Sinopsis dan Review Drama He Is Psychometric, Drama Fantasi Misteri yang Ringan dan Lucu
Sutradara : Kim Byung Soo
Tahun Rilis : 2019
Genre : Drama, Fantasi, Misteri, Thriller
Rate : 8
Arunika - Pernah dengar apa itu psikometri? Drama He Is Psychrometric ini mengangkat sedikit konsep psikometri yang populer. Dulunya, mungkin kemampuan ini memang beneran ada tapi nggak tau pas jaman kapan dan mungkin sampai hari ini pun masih ada, tapi hanya untuk kalangan tertentu aja. Informasinya pun terbatas jadi ngga bisa sembarangan dibagikan.
Nah, di drama garapan Kim Byung Soo ini kamu akan diajak kenalan sedikit dengan konsep dan kemampuan psikometri. Apakah kemampuan ini beneran ada? Jawabannya ya hanya orang dari kalangan tertentu aja yang tau. Mungkin beneran ada, mungkin juga itu hanya khayalan manusia yang berharap 'seandainya punya kemampuan ini, maka…', paham kan maksudnya?
Ya, Terlepas dari eksistensi kemampuan ini beneran ada atau nggak, mari kita bahas drama yang sudah ada ini. Judulnya He Is Psychometric, berikut sinopsis dan reviewnya.
Sinopsis He Is Psychometric
He Is Psychometric adalah drama yang menceritakan tentang Lee Ahn dengan kemampuan psikometri yang tidak sengaja didapatkan saat kebakaran apartemen. Lee Ahn awalnya hanya anak biasa yang terkena musibah dan kebetulan mendapat kekuatan yang tidak biasa.
Semanjak memiliki kemampuan ini, Lee Ahn jadi punya pandangan berbeda soal hidup dan dunia di sekitarnya. Kemampuan psikometri ini membantunya melihat masa lalu melalui kontak fisik dengan seseorang atau benda yang ingin ia lihat riwayat sejarahnya. Dan berkat kemampuannya, ia sering diajak bekerja sama untuk menangkap atau mengungkap kasus kejahatan.
Kemampuan Lee Ahn memang menarik tapi ia masih belum mampu menggunakannya secara maksimal. Di kondisi yang masih belum sempurna ini, Lee Ahn secara tidak sengaja bertemu dengan Yoon Jae In seorang wanita yang menutup rapat akses ke masa lalunya. Yoon Jae In bukan orang jahat, dia hanya tidak ingin masa lalunya terungkap. Kisahnya lumayan menyedihkan dan dia tidak ingin membahasnya dengan siapapun.
Bersama Lee Ahn, Yoo Jae Ij, Kang Sung Mo dan Eun Ji Soo mereka menjadi squad penangkap dan pengungkap kejahatan yang handal. Secara bertahap, kasus yang diselesaikan menjadi semakin rumit. Kesempatan ini jugalah yang akhirnya melatih kemampuan Lee Ahn jadi lebih maksimal.
Review He Is Psychometric
Overall, sebenarnya ini drama yang lucu. Genrenya lumayan banyak dan selingan komedi romantis jadi yang paling menghibur di drama ini. Kalau dilihat dari konsep awalnya, He Is Psychometric ini terkesan sebagai drama yang agak tegang. Ada banyak aksi dan kejar-kejaran dengan waktu serta penjahat yang bikin ceritanya jadi mendebarkan, tapi ya itu tadi genre komedi romantisnya bikin drama terasa ringan dan menghibur.
He Is Psychometric menghadirkan aktor dan aktris berkualitas yang bisa menyegarkan mata. Pemilihan lead male dan lead female nya terasa pas, nggak maksa dan bikin penonton protes. Keduanya hadir dengan sisi frekuensi yang sama, jadi apapun yang dilakukan oleh keduanya terasa seperti kerja tim. MESKIPUN, sebenarnya ada beberapa poin romantis yang nyelip. Ya maklum lah yah witing tresno jalaran soko kulino. Apalagi kalo sak frekuensi, jalurnya jadi makin gampang dan lapang.
