Sinopsis dan Review Arrietty, POV Kehidupan Manusia Dari Mata Manusia Kecil
Sutradara : Hiromasa Yonebayashi
Tahun Rilis : 2010
Genre : fantasi, petualangan
Rate : 8.5
Arunika - Halo semuanya, setelah sekian purnama Arunika nggak update tulisan akhirnya hari ini bisa update lagi. Kenapa kok hilangnya lama? Ada sedikit alasan teknis dan non teknis sih, yang penting sekarang Arunika sudah balik lagi dan siap sharing pendapat soal film, buku dan beberapa ide yang mungkin Arunika bisa bagikan di sini. Selamat datang kembali untuk kita semua, dan untuk Arunika juga.
Oke, untuk review film kali ini Arunika mau bahas sedikit soal film anak yang judulnya Arrietty, pernah denger nggak? Film ini sudah lama banget sih. Rilisnya pun sekitar 2010 lalu, kalo belum pernah nonton coba deh nonton. Arrietty merupakan film animasi garapan Studio Ghibli, studio ini termasuk studio besar di Jepang. Ada banyak banget karya Studio Ghibli yang bisa kamu nikmati bareng adek atau anak di rumah. Nontonnya dimana? Aplikasi streaming kan sekarang ada banyak to, kamu bisa cari di salah satunya.. Salah satu karya Studio Ghibli yang pernah Arunika Review itu ada Spirited Away, coba deh nanti mampir baca.
Arrietty ini menggunakan POV orang ketiga jadi nama tokohnya bakal sering kedengeran dan terngiang-ngiang di ingatan. Bagi Arunika, Arrietty termasuk film yang bisa memberikan sedikit suntikan perspektif menarik untuk dipelajari dan dikaji. Kalau ditonton oleh anak-anak, film Arrietty isinya tentang petualangan manusia kecil tapi kalau ditonton sama manusia dewasa, film ini menawarkan satu POV yang mungkin jarang kita sadari sebagai manusia “normal”. Penasaran nggak, apasih pesan moral yang Arunika dapet dari film Arrietty? yuk simak reviewnya.
Sinopsis Arrietty
Arrietty bercerita tentang petualangan Arrietty si manusia kecil yang tinggal dan bertahan hidup di rumah manusia normal. Manusia kecil ini bertahan hidup dengan cara ‘meminjam’ bahan-bahan dari rumah manusia. Arrietty hidup bersama ayah dan ibunya di bawah rumah nenek Sho. Mereka hidup dengan tenang sambil bersembunyi dari tangkapan mata manusia, tapi ketenangan ini berakhir ketika Arrietty secara nggak sengaja terlihat Sho yang baru datang dari kota.
Tepat setelah Arrietty terlihat oleh Sho, malamnya Arrietty bersama ayahnya datang ke rumah utama Sho untuk mengambil beberapa bahan pangan. Apesnya, Sho justru melihat aksi Arrietty dan dia mengatakan kalau tadi siang pun Sho melihatnya di halaman.
Kehidupan Arrietty dan keluarganya mulai agak terancam sejak malam itu. Ayah yang sadar kalau tempat mereka sudah nggak aman langsung bergegas cari rumah baru untuk tempat tinggal mereka. Di sisi lain, Arrietty justru merasa kalau Sho adalah manusia yang baik. Arrietty memang dilarang orang tuanya untuk bertemu, berinteraksi atau berkenalan dengan Sho tapi Arrietty merasa kalau semuanya akan baik-baik saja dan akhirnya dia tetap bertemu dan berkenalan dengan Sho.
Semenjak hari itu, hubungan pertemanan mereka mulai terjalin dengan cara yang unik. Ayah Arrietty yang mengetahui hal tersebut, langsung bergegas mencari tempat tinggal baru. Rumahnya sudah tidak aman lagi. Di sisi lain, Arrietty justru menunjukkan wujudnya pada Sho dan berpamitan secara halus. Sayangnya, menjelang kepindahan Arrietty masalah justru mulai muncul terutama karena keberadaan mereka sudah ketahuan manusia.
Usaha Arrietty dan keluarganya untuk bertahan hidup pun dimulai tapi Arrietty tidak sendirian, ia dibantu oleh Sho yang sejak awal memang ingin berteman dan melindungi Arrietty.
Kehidupan Manusia Kecil
Kehidupan manusia kecil terkesan lebih sederhana ketimbang manusia normal. Manusia kecil tidak berambisi untuk menguasai dunia, mereka hidup dengan alasan yang sangat sederhana yaitu untuk bertahan hidup. Pada dasarnya kebutuhan manusia kecil dan manusia normal memang berbeda, tapi bukan berarti manusia kecil tidak memiliki hasrat untuk menjadi lebih. Sebagai sesama manusia, harusnya manusia kecil pun bisa melakukan dan merasakan hasrat yang sama di kehidupan masing-masing, tapi faktanya nggak begitu. Mereka nggak punya obsesi khusus pada ketenaran, kekayaan atau kuasa, bagi mereka hal yang paling penting adalah bisa hidup dengan nyaman dan nggak terlihat manusia. Mereka ngga berupaya menambah jumlah populasi mereka yang sudah tinggal sedikit itu, Arrietty bahkan nggak tau selain keluarganya masih ada kehidupan manusia kecil lain apa nggak.
