Tips Menulis Autobiografi Menarik untuk Tingkatkan Skill Menulis Kamu
Arunika - Autobiografi mungkin bukan hal asing tapi juga bukan hal familiar bagi sebagian kalangan. Kamu mungkin pernah belajar atau mendengar istilah autobiografi, tapi belum pernah kepikiran menulisnya kan. Sama, Arunika juga pernah mikir gitu, secara pribadi Arunika merasa ngga ada yang menarik dari kehidupan Arunika selama ini.Pikiran itu akhirnya berubah sejak Arunika memilih ide ini untuk ditulis. Jadi tulisan kali ini bukan sekedar tulisan untuk kamu baca tapi juga tulisan pengingat bagi Arunika soal pilihan hidup dan bagaimana cara memaksimalkannya. Baiklah, sebelum bahas tips menulis autobiografi menarik, Arunika akan tambahkan informasi singkat tentang apa itu autobiografi ya. Selamat membaca.
Apa Itu Autobiografi?
Ditilik dari asal katanya, autobiografi diambil dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri, bios artinya hidp dan graphein yang artinya menulis. Intinya sama seperti penjelasan sebelumnya, autobiografi adalah menulis catatan hidup sendiri.
Teknik menulis autobiografi pertama kali digunakan sekitar tahun 1809 oleh Robert Southey yang merupakan seorang penyair. Apakah itu karya autobiografi pertama? Sepertinya bukan, tapi ia tercatat sebagai orang pertama yang mengenalkan dan akhirnya bisa dipakai sampai hari ini.
Konsep penulisan autobiografi sudah ada sejak awal abad pertama masehi. Penemunya bernama Ovidius dengan bukunya yang berjudul Tristia. Lalu sekitar tahun 397 - 400 M, Santo Agustinus menuliskan teks berjudul Confesiones yang dikemas hingga 13 buku.
Kenapa menulis autobiografi bisa tingkatkan skill menulis? Karena menulis autobiografi menuntut kamu untuk menulis cerita hidupmu sendiri dengan semua ingatan, pengalaman dan pemahaman yang kamu miliki selama menjalani hidup. Mungkin nggak dipublish dalam waktu dekat tapi skill menulismu meningkat seiring bertambahnya jumlah halaman di autobiografi mu.
Beberapa contoh tulisan autobiografi untuk menambah referensi bacaan kamu ada Memoires De La Vie Privee De Benjamin Franklin karya Benjamin Franklin rilis tahun 1791 atau The Autobiography of Betrand Russell karya Betrand Russell yang dirlis 1951.
Ciri-ciri Autobiografi
1. Ada informasi yang hanya diketahui oleh penulis. Informasi ini biasanya ditulis secara gamblang dan detail.
2. Sebagai buku yang ditulis sendiri, autobiografi cenderung bernuansa positif. Beberapa tokoh politik juga menggunakan dan memanfaatkan metode ini untuk membangun citra publik.
3. Autobiografi biasanya berisi gagasan atau hal-hal yang jarang diketahui masyarakat, jarang dibahas atau jarang diakui. Jadi pembaca bisa mengambil pelajaran, hikmah, manfaat dari pemaknaan nilai hidup yang ada di dalamnya.
Struktur Penulisan Autobiografi
1. Judul Tulisan
Biasanya di judul tulisan itu ada nama tokoh yang dibahas, contohnya ada Benjamin Franklin tadi.2. Melampirkan Latar Belakang Keluarga
Latar belakang keluarga bisa berisi informasi singkat siapa keluarga dan peristiwa yang berkaitan dengan ide autobiografi yang akan ditulis.3. Menulis Latar Belakang Pendidikan
Sebagai tokoh yang menulis autobiografi sendiri, jangan sungkan untuk melampirkan riwayat pendidikan. Dimana pun sekolah yang kamu tempuh, tempat belajar yang pernah kamu pilih, tulis aja. Tempat-tempat ini punya kontribusi besar pada perkembangan mental dan pola pikir kamu.4. Riwayat Pekerjaan
Lampiran riwayat pekerjaan bisa dibahas secara singkat atau mendalam, tergantung pada apakah poin ini punya katerikatan dengan ide cerita autobiografi mu.5. Prestasi Selama Hidup
Sebagai buku catatan perjalanan bernuansa positif, memasukkan prestasi yang diperoleh selama hidup akan menjadikan tulisan autobigrafimu jadi lebih kredibel. Pemahaman atau informasi yang ingin kamu bagikan akan terasa lebih relevan. Pun seandainya ada pemakanaan atau pelajaran hidup yang ingin kemu selipkan, pembaca akan bisa mengakui itu dengan bukti prestasi yang tersedia.
