Criminal Minds dan Teknik Profiling Untuk Menemukan Pelaku Kejahatan
Criminal Minds dan Teknik Profiling Untuk Menemukan Pelaku Kejahatan
![]() |
| Criminal minds |
Sutradara : Yang Yoon-ho dan Lee Jung-hyo (sebelum resign)
Tahun Rilis : 2017
Genre : Kriminal
Rate : 8.5
Arunika - Criminal Minds menjadi salah satu Drama Korea paling berkesan yang pernah tim Arunika tonton pada masanya, karena itu drama ini diulas hari ini dengan cara yang sedikit berbeda.
Sebelum membahas apa itu Profiling mari berkenalan sebentar dengan drama ini. Criminal Minds adalah Drama Korea yang terinspirasi dari serial TV Amerika berjudul sama. Drama ini dibintangi oleh banyak aktor dan artis terkenal, salah satunya Lee Joon Gi dan Moon Chae Won.
Drama ini bercerita tentang sekumpulan detektif yang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan kriminal dengan menggunakan teknik profiling. Teknik ini membantu para detektif untuk menganalisis kondisi pelaku kejahatan, baik yang terlihat langsung atau masih dalam penyelidikan. Teknik ini lumayan efektif tapi tidak semua detektif menyukainya. Beberapa detektif menilai bahwa profiling bukanlah teknik terbaik tapi hebatnya teknik ini masih dimanfaatkan dengan baik dan membantu pencarian.
Apa Itu Profiling?
Profiling adalah usaha pembuatan profil kriminal yang dilakukan oleh para ahli psikologi. Profiling masuk dalam metode penyelidikan dan penyidikan yang sudah diakui secara sah untuk wilayah kerja psikologi forensik. Oleh lembaga forensik ada dua metode yang umumnya dipakai untuk mengumpulkan bukti yaitu profiling dan otopsi. Khusus untuk pembahasan ini fokusnya di profiling saja ya.
Profiling atau penyusunan profil kriminal sebagai usaha mengumpulkan, menyimpulkan, membuat dan menyusun profil pelaku kejahatan berdasarkan identifikasi ilmu psikologi yang dilakukan secara sistematis, menggunakan metode ilmiah, bukti empiris dan pengamatan yang objektif.
Profiling dilakukan untuk memprediksi perilaku pelaku dan membantu proses penangkapan, khususnya untuk kasus kejahatan yang pelakunya masih belum diketahui. Profiler biasanya juga menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan tersangka, saat pelakunya sudah ditemukan.
Pada dasarnya profiling berkaitan dengan tindakan kriminal baik pelakunya maupun penyidiknya. Untuk mendapatkan hasil profile yang baik, profiling bisa dilakukan dengan tujuan:
1. Untuk menyediakan data hasil pemeriksaan baik secara sosial maupun psikologi pelaku kepada penegak hukum.
2. Menyediakan hasil evaluasi psikologis pelaku kejahatan dan diberikan kepada penegak hukum.
3. Memberikan strategi dan saran ketika sesi interogasi atau wawancara dengan pelaku berlangsung.
Beberapa hal yang akan dijabarkan oleh profiler adalah:
1. Pembawaan personal pelaku kejahatan
2. Kecenderungan pelaku
3. Kebiasaan pelaku
4. Karakteristik geografis dan demografis seperti usia, jenis kelamin, status sosial dan ekonomi, pendidikan dan asal.
5. Mempelajari penyebab terjadinya tindak kejahatan seperti ide atau fantasi yang muncul.
6. Mempelajari metode kejahatan yang digunakan.
7. Mempelajari bagaimana cara memilih korban, cara melakukan kejahatan serta upaya penghilangan bukti.
8. Mempelajari tindakan pelaku setelah aksinya dilakukan, apakah menjadi aksi tunggal atau justru pembunuhan berantai.
Nah untuk membuat profil pelaku kejahatan, profiler bisa mengacu pada bukti fisik yang ditemui di lokasi kejadian, penggalian dan pemahaman korban, mempelajari modus operandi yang ada untuk mengetahui apakah itu pembunuhan berencana atau bukan. Terakhir, usaha pencarian jejak pelaku yang sengaja ditinggalkan sebagai penanda.
