Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis dan Review Aleph, Perjalanan Mencari 'Aku yang Sejati' dari Paulo Coelho

Sinopsis dan Review Aleph, Perjalanan Mencari 'Aku yang Sejati' dari Paulo Coelho
 Sinopsis dan Review Aleph, Perjalanan Mencari 'Aku yang Sejati' dari Paulo Coelho 


Penulis : Paulo Coelho

Penerjemah :  Rosemary Kesauly

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman : 315 halaman

Tahun Terbit : 2013


Arunika - Aleph termasuk salah satu buku Paulo Coelho yang berhasil menarik perhatian Arunika pada dunia spiritual. Aleph ini sebenarnya novel tapi diceritakan seperti catatan perjalanan yang ringkas dengan tempo lembat. Kalau kamu penggemar karya-karya Paulo Coelho setidaknya kamu mungkin tau kecenderungan tulisan Paulo itu seperti apa dan tema-tema tulisannya bagaimana. Ya kan?  Kalau Aleph adalah karya pertama Paulo Coelho yang ingin kamu baca dan kamu butuh sedikit gambaran isi dalamnya, kamu ada di halaman yang tepat. 


Sinopsis Aleph


Aleph bercerita tentang perjalanan Paulo dalam mencari “aku” yang satu, hingga menemukan konsep “aleph”. Paulo mempercayai adanya proses reinkarnasi, dan tidak menolak pertemuan kembali dengan orang dari masa lalu. Ia juga percaya bahwa setiap kehidupan yang dilalui oleh jiwa yang bereinkarnasi akan memberikan banyak pengalaman dan pelajaran hidup. Hanya saja perjalanan untuk membuka kembali ingatan masa lalu dan mengumpulkannya dalam satu wadah tidaklah mudah. Karena bisa jadi, orang yang paling kamu benci di masa lalu justru menjadi saudara atau pasanganmu di masa ini.

Lewat Aleph, Paulo mengajak kamu untuk mencari diri yang sejati, melepaskan keterikatan duniawi dan hubungan antar manusia. Pelajaran yang bisa diambil, bahwa setiap tindakan yang kita lakukan di masa lalu dan sekarang akan berpengaruh pada resonansi takdir di masa depan. 

Jika waktunya tiba, setiap jiwa akan berusaha mencari jawaban mengenai dirinya sendiri. Dalam masa pencarian, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk melepaskan. 

Apapun situasinya, siapapun yang harus ditinggalkan, kemanapun kaki melangkah, sejauh apapun perjalanan, dimanapun berada, dan kapan waktu yang tepat untuk berhenti, biarkan hati yang menuntun. Berikan ruang untuk hati berbicara dan membimbing. Percayakan pada hati, bahwa segala yang diciptakan untuk menjadi satu, akan selalu bersatu.


Review Aleph


Kalau baca sinopsisnya novel ini terasa agak berat ya. Memang begitu rasanya kalau kamu meresapi dengan rasa dan berusaha membaca penulisnya. Kalau kamu sekedar membaca tulisannya aja, mungkin sensasi yang didapat berbeda lagi. Apalagi ini novel fiksi, kamu bisa berpikiran kalau imajinasi Paulo pada dunia spiritual sangatlah besar dan ini novel imajinatif. 


Apa yang menarik dari buku ini adalah kamu akan membaca sesuatu seperti catatan perjalanan yang utuh. Bedanya, apa yang dijelaskan di buku ini bukanlah perjalanan yang bisa dipahami oleh semua kalangan. Ada banyak pro kontra yang muncul kalau pembahasannya dikaji lebih dalam, terutama keyakinan soal ketuhanan dan spiritualitas dari setiap agama. 


Tanpa mengurangi rasa hormat pada kepercayaan agama lain, Arunika berusaha mereview novel ini sesuai dengan apa yang tersaji di dalamnya. Semoga tidak di salah pahami ya, terutama bagi pembaca Arunika yang baik dan bijak. Tidak perlu melibatkan unsur-unsur sensitif yang nantinya justru menyebabkan perpecahan. Kalau sekiranya ada bagian yang mengganjal, bisa langsung baca bukunya dan review ulang. 