Tips Menulis Autobiografi
Setelah memahami apa itu autobiografi, bagaimana strukturnya dan bagaimana ciri-cirinya, akhirnya pembahasan mengenai tips menulis autobiografi tiba. Langsung aja, berikut tips menulis autobiografi menarik yang bisa tingkatkan skill menulis.
Melalui gambaran roadmap hidup ini, kamu bisa memulai autobiografimu bukan dari tanggal kelahiran. Untuk menambah sedikit variasi tulisan, bisa cantumkan juga riwayat-riwayat lain yang berkaitan dengan peristiwa hidup kamu.
Setiap orang yang datang ke hidup kamu, datang dengan alasan tertentu. Kalau kemarin kamu merasa terpukul karena kedatangannya, cobalah tuliskan di autobiografimu mungkin kamu bisa menemukan alasan perubahan hidupmu berkat kelakuannya di masa lalu.
Saat kamu sudah mulai menentukan cerita apa yang kamu pilih, lanjut bikin draft naskahnya. Kalo bingung mau pilih yang mana, pilih yang paling berkesan atau paling berdampak dengan perkembangan hidup kamu.
Kamu ngga harus memilih cerita bernuansa ceria dan penuh suka cita aja, kalo cerita yang ingin kamu masukkan ke autobiografi kamu bernuansa gelap, juga nggak papa.
Fakta bahwa kejadian itu pernah terjadi dan menuliskannya ke dalam autobiografimu adalah bentuk penerimaan terbaik yang mungkin bisa kamu berikan untuk diri kamu sendiri.
Cara paling simple yang bisa kamu praktekkan adalah, tulislah seperti kamu sedang curhat ke temanmu. Kamu bisa menuliskan apapun yang ada di pikiranmu selama topik-topik tersebut masih berkaitan dengan roadmap dan cerita yan kamu pilih.
Jangan ragu untuk memasukkan perspektif personal, bagaimana cara kamu berpikir, bagaimana cara kamu memandang sesuatu, bagaimana cara kamu menyelesaikan masalah dan bagaimana tanggapan orang-orang di sekitarmu dengan cara-cara yang kamu pilih.
Semakin autentik perspektif dan gaya bahasa yang kamu pakai maka pembaca akan semakin mudah menyelami cerita hidupmu.
Jangan tempatkan kamu sebagai karakter yang hanya melakukan kebaikan. Tempatkan lah secara jujur, tentang siapa diri kamu dan bagaimana interaksimu dengan setiap orang. Apakah mereka menerimamu atau menolakmu?
Kedua hal itu bersifat sangat relatif karena itu berusahalah jadi karakter yang jujur di buku buatanmu sendiri.
Adaptasi membutuhkan imajinasi, tapi ingat kamu bukan menulis novel fiksi. Kamu butuh imajinasi untuk mengembalikan ingatanmu ke kejadian lampau. Dari usaha ini yang kamu butuhkan adalah semangatnya, agar autobiografimu hidup dan pembaca bisa merasakan semangatnya juga.
Narasi ini part yang satu tingkat lebih kompleks dari memilih cerita, mengindetifikasi karakter dan memilih gaya bahasa. Di part menulis narasi, kamu menentukan bagaimana struktur buku autobiografimu akan dibaca.
Kumpulkan data yang ada dan manfaatkan setiap kejadian yang sudah kamu pilih untuk menjadikan struktur buku dan susunan narasi lebih hidup. Ini tentang perjalananmu, buatlah semampumu yang penting kamu menikmati prosesnya.
Di dalam narasi ada beberapa hal yang bisa kamu cantumkan seperti, konflik, ketegangan, klimaks dan pemecahan masalah.
Mungkin ini akan sedikit mengganggu jadwal menulis kamu tapi kamu akan menemukan pemaknaan yang lebih dalam untuk tulisanmu juga. Bagaimana pun, autobiografi adalah cerita tentang hidupmu. Satu-satunya narasumber yang bisa memperkaya cerita hanyalah diri sendiri, lewat pemaknaan dan bukti-bukti yang ada.
Di setiap akhir bab kamu bisa menentukan tensi seperti apa yang cocok, apakah sedih, putus asa, gembira, menggantung, penuh harapan, menegangkan, teka-teki atau muram. Pilih salah satu dan kalau bisa pilih ending yang bikin penasaran soal bab selanjutnya.
