The Boy, The Mole, The Fox and The Horse, Film Singkat yang Mengajarkan Banyak Hal
Arunika - The Boy, The Mole, The Fox and The Horse adalah film animasi karya Peter Baynton dan Charlie Mackesy. Film ini dirilis pada 22 Desember 2022, diambil dari buku terkenal berjudul sama. The Boy, The Mole, The Fox and The Horse termasuk kategori film animasi pendek yang bisa diselesaikan hanya dalam sekali nonton.
Sangat recommended untuk ditonton bersama keluarga dan anak karena setiap aspek yang ada di film ini telah disusun rapi lengkap dengan detail cerita yang mengesankan. Ada banyak kutipan singkat yang diselipkan. Menariknya adalah film ini diproduksi sebagai film anak jadi tokoh utamanya mewakili kepolosan anak dan bagaimana seorang anak memandang dunia.
Beberapa kutipan menarik yang bisa kamu dapatkan di awal menonton,
Jika upaya pertamamu gagal makanlah kue
Dan
Bukankah aneh kita hanya bisa melihat tubuh luar kita padahal hampir segala sesuatu terjadi dalam tubuh kita.
Sinopsis Film The Boy, The Mole, The Fox and The Horse
The Boy, The Mole, The Fox and The Horse bercerita tentang seorang anak laki-laki yang tersesat di hutan bersalju seorang diri dan berusaha mencari rumah tempat tinggalnya. Ia nggak tau apa itu rumah tapi ada sedikit pemikiran bahwa rumah adalah tempat yang penting.
Di perjalanan ia bertemu seekor tikus tanah yang bijaksana. Tikus tanah memberikan banyak pelajaran berharga bagi si anak kecil. Petualangan dimulai saat keduanya mulai menyusuri tepian sungai untuk mencari jalan pulang.
Saat sedang menikmati waktu malam, seekor rubah datang dan ingin menangkap tikus tanah tapi aksinya teralihkan oleh suara lain yang justru membahayakan si rubah. Tikus tanah yang sebelumnya menjadi target menunjukkan sikap bijaksananya dan memilih membantu membebaskan rubah dari jeratan. Aksinya yang sederhana inilah yang menjadikan sikap rubah berubah dan justru mengikuti perjalanan anak laki-laki dan tikus tanah.
Perjalanan mereka yang awalnya hanya berdua kini menjadi bertiga hingga akhirnya bertemu seekor kuda putih besar yang baik dan tenang. Kuda ini dengan senang hati ikut dalam petualangan mencari jalan pulang bagi si kecil. Ia melihat bagaimana anak itu menangis dan mencari tempat berlindung saat hujan tiba. Kuda juga menunjukkan kelebihannya yang selama ini ia sembunyikan agar tidak membuat kuda lain iri, yaitu kuda putih ini memiliki sayap dan bisa membantunya terbang. Selama ini sengaja disembunyikan karena banyak kuda lain yang iri padanya.
Petualangan mencari rumah bagi si kecil pun berganti, yang awalnya perjalanan darat kini berubah menjadi perjalanan udara. Tentunya bisa lebih cepat sampai, tapi akhir dari film ini menunjukkan bahwa rumah bukanlah bangunan. Perjalanan si kecil justru membawanya pada pemahaman baru bahwa rumah baginya adalah teman-teman yang menemani perjalanannya sampai hari ini.
Kelebihan dan Kekurangan The Boy, The Mole, The Fox and The Horse
Kelebihan The Boy, The Mole, The Fox and The Horse

Sudah pasti pesan dan gambarnya yang menarik. Gaya penceritaan sederhana dan sangat cocok ditonton buah hati. Film ini menawarkan banyak pesan moral yang penting bagi hidup. Kalau ditonton oleh anak-anak, film ini bisa memberikan sedikit ketenangan dan melatih imajinasi. Pengiriman pesan dengan metode soft selling yang nyaman dan nggak tergesa-gesa. Penyampaian setiap kalimatnya pun lugas, biasanya pesan-pesan penting diletakkan sebagai akhiran kalimat. Ini memudahkan setiap orang untuk menelaah informasi berdasarkan konsep dan pemahamannya tentang hidup. Pastinya beda orang akan beda pemahaman, pun beda umur beda pemaknaan.
Kalau ditonton oleh orang dewasa, pesan yang disampaikan bisa menjadi bahan refleksi dan memancing sedikit pertanyaaan baru seputar hidup. Kelebihan lainnya adalah animasi sederhana yang dibuat dari berbagai angle gambar. Berkat pemilihan angle yang luas, cerita ini terasa nggak sempit dan menyajikan berbagai pemandangan menarik baik dari atas pohon, dari atas bukit dan dari udara. Pemilihan angle gambar yang variatif ini memiliki pengaruh sangat besar dalam pengiriman pesan, kenyamanan menonton dan pemetaan ruang cerita.
Durasinya hanya 30 menitan saja, kamu bisa nonton di sela-sela istirahat kerja, menjelang tidur, saat istirahat makan siang dan bisa nonton bersama siapa saja.
Kekurangan The Boy, The Mole, The Fox and The Horse
Kekurangannya sebenarnya agak tersirat, mungkin bagi sebagian orang itu bukan hal penting yang perlu dianggap kekurangan tapi nggak papa lah ya. Namanya juga seni, tiap orang punya cara apresiasinya sendiri-sendiri.
Kekurangannya adalah, setiap karakter di cerita ini nggak ada yang makan padahal makan termasuk kebutuhan. Mereka bisa bertahan hidup di alam terbuka, saling melindungi saat hujan turun dan bisa menemukan tempat berlindung yang tepat tapi nggak dijelaskan kapan mereka tidur dan makan.
Kalau dilihat secara keseluruhan dan dimaknai secara bebas, film ini justru bisa menjadikan seseorang pergi dari rumahnya dan hidup di tempat terbuka secara bebas, tanpa aturan. Padahal, cerita ini bukan berangkat dari anak yang kabur dari rumah tapi dari anak yang mencari arti rumah sesungguhnya. Tapi, ya dia nggak makan dan nggak tidur jadi nggak boleh ditiru ya.
Post a Comment for "The Boy, The Mole, The Fox and The Horse, Film Singkat yang Mengajarkan Banyak Hal"