Kehidupan manusia kecil memang sangat sederhana. Ukuran mereka yang cuman sebesar semut hitam itu menjadikan kebutuhan hidup mereka ngga besar. Semua kebutuhan mereka serba kecil dan serba hemat. Mereka bisa bertahan menggunakan satu lembar daun salam untuk satu tahun. Menggunakan sayu kubus gula untuk satu hingga beberapa bulan. Apa yang mereka ambil dari dunia manusia sangat sedikit dan nggak akan terasa bagi manusia. Keberadaan mereka beneran nggak terasa apa-apa, tapi ternyata hidup sederhana dengan cara yang aman pun harus diupayakan baik-baik. Faktanya nggak semua manusia bisa menerima keberadaan manusia kecil, kalau kebetulan mereka bertemu manusia yang iseng maka tamatlah peradaban mereka.
Bagi manusia kecil, ruang bawah tanah yang tidak bisa dijangkau tangan manusia sudah cukup baik dan nyaman untuk tempat tinggal. Sama seperti manusia pada umumnya, mereka juga punya gambaran rumah ideal, punya harapan bagaimana sebuah rumah harusnya terlihat atau ditata, tapi bagi populasi manusia kecil keinginan seperti itu terasa terlalu mewah karena bertahan hidup dan bersembunyi dari manusia jauh lebih baik dan lebih penting ketimbang menunaikan hasratnya. Untungnya, mereka tidak membutuhkan space yang besar dan tidak membutuhkan banyak perubahan energi untuk mempertahankan kehidupannya. Cukup ambil seperlunya aja yang penting tetap nggak terlihat manusia dan bisa tidur dengan tenang.
Satu lagi, manusia kecil punya perspektif yang berbeda dari manusia normal. Celah kecil terasa seperti kesempatan bagi mereka, dan hal sederhana yang bisa dilakukan manusia terasa seperti hal berat yang membutuhkan banyak tenaga. Mereka bisa menyelinap atau nyelip dari satu lubang ke lubang lainnya dengan mudah, bisa lompat dari satu paku ke paku lain dengan mudah dan bisa piknik hanya dengan manjat ke jendela rumah manusia aja. Sulitnya adalah mereka ngga bisa ngelakoni pekerjaan manusia normal dengan mudah, ya namanya juga beda ukuran ya. Dimaklumi saja, toh manusia normal pun banyak yang ngga bisa ngelakoni pekerjaannya sendiri.
POV pemandangan terbaik yang Arunika lihat selama menonton film ini adalah saat Arrietty manjat ke kamar Sho dan dia ngeliat pemandangan di sekitarnya yang sangat luar biasa. Itu memberikan pengalaman pribadi yang keren bagi Arunika, ternyata tempat yang biasanya kita lewati dan rasanya biasa aja itu bisa berubah jadi sangat menakjubkan kalau dilihat dari ketinggian. Ternyata poin yang perlu diubah itu, dari mana objek itu dilihat bukan landscape nya karena pada dasarnya semua yang sudah diciptakan itu sempurna dan indah. Dan POV ini bagi Arunika berlaku untuk setiap aspek yang ada di kehidupan manusia. .
Review Arrietty
Baiklah, waktunya memberikan sedikit Review. Sejak awal Arunika sudah menyinggung soal POV Arrietty ya, karena POV nya memang menarik dan memberikan banyak insight baru bagi Arunika. Secara keseluruhan, Arrietty termasuk film sederhana yang rapi dan relevan untuk semua usia. Kualitas visualnya menarik dengan pewarnaan yang detail dan realistis. Mengingat film ini dibuat sekitar tahun 2010 lalu, nggak heran kalau kualitas visualnya sudah sangat nyaman dipandang.. Apalagi ini garapan Studio Ghibli yang notabene nya memang studio besar dan sudah punya banyak karya besar, pokoknya nggak perlu diragukan lagi ya, karya mereka memang fenomenal.
Hal menarik lainnya dari Arrietty ada pada judul filmnya. Film ini terasa semakin berhasil karena keberhasilannya dalam memilih judul yang tepat, Arrietty, singkat, padat, mudah diingat dan berkesan. Beda dengan anime Jepang yang biasanya judulnya dibuat pakai Bahasa Jepang atau menggunakan nama khas Jepang. Sebagai orang yang nggak bisa bahasa Jepang, penamaan seperti ini rasanya membantu banget lho. Kalo mau nonton lagi tinggal tulis, "Arrietty" dan saat mereview filmnya Arunika bisa inget nama tokohnya dengan mudah. Alasannya jelas karena nama Arrietty jadi mudah dikenang dan mudah diucapkan.