Profiler perlu menemui atau melihat korban untuk mempelajari kondisi korban sebagai upaya mengenali karakteristik pelaku dan mendapatkan informasi terkait hubungan korban dan pelaku. Dari hubungan ini, profiler harusnya mampu menyusun hipotesis motif pelaku.
Proses kerjanya memang terbalik jika dibandingkan dengan diagnosa klinis, karena itu dalam psikologi forensik ada dua metode yang digunakan untuk memastikan dan mempertanggung jawabkan penyelidikannya.
Intinya, profiling adalah upaya mengenali sisi psikologis pelaku secara keseluruhan dan berpikir layaknya pelaku kejahatan untuk memprediksi tindakannya yang akan datang. Apakah profiling sudah diterapkan di Indonesia? Sudah tapi masih sangat jarang dipilih oleh penegak hukum. Bahkan di beberapa kasus profiling dilakukan oleh penegak hukum bukan oleh profiler berlisensi. Akibatnya penyusunan profil pelaku jadi kurang objektif, kurang observatif dan masih dipengaruhi oleh intuisi.
Umumnya profiling di Indonesia hanya dilakukan untuk menangani kasus yang kompleks saja. Nah, kalau di Criminal Minds kamu bakal melihat berbagai kasus kriminal dari yang biasa sampai kasus kompleks tanpa merasa bosan sama sekali. Drama ini nggak ada unsur romansa, jadi aman ditonton bareng keluarga tapi kamu harus siap dengan semua adegan dan ketegangan diskusi antar detektif.
Kenapa Criminal Minds Menarik?
Criminal Minds menarik karena kamu akan diajak berpikir sebagai pelaku kejahatan. Kamu ngga akan menangkap dengan metode kejar-kejaran biasa, tapi juga diajak berpikir kira-kira kalo kamu jadi penjahat yang sedang dikejar apa yang akan kamu lakukan? Pertanyaan ini bukan menuntut jawaban dari dirimu sendiri, tapi kamu harus bisa menempatkan diri sebagai pelaku untuk mencegah hal yang tidak diinginkan lainnya terjadi.
Alasan kedua kenapa Criminal Minds menarik adalah drama ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris terkenal yang pintar bermain peran. Menonton drama ini nggak akan bikin kamu ngerasa aneh karena cerita yang dipaksakan atau kisah romansa yang berlebihan. Justru dari drama ini kamu bisa belajar hal baru, belajar pengembangan cerita dan belajar karakter manusia.
Criminal Minds juga akan mengajak kamu untuk bisa berpikir secara logis dengan berlandaskan fakta dan teori yang ada. Sebagai pekerja profesional yang fokus pada pembuatan profil pelaku kejahatan, profiler tidak boleh bekerja hanya berdasarkan intuisinya saja. Pun jika intuisi itu penting, harus ada landasan yang kuat untuk bisa membuktikan kebenaran intuisinya.
Drama ini sangat cocok untuk kamu yang suka permainan teka-teki, permainan misteri, psikologi dan pemecahan masalah. Semakin bertambah episode yang kamu nikmati, ceritanya akan semakin menarik. Kamu juga akan menemukan korelasi menarik antara cerita satu dan lainnya yang menjadikan drama ini terasa lebih detail dan penuh usaha dalam proses pembuatannya.
Jika kamu tertarik mempelajari metode ini, tertarik ingin bekerja di bidang forensik atau masih bingung ingin menekuni profesi apa, bisa saksikan Criminal Minds ya. Dari drama ini kamu bisa belajar sedikit tentang pengantar teori atau pengenalan dasar praktek profiling dan bagaimana cara kerjanya. Siapa tau, kamu yang awalnya tertarik bisa semakin tertarik dan punya tujuan yang jelas. Selamat menonton!

Post a Comment for "Criminal Minds dan Teknik Profiling Untuk Menemukan Pelaku Kejahatan"