Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film 2037, Tentang Wanita dan Hukumnya

 

Cover Review Film 2037

Sutradara : Mo Hong Jin

Tahun Rilis : 2022

Genre : Drama

Rate : 9


Arunika - 2037 pertama kali muncul saat Arunika lagi scrolling Tiktok dan nggak sengaja liat potongan adegannya. Jujur, film ini berhasil menarik perhatian Arunika sejak potongan video itu lewat. Arunika nggak kuat liat potongan adegannya yang pilu dan berat. Pas nonton rasanya malah makin berat dan bikin mewek. Hmmmm


Ada banyak banget hal yang bisa disoroti dari film ini dan Arunika nggak mau kehilangan kesempatan untuk mengulas filmnya. Rasanya sayang banget kalo film 2037 ini cuman dinikmati sebatas ceritanya yang sedih padahal ada banyak power menarik pendukung kisah 2037 yang bikin kisahnya bisa tersampaikan dengan jelas. Ketimbang bahas filmnya, Arunika lebih tertarik bahas isu perempuan yang disoroti Mo Hong Jin. Tapi Arunika tetap bahas review film kok, kan judulnya Review Film 2037, simak sampai selesai ya.


Sinopsis Film 2037


2037 bercerita tentang seorang pelajar muda cantik, ceria dan pintar yang tiba-tiba diperkosa oleh rekan kerja ibunya. Namanya Yoon Young, ia hanya tinggal berdua dengan ibunya yang tuna rungu. Suatu malam, saat pulang sekolah ia ternyata sudah ditunggu oleh rekan kerja ibunya ini. Dia dibekap dan diperkosa saat itu juga. Saat Yoon Young sadar, pelakunya masih ada di sampingnya dan ia sempat melakukan pembalasan sialnya pelakunya ini malah mati. 

Sejak kecelakaan yang merugikan Yoon Young dan menewaskan pelaku, kehidupan Yoon Young jadi berubah total. Ia dipenjara karena membunuh seseorang dan menjadi tahanan nomor 2037. Tak lama setelah putusan penahanan, Yoon Young mendapat masalah baru dan dinyatakan hamil. Putusan sidang sama sekali nggak berubah, ia tetap menjadi tahanan 2037. 


Tidak mudah bagi seorang pelajar muda dan ceria bisa menerima kehidupan barunya yang rumit ini. Tapi untungnya ia bertemu dengan para wanita kuat yang bersedia menjadi ibu, teman, kakak dan penjaganya. Kemunculan 2037 memberikan warna baru bagi penghuni sel itu karena kemalangan yang menimpanya mampu menarik empati dan simpati setiap pihak. Mereka saling bekerja sama untuk menciptakan suasana yang segar. 2037 yang awalnya ingin membunuh anaknya pun lambat laun bisa menerima keadaan. Tapi kisah ini berakhir dengan pengorbanan yang besar. 


Isu Wanita


Pembahasan wanita rasanya agak sensitif kalau dibahas agak mendalam tapi Arunika ingin menyenggol sedikit soal wanita yang dipandang lemah dan orang-orang yang memanfaatkan kelemahan wanita. Kasus pelecehan wanita  bukan hal baru lagi, di semua tempat dan di semua negara hal serupa mungkin ada dengan cara dan gaya mereka masing-masing. 

Di Indonesia, dulu sempat heboh soal wanita yang harus jaga auratnya biar nggak memancing lawan jenis. Ada juga yang bilang, wanita harus pintar jaga diri biar nggak salah pergaulan. Tapi jarang ada edukasi soal pria yang jaga kemaluannya, jaga pandangannya, jaga hasratnya, jaga otak dan pikirannya atau jaga mulutnya. 


Semuanya dibebankan pada wanita seolah-olah wanita adalah pusat dari segala masalah, terutama masalah seksualitas. Sampai akhirnya banyak kaum wanita yang menyuarakan kegeramannya, pendapatnya dan ketimpangan penilaian sosial seputar kasus pelecehan ini. 


Sesuai namanya, pelecehan pada wanita menjadikan wanita sebagai korban dan disaat yang sama edukasi untuk para korban terus digemparkan untuk meminimalisir kejadian yang sama terulang lagi. Rasanya kayak wanita dijatuhkan dua kali, setelah dijadikan korban dilanjutkan pula menerima hukuman atau arahan. Wanita tidak diberikan ruang untuk mengatakan kalau mereka adalah korban. Pun kepercayaan pada wanita rasanya sangat tipis. 

Pelecehan seksual ada banyak jenisnya, dari skala yang paling ringan sampai yang paling berat. Semakin berat jenis pelecehannya maka semakin berat juga hukuman yang akan diterima. Contohnya kayak di film 2037 ini, Yoon Young mungkin nggak sengaja membunuh pelaku. Ia melakukannya karena terlalu marah dan sedih melihat keadaannya. 


Tapi ujungnya malah Yoon Young yang harus menerima semuanya sendirian. Hukum negara menjatuhkannya, ia dianggap wanita murahan, nggak bisa lanjut sekolah lagi, harus mengandung dan melahirkan anak yang nggak pernah diharapkan.


Kalau dibilang itu kesalahan Yoon Young, rasanya itu penilaian yang terlalu berat. Jelas-jelas ia korban dari kejahatan kelamin yang nggak bertanggung jawab. Arunika ngga tau apa yang ada dipikiran para pelaku tindak kejahatan seksual seperti ini. Apakah mereka mengira wanita makhluk lemah jadi sudah selayaknya nggak akan melawan. Pun Arunika nggaa tau apa yang ada di pikiran para penegak hukum di film ini, gimana bisa korban ngga boleh membela diri. 


