nasib. Energi yang mengalir pada diri Mulan sama besarnya dengan energi Xian Niang dulu. Xian Niang juga mengalami pengucilan seperti yang dialami Mulan. Oleh kesamaan nasib ini, Xian Niang menjadi agak berempati pada Mulan dan menunjukkan rencana sebenarnya Bori Khan. Mulan yang mendengar semua penjelasan itu pun kembali ke camp dan menjelaskan situasinya. Meski sulit dipercaya, Mulan akhirnya bisa bergerak dan menunjukkan aksinya yang sebenarnya.
Pertempuran terakhir antara Mulan dan Bori Khan menjadi titik penentu kejatuhan kekaisaran China dan sebagai bukti kalau Mulan berbeda dengan Xian Niang. Keberanian dan bakatnya yang terasah membantu Mulan menyelamatkan kekaisaran China dari kejatuhannya.
Tentang Wanita, Tanggung Jawab dan Bakat
Membahas hak dan tanggung jawab wanita memang selalu menarik, bahkan di negeri sebrang pun ada batasan dan perbedaan antara pria dan wanita. Sejujurnya, Arunika masih belum riset secara mendalam mengenai bagaimana hak dan tanggung jawab wanita di China jadi tidak banyak poin yang bisa diulas soal fakta yang sebenarnya terjadi.
Jika dilihat hanya dari film Mulan saja, wanita di China memiliki kehidupan yang berbeda dengan laki-laki dan ini termasuk hal yang lumrah terjadi. Film Mulan menggambarkan wanita sebagai sosok yang dekat dengan kehidupan rumah, mengurus rumah dan mengikuti aturan sosial yang ada. Tidak peduli apa target dan keinginan yang ingin dicapai, bagi masyarakat sosial kehidupan wanita adalah untuk menikah. Pandangan ini agak banyak diadopsi oleh masyarakat di berbagai negara tapi bukan berarti tidak bisa didobrak. Bagaimana mendobraknya itu kembali lagi pada bagaimana pihak keluarga memperlakukan wanita dan anak perempuan di keluarga tersebut.
Kalau di film Mulan, ia mendapat dukungan yang tidak penuh dari orang tuanya. Di satu sisi orang tuanya sadar kalau Mulan memiliki bakat yang besar. Ia bisa menjadi sosok dan tokoh besar dengan aliran energi yang ia miliki. Di sisi lain, Mulan juga seorang wanita biasa yang harus menjalani berbagai tradisi pra nikah. Di kondisi ini satu-satunya pihak yang memiliki hak penuh menentukan nasibnya hanya Mulan, untungnya ia mengikuti kata hatinya.
Setelah keputusan yang sangat berani dari Mulan, ia pun mulai bergelut dengan bakat dan tanggung jawabnya pada diri sendiri. Sejak awal semua orang tau kalau Mulan punya aliran chi yang berbeda dari wanita seusianya, Mulan pun menyadari ini dan kebetulan ia memanfaatkan kelebihannya dengan sangat baik.
Lahir dengan bakat berbeda seperti Mulan menandakan ada tanggung jawab yang berbeda juga. Semakin besar bakat yang dimiliki maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Proses yang dilalui Mulan untuk melatih dan mengembangkan bakat yang dimiliki sangat berat. Apapun alasannya, Mulan tetaplah seorang wanita. Ia lebih lincah dibandingkan wanita di kampungnya tapi Mulan masih kalah kalau dibandingkan dengan laki-laki. Apalagi ini laki-laki yang dilatih untuk bertempur
Usaha Mulan mengembangkan dirinya melampaui dua hal, melampaui dirinya sendiri dan melampaui para prajurit pria terlatih yang berada satu camp dengannya. Sejujurnya, menurut Arunika film ini terasa agak sedih. Perjuangan menjadi Mulan yang baru bukan hanya berat secara fisik tapi juga psikis. Ia melanggar banyak hal karena bakat yang dimilikinya tidak didukung. Pun mengikuti bakat dan kata hati belum menjamin apapun. Di balik keduanya juga dibutuhkan tanggung jawab yang besar, pikiran yang kuat dan sifat berkompetisi yang nggak pernah padam.
Review Film Mulan
Ada banyak hal menarik yang bisa dibahas dari film ini. Selain peran wanita dan tanggung jawabnya, Mulan juga menyajikan cerita berlatar sejarah yang apik. Penonton bisa sedikit belajar tentang budaya dan kehidupan masyarakat di China.
Mungkin ada part yang terasa agak kurang nyambung dan alasan kemunculannya kurang kuat, tapi itu tidak merusak keseluruhan cerita. Kamu tetap bisa menikmati alur ceritanya yang apik dan nyaman ditonton. Ditambah lagi teknologi yang digunakan sudah modern, jadi kualitas gambar dan editingnya bisa memanjakan kamu dan bikin film ini terasa lebih pendek dari durasi yang sebenarnya.
Kalau dilihat dari pengembangan ceritanya, film Mulan memang dibuat untuk hiburan keluarga dan mengajarkan pada setiap anak kalau di dunia ini kamu bisa memperjuangkan apa yang kamu mau. Di dalamnya nggak ada adegan mesra, tapi tetap harus hati-hati karena ada sedikit getaran asmara yang perlu diperhatikan. Kamu bisa nonton film ini bareng keluarga atau anak di rumah. Pokoknya, Mulan ini film yang keren dan wajib kamu tonton setiap kali kamu kehilangan alasan untuk mengejar mimpi.
Terima kasih sudah menyimak sampai selesai.

Post a Comment for "Sinopsis dan Review Film Mulan, Membahas Tentang Wanita, Tanggung Jawab dan Bakat"