Sinopsis dan Review The Labyrinth, Film Horor Korea

Sutradara : Song Woon
Tahun Rilis : 2021
Genre : Drama, horor, fantasi, supranatural
Rate : 6.8
Arunika - Film ini baru aja Arunika tonton 2 hari yang lalu, tertarik karena judulnya memunculkan bayangan berisi tempat berputar-putar dan sulit menemukan jalan keluar. The Labyrinth diperankan oleh Chani SF9, bagi penggemar K-Pop mungkin nama ini terasa nggak asing ya, apalagi kalau sudah melihat filmnya, rasanya bakal makin familiar. Sebagai tokoh utama, Chani beradu akting dengan Park Yoo Na yang karakternya dibuat lebih tenang dan misterius. Untuk selanjutnya simak review berikut ya.
Sinopsis The Labyrinth
The Labyrinth bercerita tentang Hee Min, siswa pindahan yang punya kemampuan khusus terkait hal spiritual. Ia penerus dari dukun paling tangguh di Korea Selatan, kurang menyadari kemampuan dirinya dan Hee Min selalu menghindar dari takdirnya.
Di sekolah barunya, Hee Min bertemu dengan So Young, gadis pendiam yang menyimpan banyak rahasia. Sejak awal Hee Min sudah melihat ada hal berbeda pada diri So Young tapi ia tidak bisa mengatakannya. Di sekolah barunya ini, Hee Min mengetahui ada beberapa hal janggal yang menyebabkan aura dari ruangan tertentu terasa berbeda.
Secara tidak sengaja, Hee Min menemukan buku diary yang dibawa So Young. Itu bukan buku miliknya tapi milik kakak So Young yang masih terbaring di rumah sakit karena kelakuannya sendiri. Buku ini yang membuat So Young dan Hee Min kembali ke sekolah saat malam bulan purnama. Dan di malam yang sama, ada beberapa orang lainnya yang juga terkurung di sekolah.
Mereka tidak saling bertemu tapi tidak ada yang menyangka kalau malam itu akan menjadi malam berdarah sekaligus malam pengungkapan fakta yang meruntuhkan kepercayaan So Young pada kakaknya sendiri.
Review The Labyrinth
The Labyrinth sejujurnya masuk kategori film yang warna dan kualitas gambarnya lumayan menarik. Menonton film ini nggak bakal bikin mata terganggu atau pusing oleh adegan atau gerakan kamera yang berpindah-pindah. Kualitas piksel yang dihasilkan pun nggak terlalu rendah, menonton film ini terasa seperti menonton film baru dan memang film ini baru dirilis 2021 lalu. Pokoknya kalau dari segi kualitas piksel, warna, gambar semuanya recommended dan lumayan menghibur, tapi kalau dari kualitas cerita, penokohan, alur dan editing rasanya masih agak kurang memuaskan.
Kunci dari film yang baik ada pada cerita yang baik, kalau ceritanya kurang matang maka filmnya akan lebih kurang matang lagi. Bisa dibilang, cerita adalah jiwanya film. Memang nggak keliatan kayak gambar tapi bagaimana film itu berjalan, bagaimana karakternya, apa saja yang ditampilkan, apa motifnya, bagaimana landasan berpikirnya itu semua tergantung pada cerita. Dan, secara kebetulan cerita dalam film imi terasa agak kurang selesai, atau cerita asal jadi.
Ada beberapa poin yang bisa disoroti, pertama karakter Hee Min yang simpang siur. Ia tokoh utama tapi karakternya tidak jelas, lalu tiba-tiba langsung up power. Kedua, karakter Soo Young yang lebih tidak jelas lagi. Posisinya dalam film ini nggak kuat bahkan cenderung kayak numpang lewat aja, tapi tugas yang dia pegang besar yaitu mencari tahu kebenaran kecelakaan kakaknya. Ketiga, ada beberapa part yang terasa kurang nyambung atau tiba-tiba hilang.
Dalam film ini, kamu nggak akan tau Hee Min suka sama siapa dan untuk apa dia beli kotak coklat. Meskipun di bagian akhir ditunjukkan kotak coklatnya untuk siapa tapi rasanya agak kurang matang. Kapan dia suk? Kenapa dia suka? Apa yang menarik? Apa yang bikin Hee Min suka? Itu nggak terjawab. Cuman karena merek sama, saling mengenal dan pernah menolong. Rasanya terlalu sederhana untuk dinikmati sebagai kisah romansa.
Poin lainnya yang tiba-tiba hilang adalah, kemana perginya mbak mbak kacamata yang dirasuki iblis? Dia hilang kok nggak dicariin? Apa dia sudah mati juga makanya nggak ada yang peduli? Itu nggak jelas hilangnya kemana. Selanjutnya adalah usaha kakek Hee Min menangkal serangan roh sampai nyawanya pun jadi taruhan, itu dia ngapain? Maaf untuk pertanyaan ini karena Arunika beneran nggak paham soal tugasnya. Dia disitu di serang, pun di saat yang anak-anak yang mau di tolong jadi korban. Terus dia ngapain? Katanya dia dukun paling kuat dan terbaik di Korea Selatan.
Pertanyaan terakhir, bagaimana bisa mereka yang ada di sekolah nggak saling ketemu? Padahal Semuanya berusaha menyelamatkan diri dan berusaha bertahan hidup. Tapi mereka diatur seolah-olah tidak bisa ketemu satu sama lain padahal mereka bisa saling menyelamatkan.
Dari segi pengambilan gambar dan editing, sebenarnya agak nggak percaya tapi editingnya kurang rapi. Beberapa gambar itu blockingnya pun berubah dan itu sesuai kebutuhan. Untuk sebagian penikmat film, The Labyrinth mungkin terasa agak menghibur ya tapi tetap Arunika tidak akan mengubah penilaian Arunika tentang film ini.
Kalau ada waktu senggang, cobalah nonton film ini setelah itu kirim tanggapan kamu ke email Arunika ya.
Post a Comment for "Sinopsis dan Review The Labyrinth, Film Horor Korea"