Kalau wanita dipandang lemah dan sengaja dijadikan target kejahatan seksual, kenapa banyak hukum dan penghakiman yang mengarah ke wanita padahal wanita lemah? Apa karena dipandang lemah jadi semua-semua diarahkan ke wanita agar wanita yang lemah tidak melawan? Kayaknya ada bias tekanan dan pemahaman disini. Tapi ya itulah wanita dan permasalahannya di film 2037. 


Review Film 2037


Reviewnya, wah pokoknya ini film yang berat sih apalagi untuk wanita. Ngeliat kehidupan wanita yang awalnya baik-baik aja, penuh warna, ceria tiba-tiba berubah drastis dan semuanya rusak cuman gara-gara laki-laki yang asal buang sperma itu rasanya hancur banget. Film-film kayak gini nunjukin kalo semua orang bisa hancur tiba-tiba, bahkan saat kamu nggak ngelakuin kesalahan pun kamu bisa jadi target. Hmmm dunia ini kejam sih. 

Dari ceritanya, Arunika suka banget meskipun berat dan harus banyak narik nafas selama nonton tetap aja kualitas ceritanya bagus. Di film 2037 kamu bisa liat gimana sesama wanita saling support dan mendukung sesamanya. Sebelumnya mereka mungkin ngelakuin kesalahan tapi empati mereka justru lebih kuat dan lebih baik ketimbang tahanan lain.


Pengembangan ide dan karakter di film ini terasa keren banget. Di mulai dari kehidupan biasa aja yang damai meskipun serba biasa tiba-tiba berubah sama sekali, bahkan untuk buka mata itu aja rasanya pasti takut banget. Semuanya digambarkan dengan baik dan matang. Kamu bisa merasakan kesedihan yang real, bukan sekedar akting dari tahanan 2037 aja. 


Selain itu ada juga kisah 2037 yang menyimpan semuanya sendirian. Poin yang menunjukkan kalau manusia itu makhluk 3 dimensi. Secara visual dia terlihat baik-baik aja, sudah mulai bisa nerima takdirnya dan bisa hidup bersosial dengan baik. Di tengah kehamilan yang ngga diharapkan itu, 2037 bisa bekerja seperti tahanan lainnya. Tapi ternyata, dibalik semua keadaan yang baik-baik aja itu ada sakit yang disimpan sendiri. 


Penggambaran cerita 2037 yang 3 dimensi ini berhasil menjadikan cerita terasa lebih hidup dan menyayat. Sejak masalahnya dimulai, semua sudah berempati pada kisahnya. Secara dramatis dibuat hancur lalu pelan-pelan bangkit, sampai akhirnya semua berpikir kalau dia baik-baik aja ternyata 2037 masih menyimpan luka. Ini penggambaran yang keren dan emosional banget sih.


Selanjutnya dari teknik pengambilan gambar dan warna. Film 2037 mengusung genre drama yang pergerakan kamera dan warnanya sangat bisa dinikmati. Ada beberapa angle kamera yang Arunika suka banget dan berkat sudut pengambilan yang pas, pesannya bisa tersampaikan dengan baik. Pertama, saat 2037 lari setelah dia tau kalo dia hamil. Adegan kejar-kejaran dan pintu yang ngga bisa kebuka itu kek ilustrasi dari masalah yang ada di hidup 2037, sekuat apapun usahanya buat kabur tetap aja ngga ada jalan. 


Kedua, saat semua tahanan yang satu kamar dengan 2037 menyiapkan hadiah buat si kecil. Di ruangan yang cuman sepetak itu, gambar yang dihasilkan bisa sangat dramatis dan menghibur. Kekuatan dari sesama wanita dan kejutan-kejutan kecil yang menghibur, semuanya bisa digambarkan hanya dengan pergerakan sederhana kamera.


Terakhir saat tahanan 2037 mau melahirkan, di detik-detik akhir sebelum semua orang tau kalo ternyata 2037 menyerah soal hidupnya. Pas 2037 turun tangga kesakitan karena sudah mendekati detik detik melahirkan, shot nya diambil dari bawah jadi menimbulkan suasana yang sulit banget. Ditambah lagi warnanya yang serba gelap, disitu cuman ada 2037 seorang. 


Endingnya, mungkin 2037 sudah merencanakan kepergiannya sejak awal karena itu dia menuliskan banyak surat cinta untuk teman-temannya di ruang tahanan itu. Tepat sebelum dia nggak sadarkan diri, 2037 sempat mengirimkan seluruh surat cintanya. Dan semuanya diterima dengan sangat baik. 2037 sampai akhir tetaplah seorang Yoon Young yang muda, polos dan ceria. Ia menunjukkan kebaikan dan perhatian yang baik pada semuanya. 


Nah, part yang bikin penonton sedikit berpikir adalah bagian penutupnya. Apa namanya? Bagian spin off film ini. Apakah Yoon Young hidup atau nggak itu nggak tau. Arunika liatnya,  kayaknya anaknya Yoon Young berhasil diselamatkan dan dirawat salah satu temannya yang ada di sel itu. Lalu satu teman lainnya yang sudah ngga punya keluarga lagi tinggal bersama ibunya Yoon Young. Jadi kayak saudara angkatnya Yoon Young gitu. 


Teori lainnya, spin off nya ini adalah kehidupan kedua Yoon Young jadi si anak kecil tadi itu adalah Yoon Young..Mana yang bener? Entahlah. Coba deh kamu share pendapatmu juga, Arunika tunggu ya.. 

Post a Comment for "Review Film 2037, Tentang Wanita dan Hukumnya"