Kalau nggak mampu melakukannya sendiri, kamu bisa hire jasa editor lepas untuk membantu kamu menyelesaikan naskah autobiografimu. Usahakan pilih editor yang kredibel ya. Pun kalo kamu nggak kenal editor yang pas, bisa pilih orang yang kamu kenal dan kamu percaya tapi mumpuni di bidangnya.
Kalau semua tahapan ini sudah selesai, langsung kirim ke penerbit deh. Semoga diterima ya.
***
Itu aja yang bisa Arunika bagikan tentang tips menulis autobiografi menarik untuk meningkatkan skill menulis kamu. Setelah membaca tulisan ini, Arunika berharap kamu punya sedikit semangat untuk menulis riwayat perjalanan hidup kamu ya.
1. Susun roadmap hidup kamu
Menyusun roadmap hidup atau peta hidup adalah untuk mengetahui dan memberikan data pasti tentang perjalanan hidup kamu dari satu titik ke titik lainnya. Roadmap hidup bisa berisi tanggal kejadian penting, momen atau peristiwa yang menjadi titik balik hidup kamu.Melalui gambaran roadmap hidup ini, kamu bisa memulai autobiografimu bukan dari tanggal kelahiran. Untuk menambah sedikit variasi tulisan, bisa cantumkan juga riwayat-riwayat lain yang berkaitan dengan peristiwa hidup kamu.
2. Lakukan identifikasi karakter
Karakter yang terlibat dalam autobiografimu pastinya sangat banyak, karena kamu sudah bertemu banyak orang. Dari banyak orang yang sudah kamu temui pilih karakter yang mampu menghidupkan alur autobiografimu. Coba deh jawab, siapa karakter yang berpengaruh dalam hidup kamu dan terlibat dalam roadmap yang kamu buat?Setiap orang yang datang ke hidup kamu, datang dengan alasan tertentu. Kalau kemarin kamu merasa terpukul karena kedatangannya, cobalah tuliskan di autobiografimu mungkin kamu bisa menemukan alasan perubahan hidupmu berkat kelakuannya di masa lalu.
3. Memilih cerita
Memilih cerita berkaitan dengan roadmap hidup tadi. Usahakan cerita yang kamu pilih ada di dalam roadmap pilihanmu, dan usahakan itu cerita yang menarik.Saat kamu sudah mulai menentukan cerita apa yang kamu pilih, lanjut bikin draft naskahnya. Kalo bingung mau pilih yang mana, pilih yang paling berkesan atau paling berdampak dengan perkembangan hidup kamu.
Kamu ngga harus memilih cerita bernuansa ceria dan penuh suka cita aja, kalo cerita yang ingin kamu masukkan ke autobiografi kamu bernuansa gelap, juga nggak papa.
Fakta bahwa kejadian itu pernah terjadi dan menuliskannya ke dalam autobiografimu adalah bentuk penerimaan terbaik yang mungkin bisa kamu berikan untuk diri kamu sendiri.
4. Gunakan gaya bahasa sendiri
Kamu nggak perlu khawatir kamu ngga bisa nulis atau semacamnya, tetap gunakan gaya bahasamu sendiri. Kenapa? Karena ini autobiografimu, akan semakin authentik kalau kamu bisa menulisnya dengan gaya bahasamu sendiri tanpa rekayasa.Cara paling simple yang bisa kamu praktekkan adalah, tulislah seperti kamu sedang curhat ke temanmu. Kamu bisa menuliskan apapun yang ada di pikiranmu selama topik-topik tersebut masih berkaitan dengan roadmap dan cerita yan kamu pilih.
Jangan ragu untuk memasukkan perspektif personal, bagaimana cara kamu berpikir, bagaimana cara kamu memandang sesuatu, bagaimana cara kamu menyelesaikan masalah dan bagaimana tanggapan orang-orang di sekitarmu dengan cara-cara yang kamu pilih.
Semakin autentik perspektif dan gaya bahasa yang kamu pakai maka pembaca akan semakin mudah menyelami cerita hidupmu.
5. Tidak perlu khawatir dengan pandangan orang
Pada dasarnya setiap orang akan menjadi protagonis dan antagonis bagi kehidupan orang lain. Kamu harus menerima fakta, bahwa kamu nggak melulu baik atau kamu nggak melulu buruk.Jangan tempatkan kamu sebagai karakter yang hanya melakukan kebaikan. Tempatkan lah secara jujur, tentang siapa diri kamu dan bagaimana interaksimu dengan setiap orang. Apakah mereka menerimamu atau menolakmu?
