Sinopsis dan Review Death Note, Buku Catatan Kematian yang Menarik
![]() |
| Sinopsis dan Review Death Note, Buku Catatan Kematian yang Menarik |
Sutradara : Tetsuro Araki
Tahun Rilis : 2006
Genre : supranatural, fantasy, misteri,
Rate : 8.5
Arunika - Menulis ulasan anime Death Note rasanya seperti kembali ke masa muda. Death Note memang anime lama tapi kualitas ceritanya yang menarik dan penuh misteri, masih recommended ditonton sampai hari ini. Bahkan saking menariknya cerita Death Note, anime ini sudah diadaptasi menjadi beberapa karya termasuk versi live action nya. Death Note ada versi filmnya juga, kalo kamu ngerasa nggak punya banyak waktu luang untuk nonton anime, bisa pilih filmnya ya. Oke, berikut ulasan anime Death Note dari Arunika.
Sinopsis Death Note
Death Note adalah serial anime yang bercerita tentang Light Yagami, pelajar cerdas yang secara tidak sengaja menemukan buku hitam bertuliskan "Death Note". Buku ini adalah buku ajaib yang dimiliki oleh Ryuk, shinigami yang ingin menemukan pengguna baru.
Di Death Note, Light Yagami bisa membuat catatan kematian seseorang secara bebas, mulai dari namanya, meninggalnya karena apa, pukul berapa dan dimana, semuanya bisa diatur secara bebas. Alasannya karena buku tersebut memang milik dewa kematian.
Bukannya takut dengan kemampuan yang dimiliki, Light Yagami justru merasa terhibur dan ingin mengubah dunia sesuai harapannya. Ia melakukan banyak pembunuhan hingga akhirnya terseret menjadi tim khusus untuk memecahkan teka teki pembunuhan yang sedang terjadi.
Di tim ini ia bertemu dengan L, salah satu sosok misterius yang paling banyak berpikir dan memegang kekuasaan tertinggi dalam penentuan strategi atau keputusan. L dan Light saling beradu ketajaman pikiran dan beradu taktik. Ada di ruangan yang sama membuat mereka bisa saling mengawasi satu sama lain,, bedanya Light harus berhati-hati kalau identitasnya terbongkar sedangkan L harus berpikir jernih agar taktiknya bisa berhasil.
Pertarungan dua orang jenius ini melibatkan dan mengorbankan banyak hal. L yang percaya pada hipotesanya melakukan berbagai cara untuk menjebak Light termasuk mengorbankan diri sendiri. Pada akhirnya kejahatan Light terungkap tapi L dan Light tidak ada yang selamat karena konsekuensi dari menggunakan buku milik shinigami adalah nyawa. Dan shinigami yang sudah jatuh hati pada Light pun ikut mengorbankan nyawanya.
Informasi Singkat Tentang Shinigami
Shinigami merupakan istilah lain dari Dewa Kematian. Penyebutan shinigami diambil dari bahasa Jepang yang artinya dewa kematian. Shinigami tidak harus diartikan sebagai dewa, beberapa kalangan juga mengartikan shinigami sebagai roh kematian. Tugasnya agak mirip dengan malaikat maut tapi secara visual tidak semnyeramkan malaikat maut atau grim reaper.
Info singkat seputar shinigami:
1. Istilah shinigami baru muncul sekitar abad 18 atau 19. Sebelumnya ia tidak pernah muncul di cerita rakyat Jepang.
2. Shinigami diambil dari dua kata Jepang, Shi yang artinya kematian dan gami atau kami yang artinya dewa, karena itu shinigami disebut dewa kematian.
3. Konsep shinigami dimungkinkan merupakan hasil akulturasi antara budaya Jepang dan Barat. Penyebutan ini dibuat karena mitologi Jepang dan shinto sudah memiliki penyebutan untuk dewa kematian mereka yaitu Izanami. Lantas pertemuan budaya Jepang dan Barat mulai memadukan ide baru dan lahirlah shinigami.