Baiklah, kesan pertama yang Arunika dapatkan ketika membaca buku ini adalah Arunika menjadi saksi perjalanan spiritual seorang penulis buku. Banyak konsep baru tentang kehidupan yang masih terasa asing. Sambil menyimak perjalanan yang ngga terduga dari Paulo, Arunika sekalian belajar kalau ternyata dunia nggak sesimpel itu. Ada banyak variabel yang membangun dunia. Kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan itu saling berkaitan. Manusia mungkin nggak sadar dengan tindakannya di masa lalu yang berefek ke masa sekarang dan masa depan. Pun dengan tindakan yang dilakukan hari ini efeknya di masa depan. 


Arunika juga sempat berpikir apakah para penulis buku itu dekat dengan kehidupan spiritual dan mereka memiliki kemampuan unik yang nggak dimiliki orang lain? Pertanyaan ini berlaku untuk semua penulis yang bukunya berhasil membahas tema-tema unik. Atau saking piawainya mereka dalam menulis, sampai pembaca pun nggak bisa membedakan ini pengalaman nyata atau fiksi. Rasanya sangat penasaran dan kagum pada semua penulis yang berhasil mencapai titik ini.


Untuk karya-karya Paulo, secara personal selalu berhasil menarik perhatian dan menjadikan kualitas fiksi tidak terlalu kosong. Apa yang ditawarkan Paulo di Aleph bukan perjalanan biasa. Sekilas memang seperti perjalanan kereta biasa, terutama bagi orang yang bergerak hanya untuk berpindah ke tempat tertentu. Tapi bagi orang yang jiwanya dipenuhi keinginan lain, perjalanan seperti ini terasa berbeda. 


Menurut Paulo, keterikatan manusia dengan semua aspek yang ada di dunia ini justru menjadi penghambat pertumbuhan jiwa. Terikat pada materi, harta, waktu, hubungan antar manusia dan hal duniawi lainnya tidaklah bagus. Semua ikatan duniawi ini bisa menjadikan manusia kehilangan arah dan lupa pada misi sejati yang telah ditetapkan saat ia lahir. Masalahnya untuk melepaskan semua ikatan itu tidaklah mudah. Sejak manusia lahir, ia sudah diajarkan untuk bergantung pada manusia lain dan dididik untuk selalu mengingat itu di dalam dirinya. 


Apakah cukup membaca novel ini saja sudah bisa menjadikan hidupmu lebih spiritualis? Tentu tidak dong. Membaca novel ini seperti membaca catatan perjalanan. Kamu akan melihat dan sedikit merasakan pengalaman Paulo di perjalanannya. Perasaan ini nggak ada hubungannya dengan perjalananmu. Tentu beda dong, dengar cerita perjalanan naik gunung dan pengalaman langsung saat naik gunung. Ini bukan perjalanan yang mudah. .


Pada bagian-bagian awal cerita, rasanya memang sangat menarik dan berkesan. Kamu bisa menikmati sambil berpikir apa yang akan terjadi setelahnya. Apakah ada portal dunia lain yang terbuka atau mereka akan kehilangan kesadaran. Tapi setelah habis setengah buku dan mulai masuk bab bab akhir, tempo cerita akan mulai terkesan lambat. Kamu mungkin akan merasa bosan dan terganggu oleh cerita yang kesannya kok gitu gitu aja. 


Secara kualitas pesan, tempo cerita ini nggak mengganggu tapi rasanya agak lambat dan bosan aja. Bahkan kalo kamu mau lompatin beberapa paragraf dan fokus pada percakapannya aja itu nggak papa. Poin-poin ceritanya bisa kamu simak dan simpulkan dengan sangat mudah.  Pokoknya nggak akan rugi karena pesan perjalanannya sudah kamu simak sedari awal. 

Itu aja review buku Aleph yang bisa Arunika share disini.. Terima kasih sudah menyimak sampai selesai. Jangan lupa baca bukunya dan baca juga artikel lainnya dari Arunika. Terima kasih.. 


Post a Comment for " Sinopsis dan Review Aleph, Perjalanan Mencari 'Aku yang Sejati' dari Paulo Coelho "