Kedua hal itu bersifat sangat relatif karena itu berusahalah jadi karakter yang jujur di buku buatanmu sendiri.
6. Adaptasi semangat yang pernah muncul
Ini mungkin agak sulit ya, apalagi kalo menulis autobiografi adalah pengalaman menulis pertamamu tapi anggap lah ini sebagai tantangannya. Bayangkan kejadian yang ingin kamu tulis itu lagi, apa yang kamu lakukan dan seberapa besar peranmu di dalamnya. Rasakan semangatmu yang pernah muncul saat itu dan tuliskan semuanya.Adaptasi membutuhkan imajinasi, tapi ingat kamu bukan menulis novel fiksi. Kamu butuh imajinasi untuk mengembalikan ingatanmu ke kejadian lampau. Dari usaha ini yang kamu butuhkan adalah semangatnya, agar autobiografimu hidup dan pembaca bisa merasakan semangatnya juga.
7. Mulai membuat narasi
Setelah mempersiapkan semuanya, mulailah menulis narasi. Take action!Narasi ini part yang satu tingkat lebih kompleks dari memilih cerita, mengindetifikasi karakter dan memilih gaya bahasa. Di part menulis narasi, kamu menentukan bagaimana struktur buku autobiografimu akan dibaca.
Kumpulkan data yang ada dan manfaatkan setiap kejadian yang sudah kamu pilih untuk menjadikan struktur buku dan susunan narasi lebih hidup. Ini tentang perjalananmu, buatlah semampumu yang penting kamu menikmati prosesnya.
Di dalam narasi ada beberapa hal yang bisa kamu cantumkan seperti, konflik, ketegangan, klimaks dan pemecahan masalah.
8. Beri jeda untuk refleksi diri
Ada kalanya saat kamu menulis autobiografi dan melakukan relfleksi diri, kamu akan menemukan satu nilai baru yang belum kamu pahami selama ini. Jadikan itu momen untuk ngobrol ke diri kamu sendiri, secara lebih khidmat.Mungkin ini akan sedikit mengganggu jadwal menulis kamu tapi kamu akan menemukan pemaknaan yang lebih dalam untuk tulisanmu juga. Bagaimana pun, autobiografi adalah cerita tentang hidupmu. Satu-satunya narasumber yang bisa memperkaya cerita hanyalah diri sendiri, lewat pemaknaan dan bukti-bukti yang ada.
9. Bagi dalam beberapa bab
Layaknya menulis buku bacaan, kamu juga harus membagi tulisanmu menjadi beberapa bab agar pembaca bisa menikmati autobiografimu layaknya membaca buku.Di setiap akhir bab kamu bisa menentukan tensi seperti apa yang cocok, apakah sedih, putus asa, gembira, menggantung, penuh harapan, menegangkan, teka-teki atau muram. Pilih salah satu dan kalau bisa pilih ending yang bikin penasaran soal bab selanjutnya.
10. Lakukan editing
Setelah semua prosesnya selesai, lakukan self editing terlebih dahulu. Kamu bisa menyeleksi kata apa yang harus diganti, kalimat yang harus ditambahkan atau adegan yang harus dihapus.Kalau nggak mampu melakukannya sendiri, kamu bisa hire jasa editor lepas untuk membantu kamu menyelesaikan naskah autobiografimu. Usahakan pilih editor yang kredibel ya. Pun kalo kamu nggak kenal editor yang pas, bisa pilih orang yang kamu kenal dan kamu percaya tapi mumpuni di bidangnya.
Kalau semua tahapan ini sudah selesai, langsung kirim ke penerbit deh. Semoga diterima ya.
***
Itu aja yang bisa Arunika bagikan tentang tips menulis autobiografi menarik untuk meningkatkan skill menulis kamu. Setelah membaca tulisan ini, Arunika berharap kamu punya sedikit semangat untuk menulis riwayat perjalanan hidup kamu ya.
Kalo saat ini kamu ngerasa belum ada hal yang harus ditulis, ya ngga papa, disusun dulu rencananya lalu realisasikan satu-satu. Nggak tau kapan autobiografimu akan terbit, semoga suatu saat ada buku yang bertuliskan namamu dan dibaca banyak orang sebagai salah satu alasan mereka tetap bertahan di kehidupan ini.
Semoga bermanfaat.







Post a Comment for "Tips Menulis Autobiografi Menarik untuk Tingkatkan Skill Menulis Kamu"