The Cursed Dead Man's Prey, Tentang Dukun Cilik Korea Selatan VS Dukun Santet Indonesia
Tahun Rilis: 2021
Genre: horror, thriller, drama
Rate: 8
Arunika - Sepertinya drama The Cursed yang sebelumnya pernah Arunika bahas itu laris di pasaran ya? Sampe The Cursed bikin versi filmnya juga, The Cursed Dead Man's Prey.
Saat awal nonton, Arunika sempet nggak ngeh kalo mereka orang-orang yang sama. Dan lebih nggak nyangka lagi film ini ada dukun santetnya. Terlalu melokal nggak sih? Emang boleh semelokal itu? Berhubung Arunika udah selesai nonton ini, yuk simak review nya.
Sinopsis The Cursed Dead Man's Prey
The Cursed Dead Man's Prey bercerita tentang pembalasan seorang dukun santet asal Indonesia yang nggak terima anaknya mati jadi korban percobaan pengembangan obat. Totalnya ada 100 orang korban, dan seluruhnya dibangkitkan untuk melakukan misi pembalasan.Kasus ini melibatkan Im Jin He, Suaminya Im Jin He dan Seo Jin karena dukun santet itu percaya Lim Jin He adalah reporter yang tulus serta berdedikasi tinggi. Sebagai ancaman, dukun santet itu mengirim seorang mayat kepada Jin He untuk memberi tahunya kapan saja aksi balas dendam itu akan dilakukan. Dukun santet itu juga mengatakan, satu-satunya cara untuk mengakhiri teror ini hanyalah permintaan maaf yang tulus dari direktur penanggung jawab percobaan.
Masalahnya, teknik menggunakan dan mengendalikan mayat seperti ini masih terasa asing di Korea Selatan. Jadi banyak yang tidak paham dan bingung harus ngelakuin apa, termasuk para target yang disebutkan dukun tadi.
Untuk membantu penyelidikan Jin He, ia menemui seorang profesor yang menguasai ilmu simbol dan mitologi. Ada beberapa teori baru yang membantu penyelidikannya. Jin He sebenarnya sudah hampir menemukan tempat persembunyian dukun santet itu, tapi terhalang oleh pasukan mayat. Untungnya Seo Jin datang di waktu dan tempat yang tepat.
Pertarungan mereka berubah menjadi pertarungan dukun santet Indonesia dan dukun cilik Korea Selatan. Target dukun cilik ini bukan membunuh dukun santet tapi sekedar mengakhiri ritualnya agar suami Jin He bisa segera selamat. .
Review The Cursed Dead Man's Prey
The Cursed Dead Man's Prey, jujur waktu pertama kali nama Indonesia disebut Arunika langsung mbatin 'wah terkenal kali perdukunan Indonesia sampe dijadikan masalah utama di film ini'.Lanjut nonton lagi dan mbatin lagi, 'kayaknya dukun Indonesia lebih kuat dari dukun Korea ya'. Dan kayaknya praktek membangkitkan mayat cuman bisa dilakuin dukun Indonesia deh. Makanya si profesor itu sempet bilang, "cuman ada satu negara yang bisa ngelakuin ini, Indonesia".
Ini sekelumit pengantar cerita yang menarik dan unik sih. Dari banyak hal yang ada di Indonesia, topik perdukunan berhasil menarik perhatian warga mancanegara. Statusnya jelas pula, Dukun Santet, dengan kemampuannya yang luar biasa dan menakutkan.
The Cursed Dead Man's Prey menyajikan cerita investigasi misteri yang menggabungkan 2 pemahaman budaya, dari Indonesia dan Korea Selatan. Kalo dari segi cerita, nggak gagal sih. Susunan ceritanya bisa terdelivery dengan nyaman. Arunika sebagai warga Indo pun nggak merasa ada yang mengganjal dengan pengembangan ceritanya.
