Berjalan Menelusuri Jejak Aroma Karsa
Berjalan Menelusuri Jejak Aroma Karsa
![]() |
| Novel aroma karsa |
Penulis : Dee Lestari
Genre : Fiksi
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2018
Jumlah Halaman : 724 halaman
Rate : 8
Arunika - Aroma Karsa karya Dee Lestari, siapa sangka buku setebal 724 halaman ini bisa terbaca habis tanpa ada halaman yang di skip. Proud of Mbak Dewi karena sudah merilis bacaan yang mampu melarutkan pembaca ke setiap halamannya, nggak bikin jenuh dan nggak terasa ternyata itu 700 halaman lebih. Untuk itu, Proud of juga untuk teman-teman semua yang sudah baca buku Aroma Karsa sampai selesai, karena pastinya ada banyak waktu yang harus diluangkan demi menyelesaikan bacaan ini.
Sinopsis Aroma Karsa
Aroma Karsa bercerita tentang perjalanan Raras Priyagung untuk menemukan Puspa Karsa, bunga yang mampu mengendalikan orang lain. Raras sendiri belum pernah melihat Puspa Karsa itu seperti apa, satu-satunya petunjuk yang bisa diikuti adalah aromanya. Untuk mencapai tujuannya ini, Raras melakoni bisnis di bidang pengembangan dan pembuatan parfum. Ia secara khusus bekerja dengan banyak aroma agar bisa terus menemukan lokasi Puspa Karsa.
Di tempat tinggal yang berbeda, Jati Wesi hidup dengan sangat sederhana dan penuh kerja keras. Ia diberkahi kemampuan penciuman yang sangat tajam sehingga bisa mendeskripsikan semua komposisi aroma secara detail. Berkat kemampuannya ini, Jati Wesi bisa meracik parfum dengan komponen yang sama persis seperti parfum mahal. Tindakannya inilah yang membawa Jati Wesi secara tidak sengaja bertemu dengan Raras dan Tanaya Suma anak tunggal Raras yang memiliki kemampuan persis seperti Jati Wesi.
Perjalanan pencarian Puspa Karsa pun dimulai, hingga akhirnya terungkap banyak fakta menarik soal asal usul Jati Wesi dan Tanaya Suma.
Kelebihan dan Kekurangan Aroma Karsa
Ada banyak poin menarik yang bisa dibahas dari buku ini, mulai dari cara penulisannya yang ringan dan hangat tanpa mengurangi keindahan dan keleluasaan berbahasa. Contohnya bisa ditemukan di awal cerita, bagaimana penulis menjelaskan kata "nostalgia" menjadi satu kalimat panjang yang menarik dan belum pernah dipakai oleh penulis lain. Contoh lainnya bisa kamu nikmati sambil minum teh ya.
Selanjutnya adalah pengembangan cerita, tema yang dipilih oleh penulis bukanlah tema yang mudah dipahami masyarakat awam. Apalagi penulis memasukkan konsep dimensi berbeda dengan kemampuan yang berbeda dari manusia biasa. Di Indonesia pengetahuan tentang hal tak kasat mata memang menarik banyak perhatian dan masyarakat secara umum menerima keberadaannya. Hebatnya penulis adalah bisa menyajikan cerita ini dengan tetap memegang unsur sakral dari setiap kehidupan dan mempertahankan batasan yang harus dihormati.
Memang tidak dijelaskan secara gamblang tapi cerita yang disajikan akan mengajak kamu berpikir sejenak mengenai tindakan-tindakan yang melebihi batas. Pada dasarnya manusia memang bukan makhluk yang gampang puas dan selalu ingin lebih. Nah, kalau hal yang kamu dambakan itu berkaitan dengan dimensi lain lebih baik jaga sikap. Pesan ini disampaikan secara tersirat, sehingga kesakralan cerita tetap terjaga dan berakhir dengan rasa penasaran baru, "emang puspa karsa beneran ada ya?" Ya jawabannya bisa langsung tanya ke penulisnya ya.
Kelebihan lainnya adalah detail perspektif hidung yang dipilih sebagai kunci utama untuk memecahkan semua teka-teki sekaligus menjadi petunjuk pengembangan cerita. Sepanjang baca, kamu bakal dibuat penasaran dengan kemampuan penulis mendeskripsikan semua komponen aroma yang muncul. Mungkin kamu juga akan bertanya-tanya, apakah hujan ada aromanya? Rumput, daun, air, rumput yang basah? Apakah semua yang dijelaskan di Aroma Karsa itu nyata? Kalau iya, apakah Mbak Dewi punya indra penciuman yang lebih tajam dari orang lain?
Pokoknya kalo dari bahasa, cerita dan alur novel ini sangat recommended untuk dibaca. Ringan dan ngga bakal bikin kamu pusing karena harus menuntaskan 700 halaman lebih. Di beberapa bagian mungkin akan terasa tempo ceritanya agak lambat ya. Harusnya udah sat set sat set, tapi malah ada intrik yang bikin ceritanya jadi makin panjang. Lalu di bagian akhirnya, secara pribadi sempat tersirat pertanyaan ini "kok tega sih padahal cuman gitu"untuk keputusan Jati Wesi saat meninggalkan orang tua angkatnya. Jika dilihat sekilas, Jati Wesi memang mengalami kehidupan yang kurang menguntungkan tapi dia tidak dibuang.
Motif tindakannya yang terlalu marah karena asal usulnya disembunyikan, terasa agak kurang kuat. Apalagi Jati Wesi adalah laki-laki tangguh yang sudah bisa mengalahkan dan melewati berbagai kejadian. Perkembangan kemampuan dan perkembangan mentalnya jauh lebih pesat. Dibandingkan masalah identitas yang disembunyikan, pengalaman yang didapat dan keuntungan yang didapat setelah identitas aslinya terungkap terasa tidak sebanding. Kecuali jika Jati Wesi telah terpedaya Puspa Karsa dan semua tindakannya dilakukan di luar kendali Jati Wesi.
Secara pribadi, bagian akhir dari novel ini memang terasa agak kurang sempurna atau mungkin mimin lupa konsep awal karakternya ya. Pokoknya pada bagian ini terasa kayak kurang greget gitu. Tapi itu hanya bagian kecilnya saja, overall novel ini menarik dan segar dinikmati. Wajib baca untuk kamu yang sering bingung harus baca apa bulan ini?? Aroma Karsa jawabannya. Selamat membaca!

Post a Comment for "Berjalan Menelusuri Jejak Aroma Karsa"