Review The Rise Of Nine, Tentang Kebangkitan Nomor Sembilan dan Kemunculan Setrakus Ra
Penulis : Pittacus Lore
Penerbit : HarperCollins
Tahun Terbit : 2015
Kategori : Buku Anak, Fantasi
Arunika - The Rise Of Nine ini buku ketiga dari serial I'm Number Four, sejauh ini Arunika masih tertarik dan bisa menikmati bacaannya sampai tamat sih. Untuk kategori buku anak, serial ini lumayan enak dibaca karena ceritanya ngga berat, bisa melatih imajinasi dan cocok untuk semua usia khususnya kalau kamu termasuk penikmat cerita fantasi.
Di review sebelumnya, Arunika sudah bahas tentang POV yang dipakai Pittacus Lore untuk mengembangkan ceritanya kan, nah POV itu bakal kamu temui di buku ini juga. Bedanya kalau The Power Of Six menggambarkan kekuatan Enam yang beda dan powerfull di buku ini kamu akan terkecoh oleh banyak hal.
Arunika pun sempat kaget dengan pengembangan cerita yang lebih mengejutkan dari serial The Power Of Six. Nah, biar nggak spoiler di awal yuk mulai review nya.
Sinopsis The Rise Of Nine
The Rise Of Nine bercerita tentang perjalanan Empat dan Sembilan mencari dan melatih kekuatannya. Di tempat lain, ada juga Enam, Tujuh, Sepuluh dan cepan Sepuluh, keempat orang ini berjuang mencari nomor Delapan yang posisinya ada di India.
Perjalanan mencari nomor 8 bukanlah perjalanan yang mudah, selain harus berhadapan dengan pasukan mog mereka juga berhadapan dengan pasukan manusia pembelot yang menolak anggapan Delapan sebagai titisan Dewa Wisnu.
Delapan punya banyak kekuatan menarik yang menjadikannya dikagumi manusia, seperti berubah wujud, teleportasi, telekinesis dan terbang. Kebetulan saat Delapan berubah wujud jadi Dewa Wisnu, ada warga lokal yang melihat.
Kesalahpahaman ini yang menciptakan perpecahan di India. Tapi sejak pertemuan para Lorien, Delapan mulai menunjukkan identitas aslinya dan meminta para pengikutnya berhenti.
Di tempat ini Delapan mulai menunjukkan goa tempat mereka bisa berteleportasi ke beberapa tempat secara bersamaan serta lukisan yang berisi kisah mereka secara detail, termasuk soal kematian Delapan.
Sementara Empat dan Sembilan sibuk dengan temuan temuan baru yang ngga terduga. Empat dan Sembilan akhirnya bisa mengerti fungsi tab yang sebelumnya ditemukan di ruang bawah tanah rumah Sam. Sembilan juga menunjukkan perbedaan kekuatan, kedewasaan, kematangan emosional dan kekayaan yang sangat berbeda dari Empat.
Dari tab yang mereka nyalakan itu, mereka bisa melihat keberadaan Lorien lain serta tiga titik hijau yang posisinya saling berjauhan. Berkat tab itu pula, akhirnya seluruh Lorien yang sudah saling bertemu bisa berkumpul di satu titik, New Mexico.
Review The Rise Of Nine
The Rise Of Nine, kalau kamu baca judulnya kira-kira apa yang akan muncul di pikiranmu? Kalo Arunika, jujur ini bakal full of perkembangannya Sembilan dalam mengumpulkan dan melatih kekuatannya.
Sebelumnya di seri kedua, ada cerita soal Enam yang powerfull dan bikin pembaca ngerasa kagum banget sama karakter Enam. Arunika pikir, Sembilan bakal dibuat gitu juga tapi ternyata cerita di part ini agak bias.
The Rise Of Nine ceritanya nggak fokus pada perkembangan Sembilan. Karakter Sembilan memang kuat dan sudah powerfull sejak awal, kalo baca dari part awal sampe yang ketiga ini bakal terasa banget perbedaan karakternya.
Tapi karena ceritanya nggak fokus ke sembilan aja, edisi ini lebih nunjukin kisahnya Delapan. Dari penggambarannya, Delapan ini kayaknya sosok yang ramah, agak mudah bergaul dan mudah akrab sama siapa aja. Dia santai dan asyik dengan keramahannya sendiri.
Di luar itu ada Marina dan Ella yang masih kecil pelan-pelan mulai mengembangkan kekuatannya tapi tetap aja belum bisa sebaik Enam apalagi Sembilan.
Nah, kisahnya Sembilan justru ngga begitu menonjol disini. Perkembangannya nggak terlalu jelas karena emosi dan kekuatan sembilan udah lebih stabil daripada yang lain. Sembilan bisa ambil keputusan dengan pertimbangan matang, bukan asal jeplak aja kayak Empat.