4. Bagi masyarakat Jepang, Shinigami adalah entitas yang akan membantu memudahkan pergantian hidup manusia. Masyarakat Jepang menyadari kalau kematian merupakan bagian dari kehidupan dan keberadaan dewa kematian adalah untuk memastikan atau memudahkan siklus kehidupan bisa berjalan sebagaimana mestinya.
5. Selain mengurus pencabutan nyawa, tugas shinigami adalah mengantar roh ke alam baka.
6. Sebagian masyarakat percaya kalau shinigami bekerja secara berpasangan, untuk wujudnya mereka tidak mengetahui soal itu.
Review Death Note
Kalau dibaca dari sinopsisnya Death Note cenderung agak melow ya, tapi sebenarnya nggak begitu. Jalan cerita Death Note sangat menarik dan memiliki warna khas yang menjadikan setiap karakter terasa sangat membekas. Contohnya karakter L di anime ini, ia digambarkan sebagai pemikir urakan yang menjunjung tinggi kebebasan. L duduk seenaknya, makan sesukanya, berpakaian sesukanya dan ia tetap dihormati karena ketajaman pikirannya tidak dipengaruhi oleh apa yang tampak di luar.
Karakter L di anime ini terasa paling ikonik dan membekas. Saking kerennya cara berpikir L dan bagaimana ia menjelaskan isi pikirannya, L berhasil menciptakan banyak quotes yang diikuti oleh penggemar Death Note.
Dari segi cerita, Arunika sangat suka dengan bagaimana cerita anime ini dikembangkan. Death Note nggak terasa lawas meski umurnya sudah hampir 20 tahun. Pengembangan cerita dilakukan secara rapi, terstruktur dan misterius sehingga penonton bisa menikmati setiap adegan yang ada dan nggak terasa sudah menyelesaikan banyak episode dalam satu kali nonton. Pokoknya kalau dari cerita, kamu akan terbebas dari plot hole yang bikin nggak nyaman.
Ini salah satu poin yang bikin Arunika merasa sangat takjub pada seniman senior yang sudah bekerja sejak teknologi masih terbatas. Keterbatasan teknologi yang ada bukan alasan untuk nggak totalitas berkarya. Justru seniman-seniman senior ini berhasil menunjukkan kepiawaian mereka dalam merangkai adegan dan menjadikannya satu rentetan cerita menarik yang timeless. Kamu nggak akan nemuin serial anime yang seperti Death Note karena hanya satu Death Note yang berhasil menguasai dunia.
Membaca pernyataan tadi rasanya Arunika kayak nggak pantes ya ngereview Death Note? Tapi sayangnya review ini bakal tetap berlanjut, alasannya karena Arunika ingin berbagi pendapat soal cerita anime Death Note yang menurut Arunika ini yang bikin ceritanya terasa keren.
Oke, selanjutnya terkait karakter yang diciptakan. Kalau dari Death Note yang paling ikonik jelas karakternya L. Dari namanya yang hanya satu huruf, desain karakter dan konsep visual yang digunakan semuanya unik. Mengingat L lebih mudah dibandingkan karakter lainnya, ditambah lagi L memiliki kecerdasan di atas rata-rata yang menjadikan karakternya terasa semakin karismatik. Salah satu kesuksesan terbesar Death Note dalam catatan sejarah dan prestasinya adalah ke-ikonik-kan L yang melegenda. Bahkan sampai hari ini pun, L masih terasa sangat ikonik.
Siapapun kamu, berapapun usiamu sekarang, kalau kamu belum pernah nonton Death Note maka nontonlah sekarang. Death Note termasuk tayangan yang sangat menghibur dan bisa diandalkan untuk tontonan menjelang tidur.

Post a Comment for " Sinopsis dan Review Death Note, Buku Catatan Kematian yang Menarik"