Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Santri Bertanya, Kumpulan Pertanyaan Santri yang Sering Bikin Penasaran

 Review Santri Bertanya, Kumpulan Pertanyaan Santri yang Sering Bikin Penasaran

Review Santri Bertanya, Kumpulan Pertanyaan Santri yang Sering Bikin Penasaran

Penulis : Ustadz Ahmad Zahrudin M. Nafis

Genre : non fiksi

Penerbit : Pt Bhuana Ilmu Populer

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 172

 Rate : 8.5


Arunika - Dari judul bukunya, Santri Bertanya terasa agak islamiyah dibandingkan buku lainnya yang pernah Arunika review. Seri Santri Bertanya berisi kan banyak pertanyaan-pertanyaan santri dari yang paling sederhana hingga agak rumit dan dilengkapi jawaban yang sesuai dalil dan kaidah ajaran islam. Pertanyaan yang ada di dalam buku ini umumnya terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hukum pelaksanaan ibadah, hukum fiqh dan jawaban dari setiap pertanyaan. Untuk lebih detailnya, simak ulasan berikut 


Sinopsis Santri Bertanya


Buku Santri Bertanya berisi kumpulan pertanyaan santri yang sering ditanyakan karena ada keresahan tertentu. Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan hukum shalat, hukum beribadah, hukum bersosial dan hukum belajar. 


Beberapa contoh pertanyaan yang mungkin kamu temukan adalah apakah shalat sambil menahan kentut itu batal shalatnya? Lebih baik shalat dulu atau makan dulu? Hukum membuat polisi tidur di jalan umum? Hukum menelan air mani? Dan banyak lainnya. 


Untuk jawaban-jawabannya, penulis menggunakan rujukan kitab, al-qur'an dan hadits. Mazhab yang diikuti oleh penulis adalah mazhab Imam Syafi'i karena itu jawaban yang diberikan berkaitan dengan pandangan imam Syafi'i terhadap permasalahan fiqh yang ditanyakan. 


Biografi Penulis


Ustadz Ahmad Zahruddin adalah anak dari Kyai Nafis san merupakan keturunan Betawi asli. Ustadz Ahmad Bahrudin memiliki 3 orang kakak dan 2 orang adik. Ia lahir di Kampung Pangkalan Semanan Kalideres. 


Di masa muda Ustadz Ahmad Zahruddin adalah seorang santri yang menyibukkan diri dalam belajar. Ia pernah belajar di PP Al Hidayah Basmol. Belajar selama 14 tahun setelah itu melanjutkan pendidikan tinggi di UNIAT Jakarta. Berkat keseriusannya belajar dan karomah dari orang tuanya lah penulis kini menjadi ustadz yang sudah mendapatkan mandat mengajar, tentunya di sela-sela kegiatannya menjadi penulis. 


Berkat peran profesinya inilah, penulis akhirnya bisa bertemu dengan banyak kalangan santri dan mendapatkan berbagai pertanyaan unik serta aneh yang membutuhkan jawaban jelas dan perincian akurat. Mengingat sebagian besar berkaitan  dengan hukum islam maka Ustadz Ahmad Zahruddin memutuskan untuk menjawab dengan melampirkan dalil dan rujukan yang tepat. Keputusannya inilah yang menjawab pertanyaan santri bukan sekedar boleh atau tidak boleh saja. 


Review Santri Bertanya


Buku Santri Bertanya termasuk buku bacaan ringan yang bisa dihabiskan hanya dalam sekali baca. Sesuai dengan judulnya, isi buku ini memang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kaidah keislaman. Pertanyaan yang diajukan tergolong pertanyaan umum yang bisa dipakai untuk menambah pengetahuan pembaca terkait masalah hukum atau anjuran bagaimana seharusnya suatu hal itu dikerjakan. 