Dari segi fasilitas, semua yang ada di rumahnya memang hal yang Sembilan miliki. Jadi itu bukan kebangkitan, Arunika sebagai pembaca cuman dikenalkan aja 'ini lho kehidupan Sembilan'.
Soal karakternya yang sering mengejutkan Empat, itu nggak mengejutkan sih. Memang Sembilan sudah matang dan dewasa aja, jadi apapun yang dilakukan sudah didasari dengan alasan yang jelas.
Di urutan bab ceritanya pun, The Rise Of Nine dimasukkan di bagian penutup, tepat saat semua Lorien berada dibawah kepungan Setrakus Ra. Mungkin ya, tapi mungkin ada teori lain juga.. Mungkin maksudnya kebangkitan Sembilan itu adalah kebangkitan kesadaran soal kekuatan mereka yang masih terbatas.
Sejak awal, para number yang sudah bisa bertarung itu mengira kalau mereka sudah siap melawan Setrakus Ra. Pertimbangan ini mereka miliki atas dasar niat sebagai pejuang, kayaknya. Mereka mikirnya cukup kumpulkan seluruh anggota, berlatih bersama lalu bunuh musuh mereka. Tapi ternyata nggak sesimpel itu.
Pikiran remaja yang muncul di pikiran mereka itu nggak salah, karena itu memang pikiran yang khas remaja. Sampai akhirnya mereka bisa berhadapan langsung dengan Setrakus Ra dan melihat perbedaan kekuatan mereka, barulah muncul kesadaran soal mereka yang belum siap.
Setrakus Ra banyak menyindir mereka juga. Sebagai musuh, alien satu ini justru seolah-oleh memberikan sedikit ruang bagi mereka untuk berlatih lebih giat. Bagi Setrakus Ra yang kekuatannya jelas lebih oke, bunuh mereka bertujuh langsung di tempat itu bukan hal yang sulit.
Tapi dia nggak ngelakuin itu, justru dia ngasih tau perbedaan kekuatan yang sangat besar di antara mereka itu butuh jembatan. Ia seolah ingin memberi waktu bagi para Lorien menyiapkan semuanya secara matang dan bertarung lagi kalau udah lebih siap. (Tapi pasti Setrakus Ra nggak sebaik itu kan ya).
Nah, kebangikitan yang dimaksud di judul novel ini mungkin kebangkitan kesadarannya Sembilan itu tadi. Setelah merasakan pertarungan langsung dan tau seberapa lemahnya mereka di depan Setrakus Ra, akhirnya mereka sadar kalau mereka belum siap.
Bahkan Sembilan yang paling diakui pun belum siap apalagi yang lain. Setrakus Ra sempat bilang, 'bahkan kamu yang katanya bakal jadi lawan paling menyulitkan pun, masih ngga ada apa-apanya' ke Sembilan, yang artinya semuanya memang belum siap.
Pikiran mereka yang cetek dan ngerasa kekuatan mereka sudah lebih baik dari waktu ke waktu itu ternyata masih belum ada apa-apanya. Mereka lupa fakta bahwa para tetua Lorien yang pengalaman dan kekuatan bertarungnya jauh di atas mereka pun kewalahan ngadepin Setrakus Ra dan pasukannya, apalagi mereka yang masih baru belajar.
Untuk novel ini, Arunika ngga bahas terlalu banyak hal teknis karena Arunika ingin menikmati ceritanya secara utuh aja. POV nya sama kayak yang Arunika jelaskan sebelumnya, ada 2 sudut pandang di 2 lokasi berbeda.
Akhir ceritanya mereka bertemu di satu titik dan berkumpul. Dari semuanya, kayaknya nomor 5 belum ada ya? Arunika udah coba nginget-inget kayaknya memang belum ada, atau Arunika lupa? Yang jelas buku selanjutnya yang bakal dibaca itu judulnya "The Fall Of Five", jadi mungkin ada kisah nomor 5 dan perjuangan mereka melatih kekuatan masing-masing. Pokoknya, mari baca aja.
Itu aja review yang bisa Arunika tulis dari buku The Rise Of Nine ini. Sejauh ini, Arunika masih sangat menikmati alur ceritanya yang penuh kejutan dan ngga bosenin.
Perspektif yang digunakan untuk menggambarkan cerita ngga sempit dan karena ada dua keadaan yang harus dijabarkan, pergantian lokasinya nggak mengganggu. Arunika bisa menikmati semuanya dan masih penasaran dengan perjuangan mereka yang masih belum berakhir.
Salam hangat untuk Pittacus Lore yang udah mengirimkan banyak surat menarik untuk kehidupan damai dan penuh sandiwara ini. Sampai jumpa di artikel Arunika lainnya.

Post a Comment for "Review The Rise Of Nine, Tentang Kebangkitan Nomor Sembilan dan Kemunculan Setrakus Ra"