Mengingat target market film ini adalah anak-anak, sepertinya pemilihan judul dan nama tokoh utama disesuaikan dengan kemampuan menangkap anak. Hebatnya adalah, pertimbangan ini memang berdampak besar pada penonton di skala internasional.
Kalau dari segi ceritanya, Arrietty menyajikan alur cerita yang manis dan hangat. Mudah dipahami dan to the point. Sejak awal, kamu bisa menyimpulkan kalau cerita ini berkaitan tentang cara bertahan hidup. Fokus cerita pun jelas yaitu Arrietty. Tokoh ini memberikan banyak pelajaran tentang bertahan hidup yang bisa diikuti oleh para anak yang berada di usia yang sama dengan Arrietty, atau lebih tua dari Arrietty juga boleh.
Ada 2 pelajaran hidup yang tersirat dari film ini dan bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari,
1. Remaja adalah usia yang penuh rasa penasaran. Arrietty tau kalau orang tuanya nggak suka saat Arrietty terlihat manusia. Lebih ngga suka lagi kalau Arrietty sampe temenan sama manusia. Bagi orang tua keputusan itu cuman mendatangkan bahaya aja, tapi yang namanya remaja dengan keyakinannya yang kuat dan punya hasrat untuk meluruskan keadaan, apapun halangan dan larangannya pokoknya dipantang aja semua. Bukan membangkang, tapi memang sudah hormonnya begitu. Usia remaja itu usia yang serba penasaran. Ini fase yang mungkin bakalan dilewati semua orang, apalagi manusia normal.
Kelebihan fase remaja ini adalah ada banyak pengalaman baru yang bisa didapat. Kalau ternyata itu pengalaman yang baik, kamu bisa menikmatinya dan menyimpannya sebagai suatu kenangan masa kecil yang menyenangkan. Kekurangannya, fase ini mungkin terkesan agak membangkang ya bagi sebagian orang. Apalagi bagi orang tua. Salah-salah, malah fase ini bisa bikin luka batin yang sulit sembuh. Nggak bisa dipungkiri lho, jarang ada orang tua kayak orang tua Arrietty yang fokus ke celah dan jalan keluar masalah. Apalagi di kehidupan manusia normal, nggak gampang bisa bebas dari omelan orang tua yang berlebihan.
2. Jangan menilai orang dari cerita orang lain sekalipun yang cerita itu adalah orang tua sendiri. Orang tua memang lebih berpengalaman dan lebih mampu membaca resiko tapi bukan berarti orang tua bisa tau semuanya. Kalau Arrietty nggak nekat kenalan sama Sho dia nggak akan tau kalau Sho manusia yang baik dan ramah. Kalau Arrietty nggak kenalan sama Sho dia nggak akan bisa nemuin dan nyelamatin ibunya yang ditangkap bibi. Intinya jangan gampang percaya penilaian orang, ikuti kata hatimu karena jalan yang sama pun bisa terlihat berbeda saat dilalui orang yang berbeda.
Tapi perspektif ini bukan harga mati ya. Arrietty tetap fleksibel demi menjaga hubungan baiknya dengan orang tua. Saat orang tua Arrietty mengajaknya pindah rumah, Arrietty tetap nurut meskipun rasanya berat. Dua poin ini menunjukkan bagaimana Arrietty sebagai remaja yang lumrah juga dilakukan manusia. Saat kamu berada di titik harus memilih kata hati atau kata orang tua lebih baik turuti kata hatimu, asalkan itu dengan keyakinan yang jelas dan tidak merugikan kamu.
Secara keseluruhan, setiap unsur yang ada di film ini menarik dan nyaman dinikmati. Ceritanya yang sederhana memudahkan penonton belajar melihat sesuatu dari perspektif remaja perempuan yang sedang bertumbuh. Poin yang agak dilupakan oleh manusia adalah setiap anak punya perspektifnya sendiri. Jika kamu menghancurkan perspektif anakmu maka kamu telah menghancurkan dunianya.
Jangan berpikiran kalau anakmu membantah dan banyak penasaran itu adalah satu kesialan atau aksi pembangkangan. Di dunia ini nggak ada yang 100% benar atau 100% salah. Peran orang tua memang penting, justru karena perannya ini lah orang tua dituntut untuk beradaptasi secepat pertumbuhan anaknya agar toleransi dan kasih sayang yang diberikan tidak sembarangan atau fi salah artikan.
Sekian ya, terima kasih.
Post a Comment for "Sinopsis dan Review Arrietty, POV Kehidupan Manusia Dari Mata Manusia Kecil"