Diberi judul santri bertanya karena jawaban yang diberikan untuk menjawab setiap pertanyaan tersebut berlandaskan pada mazhab Imam Syafi'i, Al-qur'an dan hadits. Jawabannya ini lah yang menjadikan judul buku terasa lebih spesifik. Selain itu, mengingat biografi penulis yang memang pernah menjadi santri dan sekarang menjadi pengajar, tentu bertemu dengan pertanyaan serupa bukan hal baru. Bisa jadi, beliau pun pernah mempertanyakan hal yang sama dan berhasil mendapatkan jawaban yang sesuai kebutuhan pertanyaannya. 


Apakah pertanyaan sejenis hanya bisa diajukan oleh santri? Tentu saja tidak. Semua bisa mengajukannya saat kamu memiliki ilmunya. Pertanyaan dan kebingungan adalah salah satu tanda bahwa kamu sedang mempelajari ilmu tersebut, mengalami masalahnya atau secara tidak sengaja terjebak dalam obrolan yang nggak kamu pahami terkait masalah tersebut. Kenapa kelompok yang dipilih adalah kelompok santri? Jawaban paling simplenya adalah karena status tersebut merupakan status terdekat dan paling akrab yang dimiliki oleh penulis buku. Dilihat dari gelar orang tuanya, tempat ia belajar hingga berkarir dan hidup ada di lingkungan yang sama. Bagi penulis, santri bisa menjadi identitas kultural yang khas dan merujuk pada kelompok tertentu. 


Menggunakan istilah santri sebagai judul bukunya, bisa memberikan banyak keuntungan bagi buku ini. Beberapa keuntungan tersebut yaitu untuk menarik perhatian sesama santri, menunjukkan bahwa santri bisa berkarya, menarik perhatian orang yang ingin menekuni Islam dan belajar di Pesantren serta untuk mengundang rasa penasaran pembaca. Dari judulnya tentu akan muncul pertanyaan, "apa to yang ada di pikiran santri?" Yaa, meskipun nggak semuanya setidaknya ini menunjukkan kalau rasa penasaran dan kebingungan santri itu juga besar. 


Lewat pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam buku ini, pembaca bisa melihat bagaimana proses belajar santri dan bagaimana mereka memahami ilmu. Anggapan bahwa santri pasti pinter kan mereka belajar agama itu anggapan yang agak bias. Rasanya seperti mendengar mahasiswa harus bisa segalanya kan sudah kuliah. Bagi orang-orang yang pernah mendapatkan komentar serupa, tentu tau kalau komentar ini cenderung agak tidak menghargai proses dan latar belakang. Semuanya hanya ditujukan pada hasil saja dan memilih tutup mata pada setiap hal. 


Kekurangan Santri Bertanya adalah bukunya terlalu tipis. Di satu sisi, poin ini terkesan baik karena buku Santri Bertanya bisa habis dalam sekali baca, tapi melihat bagaimana penulis menjawab setiap pertanyaan secara sederhana dan mudah dipahami rasanya sayang karena pertanyaannya terbatas. Ada banyak hal di kehidupan ini yang butuh dijelaskan dan dijawab tapi banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk mengajukannya. Tentunya ada banyak hal yang melatar belakangi, bisa karena background pendidikan, bidang keilmuan atau kesempatan belajar. 


Lewat postingan ini, Arunika berharap penulis beserta ahli ilmu lainnya bersedia membagikan ilmunya dalam format sejenis, lengkap dengan pertanyaan dan penjelasan sederhana yang bisa dinikmati oleh khalayak umum dari berbagai kalangan. Dan semoga apa yang ada di dalam buku ini bisa dinikmati secara seksama oleh pembaca dari berbagai kalangan tanpa batasan usia, agama, keyakinan dan pemahaman. Bacaan ini bisa dijadikan referensi dan acuan bagi siapa saja yang membaca dan meyakini kebenarannya tanpa paksaan untuk mengikuti keyakinan yang ada. Harapannya semakin bertambah wawasan keilmuan yang dimiliki, maka busa semakin lapang pula pemahaman toleransi yang ada untuk bertahan hidup di tengah masyarakat yang hegemoni dan plural ini. 


Sekian review buku Santri Bertanya dari Arunika, terima kasih sudah menyimak sampai selesai.

Post a Comment for " Review Santri Bertanya, Kumpulan Pertanyaan Santri yang Sering Bikin Penasaran"