Sinopsis dan Review The Silence Of The Lamb, Belajar Profiling Langsung Dari Masternya
Sinopsis dan Review The Silence Of The Lamb, Belajar Profiling Langsung Dari Masternya
![]() |
| Silence of the lamb |
Sutradara : Jonathan Demme
Tahun Rilis : 1991
Genre : Psikologi, Kriminal
Rate : 8
Arunika - Di Amerika, Profiling memang bukan teknik yang masih baru dikembangkan atau dipelajari. Tokoh profiler pertama yang terkenal di Amerika ada John Edward Douglas. Ia lahir sekitar tahun 1944 atau 1945, pernah bekerja sebagai Agen Khusus dan Kepala Unit untuk Biro Investigasi Federal US sekitar tahun 1970 - 1995. Bekerja di bawah FBI, keaktifannya sebagai pihak yang belajar mengenai perilaku manusia dimulai sejak 1977 saat ia dipindah dari penembak jitu menjadi pengajar di Unit Ilmu Perilaku (BSU) dengan menerapkan prinsip kerja psikologi kriminal. Di tempat ini Douglas mulai membuat dan mengolah program profiling kriminal untuk FBI. Berkat jasanya ini lah, Douglas mulai naik menjadi kepala unit investigasi level nasional.
Sejak saat itu, kasus yang ia tangani pun semakin menarik dan meningkat levelnya. Ada banyak penjahat ternama yang ia interogasi dan banyak pengalaman yang ia dapat. Dari perjalanan karirnya ini, Douglas berhasil merilis buku yang berkaitan dengan aktivitas profiling baik dalam seri buku fiksi maupun non fiksi.
Nah, dari sini terlihat jelas kan kalau profiling bukan hal baru di Amerika. Mereka sudah menerapkan teknik ini sejak lama dan sudah terbukti efektif menangkap penjahat. The Silence Of The Lamb, film ini membahas tentang profiling yang dilakukan oleh penjahat. Dia bukan sembarang penjahat karena gelarnya sebagai doctor tidak bisa dianggap remeh. Ilmu yang dimilikinya pun sangat luas, ia bisa mengetahui banyak informasi yang berkaitan dengan perilaku manusia dalam satu kali lihat.
Sinopsis The Silence Of The Lamb
The Silence Of The Lamb bercerita tentang perjuangan Clarice Starling dalam mengungkap pembunuh berantai. Clarice merupakan siswa berprestasi di sekolah militer agen khusus FBI. Nilainya selalu bagus, memiliki ketajaman yang baik dan fisik yang mumpuni untuk bertanding. Untuk semua keunggulannya ini, Clarice pun mendapat tugas untuk menemui Dr. Hannibal Lecter seorang psikiater yang tega melakukan tindakan kanibalis.
Pertemuan pertama Clarice dengan Lecter jelas bukan pertemuan yang menyenangkan. Clarice memang sudah dididik menjadi agen khusus tapi yang dihadapi Clarice lebih dari sekedar penjahat kanibal biasa, ia juga seorang psikiater berpengalaman yang sangat terampil menghadapi manusia.
Sebagai agen khusus, mental Clarice jelas sudah terbentuk. Memang sempat menangis tapi ia tetap bangkit dan menemui Lecter lagi untuk meminta bimbingan tentang identitas pelaku. Lecter pun menikmati semua momen yang ditawarkan dan memberikan beberapa penawaran penting yang menguntungkan Clarice.
Berbekal berbagai informasi yang didapatkan Clarice akhirnya ia berhasil menemukan siapa Buffalo Bill sebenarnya. Disaat yang sama, Lecter berhasil keluar dari tahanannya dengan melakukan penyerangan dan sedikit aksi menguliti manusia. Ia mulai menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Aksi kanibal yang dilakukan oleh Lecter tergolong agak mengusik. Ditambah fakta ia berhasil kabur menjadikannya semakin mengusik.
Review The Silence Of The Lamb
Berbeda dengan cerita profiler yang biasanya disajikan di TV Korea, tingkat kerumitan yang ada dalam ini 3x lebih rumit dan lebih mengerikan. Cerita ini bukan antara penjahat dan profiler seperti yang sudah dibahas sebelumnya. The Silence o
Of The Lamb adalah cerita antara dua profiler yang menangkap satu penjahat. Lebih rumit karena profiler yang lebih senior adalah seorang psikiater handal yang sudah menangani banyak kasus, berwawasan luas dan kanibal. Jika salah langkah sedikit saja, ia bisa menunjukkan sisi jahat yang sulit diatasi.
Fakta menarik dari film ini adalah belajar profiling justru dari pelaku kejahatan serius akan jauh lebih luas ilmu dan kemampuan berpikirnya. Lecter menjadi profiler dengan paket lengkap yang menarik karena kemampuannya bukan sekedar teori saja, ia sudah praktek berkali-kali. Baik praktek dalam memahami dan mengarahkan manusia, praktek dalam mencuci otak manusia dan praktek membaca pikiran penjahat. Ia bisa dengan mudah membedakan kebohongan fisik hanya dari tampilan, firasat yang muncul, mendeteksi suara dan mendeteksi masalah yang disebabkan oleh inner child. Berbicara dengan orang seperti ini lebih mengerikan.
Poin menarik dari film ini adalah The Silence Of The Lamb dirilis sekitar tahun 1991, artinya sejak saat itu kegiatan profiling di Amerika bukan hanya dilakukan untuk kepentingan kebaikan saja, profiling juga dilakukan oleh penjahat karena mereka mampu melakukannya. Teknik pengemasannya pun bukan cerita yang berfokus pada tim investigasi yang saling bekerja keras, tapi semua pihak berlomba-lomba dengan waktu yang sangat mepet.
Profiling di film ini tidak didasarkan pada gaya berpikir rumit dan penuh pertimbangan. Mereka bisa melakukan profiling sambil berjalan, tanpa membuat catatan khusus, sambil membaca berkas kasus dan sambil mengamati sekitar. Semua prosesnya terjadi sangat cepat, berkat kemampuan ini juga Clarice berhasil berinteraksi dengan dr. Lecter. Sekalipun ia merasa sangat ketakutan dan goyah, tapi Clarice tetap berhasil menangkap maksudnya. Ingatlah, ini adalah percakapan antara dua profiler, mereka berbicara dengan teknik masing-masing dan sambil menggunakan hasil profiling yang didapat. Sejauh ini, The Silence Of The Lamb termasuk film yang keren sih.
.png)
Post a Comment for "Sinopsis dan Review The Silence Of The Lamb, Belajar Profiling Langsung Dari Masternya"