Kayak yang Arunika sebutkan di opening tadi, kemampuan dukun Indonesia memang ngga perlu diragukan. Bukan cuman masyarakat lokal aja yang percaya. Tapi untuk bisa ada di level yang sama kayak Dukun Santetnya The Cursed Dead Man's Prey ini nggak gampang. Level kemampuannya lumayan tinggi.
Selain itu, penempatan porsi dukun santet di film ini terasa pas dan soft selling. Jadi image nya sebagai musuh utama tetap terbangun tanpa perlu menempatkan ruang visual yang banyak. Bagaimanapun film ini tetap film Korea jadi harus tetap mengutamakan cerita dari sisi mereka. Dan ini menurut Arunika berhasil sih.
Selanjutnya, soal pengambilan gambar..
Katanya teknik pengambilan gambar untuk drama dan film itu beda, Arunika agak kurang awas soal ini. Poin penting buat Arunika adalah ceritanya bisa ditangkep apa nggak, apa yang mau disampein, pelajaran apa yang bisa diambil dan kenapa kejadian tertentu terjadi. Itu aja.
Kalo tiba-tiba ada gambar yang teknik atau hasil visualnya agak beda dari gambar lainnya, ya itu kadang terasa kadang nggak. Kebetulan di film ini ada satu part yang gambarnya keliatan kayak drama, yaitu pas mereka lari keluar dari rumah dan shoot diambil dari belakang. Entah cara larinya atau gambarnya, rasanya kek liat larinya Sooyoung dan Hyun Jae di drama Tell Me What You Saw. Cuman satu part itu aja dan nggak mengganggu, cuman terasa beda dengan gambar lainnya.
Eh, btw So Jin tampilannya jadi lebih gothic ya disini. Beda dengan visual dia sebelumnya yang kelihatan polos dan penuh rahasia, tampilannya sekarang terasa lebih hitam. Kalo diliat dari jejak perjalanan ritualnya, malah ngga ada unsur gothic sama sekali. So Jin berangkat ke Jepang dan China demi mengurus kemampuan spiritualnya biar bisa lebih terkontrol, dan di dua negara itu nggak ada unsur gothic nya. Penampilannya kayak berubah tanpa sebab, selera pribadi Arunika lebih suka So Jin yang dulu sih.Terakhir, ini soal wardrobe ya.. wardrobe Jin He di awal film berubah jadi kesan visualnya berubah juga. Arunika sempet nggak ngeh kalo itu Jin He, kirain cuman film yang kebetulan judulnya mirip aja. Ternyata ini masih satu univers sama dramanya The Cursed.
Tambahan, ada satu scene rawan yang bikin Arunika agak deg-degan sih..
Scene nya itu saat mereka bahas wardrobe si dukun santetnya dan sempet ada visualnya juga. Jujur, Arunika sempet kaget karena visual yang cuman sekilas itu kok kayak melambangkan agama tertentu. Apa ya, cuplikan visualnya tabrakan dengan statusnya sebagai dukun santet. Paham nggak?
Udah deg-degan aja Arunika pas nonton, khawatir kalo beneran sesuai kayak yang ada di pikiran Arunika, tulisan ini ngga bisa dibuat. Kan sayang udah setengah nonton. Dan untungnya itu cuman kekhawatiran aja sih. Saat dukun santetnya beneran ditampilin, dia ngga pake baju. Jadi filmnya aman dan nggak memecah suku serta agama.
Yaahh, itu aja review singkat dari Arunika soal film The Cursed Dead Man's Prey. Arunika sebenarnya pengen nonton film-film horor lainnya, terutama horor lokal tapi masih agak takut dan hatinya was-was. Jadi untuk sementara, film horor dipending dulu.
Terima kasih sudah menyimak sampai selesai, sampai jumpa di tulisan Arunika selanjutnya.

Post a Comment for "The Cursed Dead Man's Prey, Tentang Dukun Cilik Korea Selatan VS Dukun Santet Indonesia"