Untuk pengembangan cerita, Arunika ngerasa lebih nyaman nonton drama ini ketimbang drama sejenis yang dari Korea juga. Lupa judulnya apa, tapi kayaknya ada. Drakor memang identik dengan cerita 16 episode, untuk bisa sampai ke standar itu kadang cerita dalam drama sengaja dipanjang-panjangin dan kadang terasa agak mengganggu ya. Kek, adegan atau scene ngga penting pun ikut masuk. Untungnya di drama ini kamu bisa menikmati semua episodenya dengan gejolak emosi yang beda-beda, jadi kamu nggak akan bosen dan bakal bikin agak penasaran sedikit.
Untuk kamu yang tipe penonton to the point, mungkin akan merasa ada beberapa adegan di He Is Psychometric yang kalo mau diloncatin itu nggak papa. Tapi kalo kamu emang pure mau menikmati tontonan, He Is Psychometric cocok sih.
He is Psychometric memang drama lama, tapi drama ini tetap menghibur dan bisa mengurangi ketegangan pikiran lho. Nggak ada salahnya kamu nonton drama ini sekarang, kan tujuannya nonton untuk cari hiburan, menenangkan pikiran atau menikmati waktu. Nggak fomo soal drakor nggak papa, yang penting kamu terhibur, pikiran tenang dan siap beraktivitas kek biasanya lagi.
Unsur lainnya yang nggak kalah menarik dari Drakor adalah OST nya. Industri hiburan Korea itu sangat kreatif dan totalitas dalam berkarya. Makanya tiap kali rilis drama baru, OST baru rilis juga. Nah, dari segi OST, OST He Is Psychometric kayaknya nggak begitu dikenang orang ya. Kayaknya jarang ada soundtrack dari drama ini yang diputar ulang. Penghargaan untuk musiknya pun nggak ada.
Tapi, coba deh kamu dengerin lagunya. Vibesnya bikin hati terasa ringan lho, rasanya kayak bebas aja. Ringan, nggak ada beban, ngga ada tekanan. Kalo nggak salah, drama ini ada 5 ost, dengerin aja semuanya, terus share pendapat temen-temen ya.
Nah, kenapa He Is Psychometric termasuk tontonan yang recommended?
Ada banyak alasan sih, sebelumnya Arunika juga udah menekankan kalau drama ini ringan, menghibur dan ada unsur lucunya sedikit. Kalau disingkat, He Is Psychometric adalah drama yang hangat. Dari drama ini kamu bisa belajar kalau hal terpenting dari hidup ini adalah percaya pada diri sendiri dan orang yang disayang. Sayang nggak melulu soal kabar dan rasa sayang yang romantis, tapi juga rasa percaya dan gimana kepercayaan itu bisa mendorong kamu jadi versi lebih baik.
Untuk orang-orang yang punya kemampuan lebih layak Lee Ahn, tanggung jawab terbesarnya ada di kemampuannya itu. Gimana cara memaksimalkan kemampuannya dan memanfaatkannya di hal-hal yang baik. Tanggung jawab ini lebih besar dibandingkan orang yang ngga punya kekuatan. Minimal, orang kayak Lee Ahn pasti akan merasa bersalah kalau dia ngga bisa bantu orang lain padahal dia mampu. Apalagi kalau gagal bantuin orang yang dia sayang, makin besar rasa bersalahnya kan.
Dan, memaksimalkan potensi diri itu ngga mudah. Bahkan untuk satu skill saja, Lee Ahn sampe mimisan dulu. Bukan berarti kamu harus mimisan juga, kamu boleh pilih jalanmu sendiri, bisa muntah-muntah atau tipes. Bebas yang mana yang penting keluar dari zona nyaman dan proses ini memang bikin sekujur tubuh terasa nggak nyaman.
Poin ini berlaku untuk semua profesi, bakat, cita-cita, hobi atau pekerjaan. Untuk menjadi seorang profesional, kamu harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih dari sebelumnya dan lebih dari orang lain. Kamu ngga bisa jadi profesional dalam semalam. Mungkin kamu bisa jadi lebih baik dari hari kemarin tapi memastikan prosesmu bisa terus membaik dari waktu ke waktu bukanlah hal mudah. Ada banyak rasa ngga nyaman yang bakal kamu alami dan itu akan menjadi proses paling kamu rindukan saat kamu berhasil nanti.
Itu aja review singkat dari Arunika tentang drama He Is Psychometric ini. Nantikan review Arunika lainnya dan selamat istirahat..
Post a Comment for "Sinopsis dan Review Drama He Is Psychometric, Drama Fantasi Misteri yang Ringan dan Lucu"