Tips Menulis Puisi Buat Kamu yang Mau Ikut Lomba Menulis Puisi
Arunika - Menulis puisi, penasaran nggak sih gimana caranya? Belakangan ini ada banyak lomba menulis puisi yang mulai seliweran di sosmed kan. Bukan cuman di bulan Oktober ini aja tapi hampir setiap bulan ada lomba menulis puisinya, pernah ngamatin nggak?
Situasi ini bikin Arunika agak penasaran sih. Arunika pengen tau struktur puisi yang baik itu gimana, kriteria penilaian puisi itu apa, terus ada nggak sih tips tertentu yang bisa dipake untuk bisa menang lomba puisi? Pastinya ada banyak yang udah bahas topik ini, karena itu Arunika akan bahas secara singkat, padat dan jelas ya.
Oke, berikut tips menulis puisi buat kamu yang mau ikut lomba menulis puisi versi Arunika.
Tips Menulis Puisi Buat Kamu yang Mau Ikut Lomba Menulis Puisi
Menentukan tema puisi atau mengikuti tema puisi yang sesuai lomba sangatlah penting. Menentukan tema puisi bisa bantu kamu mengetahui batasan-batasan jelas untuk topik puisi kamu. Semakin jelas tema yang kamu buat, akan semakin mudah untuk kamu menyusun subtemanya dan menentukan sudut pandang kamu di puisi ciptaan mu.
Nah, kalo tema lombanya sudah ditentukan kamu tinggal bikin subtema aja. Bikin sebanyak-banyaknya lalu diseleksi. Semakin spesifik subtema yang kamu pilih maka akan semakin jelas pembahasan puisi itu nantinya. Usahakan pilih sub tema yang paling kamu kuasai agar puisi buatanmu bisa lebih ngalir.
Pilih Sudut Pandang yang Akan Digunakan
Sudut pandang dalam puisi bisa menunjukkan posisimu sebagai apa di dalam puisi yang kamu buat. Sudut pandang ini bukan sekedar untuk mengobservasi aja ya, tapi juga untuk mengungkapkan siapa kamu. Sebagai penulis puisi, identitasmu yang tersirat termasuk hal yang menghidupkan puisi.
Contohnya, kamu akan menulis puisi tentang pohon. Kamu bisa menjadi ulat, daun, angin, manusia, ranting, burung, musim, matahari, akar, semut, ular, anak kecil, orang tua, penulis, pelukis, pemancing dan lain sebagainya. Paham kan? Sudut pandang ini akan sangat berpengaruh pada cerita yang akan kamu kemas dalam puisimu.
Riset yang Lengkap
Menulis puisi butuh riset? Jelas dong!
Namanya karya pastinya butuh pendalaman. Gimana kamu bisa mendalami karyamu kalo kamu nggak kenal sama apa yang akan kamu tulis?
Riset lengkap bisa dilakukan melalui berbagai cara, bisa riset online, riset dengan wawancara, riset literatur atau riset dokumentasi.
Kenapa riset diletakkan setelah sudut pandang? Ya agar risetmu jelas. Kalo kamu sudah tau sudut pandang yang ingin kamu pakai, otomatis kamu sudah punya gambaran informasi apa aja yang kamu butuhkan. Cara ini bisa bantu kamu lebih menghemat dan lebih efisiensi menggunakan waktu sih.
Bikin Judul Puisi yang Mampu Mewakili Keseluruhan Puisi
Mungkin ini agak rumit ya, karena jujur menentukan judul untuk Arunika selalu sulit. Apalagi judul untuk puisi yang bisa mewakili keseluruhan puisi.
Kenapa judul harus mampu mewakili keseluruhan puisi? Karena judul punya tugas untuk memikat pembaca. Sebelum orang baca puisi kamu, mereka bakal baca judulnya dulu. Dari judul ini, minimal mereka akan punya gambaran isi puisinya.
Nah, kalo judul puisinya nggak menarik atau judul puisinya nggak mampu mewakili keseluruhan isi puisi, kira-kira puisinya bakal dilirik nggak? Berat memang nentukan judul itu. Kalo nggak mampu bikin di awal, bikin di akhir aja. Setelah puisi jadi baru susun judulnya, tapi usahain isi puisinya nggak melebar ya.
Siapkan Kata Kunci yang Sesuai
Ternyata selain artikel SEO, puisi juga butuh kata kunci. Sekilas rasanya kayak, buat apa to? Gitu kan?
Ternyata ini penting dong.
Bedanya kalo di puisi, kata kunci ini adalah jiwa puisi yang kemunculannya diulang-ulang dengan tujuan meningkatkan keindahan puisi. Kata kunci bisa bikin puisi kamu lebih membekas bagi pembaca, lebih mudah diingat dan lebih berkesan.
