Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis dan Review Film The Sixth Sense, Film Horor yang Timeless

 Sinopsis dan Review Film The Sixth Sense, Film Horor yang Timeless

Sinopsis dan Review Film The Sixth Sense, Film Horor yang Timeless
The sixth sense


Sutradara : M.Night Shyamalan

Tahun Rilis : 1999

Genre : Psikologi, Horor

Rate : 8.5


Arunika - Film horor selalu identik dengan jumpscare dan kemunculan berbagai makhluk gaib yang tiba-tiba jadi kasat mata. Umumnya dipicu oleh tindakan melanggar, entah melanggar aturan bersikap, aturan batasan atau aturan bermain. Bisa juga karena hubungan kerja sama antara manusia dan makhluk halus, atau hal-hal yang berkaitan dengan dendam atau pembalasan. Dari genre filmnya pun terasa kalau film horor berkaitan dengan sesuatu yang gelap. 


Berbeda dengan keumuman film horor yang dibahas tadi, The Sixth Sense mengambil perspektif kepolosan anak yang memiliki indera keenam dan bagaimana ia menjalani hidupnya. Tetap horor tapi dengan tendensi rasa takut anak dengan kemampuan tersebut, jadi bukan rasa takut karena ada gangguan dari luar. 


Sinopsis Film The Sixth Sense


The Sixth Sense bercerita tentang Malcolm Crowe seorang psikolog anak yang tiba-tiba kedatangan tamu tak diundang saat sedang menikmati hari istirahatnya bersama sang istri. Tamu tersebut adalah mantan pasiennya dulu dan kedatangannya menyebabkan perubahan hidup yang drastis bagi Anna dan Malcolm. 


Setelah kejadian malam itu, Malcolm kembali bekerja sebagai psikolog anak dan menangani masalah Cole Sear. Secara keseluruhan Cole adalah anak biasa yang sedang berusaha beradaptasi dengan lingkungan dan usianya. Satu-satunya hal yang membedakan Cole dengan anak lainnya adalah ia memiliki sixth sense, kemampuan yang menguntungkan dan merugikan di saat bersamaan. 


Berkat kemampuan ini, Cole bisa melihat banyak hal tapi karena kemampuannya juga Cole sering diganggu bahkan ada banyak bekas memar di tubuhnya. Cole tidak pernah membicarakan hal ini pada ibunya karena itu ibunya mengira kalau Cole di bully di sekolah dan mulai mendatangi beberapa ahli untuk penanganan lebih lanjut. 


Atas upaya tersebutlah, Cole dan Malcolm bertemu. Malcolm menunjukkan kemampuannya yang luar biasa sebagai seorang psikolog anak. Ia berusaha sebaik mungkin untuk bisa diterima tanpa melakukan tindakan pemaksaan sedikit pun. Cole yang mulai percaya pada Malcolm mulai mengungkapkan rahasia yang selama ini ia pendam. Mendengarkan penuturan Cole, Malcolm justru memberi tahu bahwa mungkin mereka sedang membutuhkan pertolongan karena itu mereka muncul. 


Setelah percakapan tersebut, Cole mulai memberanikan diri dan melakukan berbagai hal sesuai arahan setiap arwah yang datang. Tentunya dengan didampingi oleh Malcolm. Mereka berdua berhasil menyelesaikan banyak masalah arwah, hingga akhirnya Cole menyarankan agar Malcolm datang menemui istrinya saat sang istri sedang tidur. 


Saran tersebut pun diikuti dan Malcolm pun menemukan jawaban kenapa Anna hampir berselingkuh dengan orang lain, selalu kelihatan marah dan tidak mau berbicara sama sekali dengan Malcolm. 


Review The Sixth Sense


The Sixth Sense berhasil menjadi film horor yang timeless bahkan setelah usianya sudah 20 tahun lebih berkat pengembangan cerita yang keren. Ada banyak reviewer film ini yang salut dengan endingnya. Beberapa menyebutkan kalau The Sixth Sense berhasil menjadi film dengan twist ending yang keren, bahkan jika ditonton di tahun ini pun twist endingnya masih terasa epic. Wajar kan kalau The Sixth Sense berhasil menjadi film horor yang keren. 


Pengembangan cerita yang ada di film ini sederhana dan relevan dengan keadaan, bahkan sampai hari ini pun masih relevan. Kunci dari pengembangan ceritanya adalah, mereka yang sudah meninggal tidak sadar kalau mereka sudah meninggal. Mereka terus bertingkah seperti manusia normal yang sedang bertahan hidup. Bagi mereka yang sudah meninggal, mungkin itu hal biasa tapi bagi orang dengan kemampuan lebih seperti Cole tentunya akan sangat mengganggu. Apalagi Cole masih kecil dan masih sulit membuka diri. 


Plot twist yang disebut-sebut keren dan ngga pernah gagal, bahkan setelah ditonton berkali-kali pun adalah Malcolm pun adalah arwah. Malcolm nggak tau fakta tersebut karena ia masih belum menerima kematiannya karena itu setiap kalI Malcolm pulang rasanya seperti tidak ada yang berubah kecuali sikap istrinya. Pun Malcolm memaklumi itu karena ia sadar kesibukannya bekerja sudah mengganggu banyak waktu mereka berdua. 


Dari segi pengambilan gambar, film ini terkesan tenang kecuali pada bagian awalnya. Gerakannya pun sengaja dibuat untuk menunjukkan momen tegang yang dialami Cole saat berhadapan dengan "mereka yang membutuhkan bantuan". Setelah itu, gambar diambil dengan cara yang tenang, ukuran gambar yang pas dan teknik khas pergerakan kamera film. Meskipun sudah diproduksi 24 tahun lalu, film ini tetap menarik dengan teknik pengambilan gambar yang nggak jadul. Mungkin terasa agak berbeda tapi komposisinya masih pas dan nggak bikin bosan. 


Soal kualitas warna dan kualitas piksel jelas berbeda dengan gambar jaman sekarang tapi hal tersebut bukanlah alasan untuk kamu nggak nonton film ini. 


Mengenai sosok hantu di film ini, kenapa hantu di Amerika hanya mereka yang sudah meninggal saja? Sebenarnya bukan begitu, hantu di Amerika pun banyak dan mungkin bentuknya lebih seram lagi. Poin yang ingin ditunjukkan dalam film ini adalah arwah yang urusan dunianya masih belum selesai atau arwah yang nggak menerima kematiannya karena itu ia masih tinggal di dunia. Jika arwah yang dipilih random, fokus cerita ini nggak akan terbentuk. Kemampuan Malcolm sebagai psikolog anak nggak akan berguna dan masalah Cole nggak akan pernah selesai. 


Disini Cole dan Malcolm menjalin hubungan saling menguntungkan. Sebagai anak yang sulit lepas dari ketakutannya dan tidak tau harus melakukan apa pada kelebihan yang ia miliki, Cole mendapat bimbingan dari Malcolm. Begitu pula sebaliknya, sebagai anak yang memiliki kemampuan lebih dari anak lain, Cole memberikan saran untuk menangani masalah Malcolm. 


Cerita di film ini dikembangkan dengan cara yang sederhana dan dekat pada kehidupan. Berkat pengembangan yang mematuhi garis batas alur cerita, The Sixth Sense akan menjadi film horor menarik yang bisa kamu hadirkan di tengah keluarga kecil kamu. Pokoknya wajib nonton film ini ya. 

Post a Comment for " Sinopsis dan Review Film The Sixth Sense, Film Horor yang Timeless"