Penyebutannya bisa diulang-ulang, bisa sekali sebut saja yang penting ada di posisi yang pas.
Padukan Berbagai Komponen Puisi
Apa saja komponen puisi yang perlu diperhatikan dan pertimbangkan? Ada tiga, yaitu kata, arti kata dan imajinasi.
Pada dasarnya puisi memang kumpulan permainan kata yang disusun secara rapi dan indah, untuk membentuk satu tatanan kalimat baru yang penuh makna.
Di dalam puisi, kamu bisa menggunakan kata-kata yang nggak pernah kamu gunakan sebelumnya. Boleh yang indah indah, boleh juga yang kasar. Tapi ingat, perpaduannya harus pas, nggak boleh terlalu njelimet agar jiwa puisimu bisa ditangkap pembaca.
Jadi bukan sekedar susunan kata-kata indah saja.
Gunakan Gaya Bahasa yang Mampu Melebur dengan Setiap Komponen
Gaya bahasa yang umum dipelajari di pelajaran bahasa itu disebut majas. Di Indonesia, ada banyak majas yang bisa kamu pilih untuk puisi mu.
Memilih majas yang tepat akan semakin membantu kamu menulis puisi dengan memperhatikan komponen puisi.
Kalo belum paham majas majas, kamu bisa belajar dulu dan masukkan dalam jadwal riset. Jadi kamu bisa riset objek sekaligus riset majas.
Susunan tipsnya nggak harus urutan, kamu bisa fleksibel menggunakannya yang penting dipake semua.
Gunakan Kepekaan Panca Indera
Tips ini sudah masuk ke tahapan menulis atau momen saat menulis. Beda dengan 7 tips sebelumnya yang fokus pada persiapan menulis.
Gunakan kepekaan panca indera karena kamu membutuhkan imajinasi yang kuat saat menjadi mata yang melihat.
Mungkin kamu nggak pernah jadi angin, nggak pernah jadi ulat atau kucing, tapi kamu bisa menempatkan diri dan dengan kemampuan panca indera yang kamu miliki. Bayangkan apa yang ada di hadapanmu dari sudut pandang yang kamu pilih. Rasakan gimana keadaan di sekitarmu dan bagaimana keadaanmu saat itu. Semakin spesifik keadaannya maka akan semakin mudah kamu menuliskan puisimu.
Libatkan Emosi dengan Kadar dan Taktik yang Pas
Melibatkan emosi mungkin bukan hal yang baru kamu dengar ya. Hampir di setiap pelajaran menulis puisi, tips melibatkan emosi selalu ada. Melibatkan emosi memang hal yang penting tapi itu bukan satu-satunya tips yang harus kamu kuasai.
Saat kamu melibatkan emosi pada objek yang nggak kamu kenali seluk beluknya, otomatis kamu hanya akan menggunakan emosi pribadimu aja.
Misalnya, kamu lihat pohon tapi kamu nggak menentukan perspektifmu, nggak tau pohon apa yang kamu lihat, nggak tau makna dan filosofinya, nggak tau berapa ukuran atau umurnya. Ya otomatis kamu akan menggunakan emosimu sebagai manusia yang melihat pohon. Udah gitu aja. Dan itu biasa.
Padahal kamu bisa eksplore lebih banyak dan tidak mengungkapkannya secara berlebihan, karena ternyata rasa penasaran yang disusun secara baik itu bisa menarik perhatian.
Tulis Puisi saat Kamu Siap Menulis
Menulis puisi bukan hal yang mudah, Arunika sangat sepakat soal itu karena itu Arunika menyarankan tulis puisi saat kamu sudah siap menulis.
Indikator kamu siap menulis bukan mood atau keinginan menulis ya. Kalo ingin jadi penulis profesional kamu menjadikan mood sebagai acuan indikator, jelas ini acuan yang salah sih.
Indikator kamu siap menulis adalah nomor 1-9 di tips menulis puisi yang Arunika ulas barusan. Kalo semuanya sudah siap, tapi kamu nggak nulis-nulis itu aneh sih. Kenapa? Karena semua informasinya sudah tersedia lengkap, kamu cuman tinggal nulis aja. Rasanya nggak mungkin kamu akan malas nulis kalo semua yang kamu butuhkan sudah ada di ujung jarimu.
Nah, itu aja tips menulis puisi untuk kamu yang mau ikut lomba menulis puisi versi Arunika. Semoga bisa membantu dan terima kasih.




Post a Comment for "Tips Menulis Puisi Buat Kamu yang Mau Ikut Lomba Menulis Puisi"