Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film Hidden Figures Tentang Orang-orang Pintar di Balik Layar

 

Review hidden figures

Sutradara : Theodore Melfi

Genre : Drama, Biografi, Sejarah

Tahun Rilis : 2016

Rate : 9.5


Arunika - Hidden Figures menjadi film yang banyak direkomendasikan setiap kali Arunika mencari rekomendasi film tentang wanita. Pastinya Arunika penasaran dong, karena hampir semua situs yang ada di page one Google masukin Hidden Figures di artikel mereka. Dan setelah Arunika nonton langsung, rasanya wah.. Wajar sih.. Paham kan. 


Nah, Hidden Figures ini bahas tentang tiga sekawan yang bekerja di NASA dan perjuangan mereka menunjukkan kemampuan masing-masing di posisi yang mereka miliki. Hidden Figures sangat cocok ditonton oleh kaum perempuan yang saat ini merasa insecure dengan kesempatan yang belum terbuka. Untuk review lengkapnya, simak tulisan Arunika sampai selesai ya. 


Sinopsis Hidden Figures


Review hidden figures
Hidden Figures bercerita tentang Katherine Johnson, Mary Jackson dan Dorothy Vaughan yang bekerja sebagai "komputer" manusia di Langley Research Center, NASA. Ketiganya adalah orang jenius yang sangat senang membaca angka dan menyelesaikan masalah. Sayangnya mereka adalah orang jenius keturunan Afrika-Amerika, jadi sepintar apapun, mereka tetap dibedakan dengan orang-orang berkulit putih di NASA. Hal ini menjadikan peluang kerja mereka sangat tipis, bahkan bekerja di NASA pun mereka harus berada di ruangan terpisah dengan toilet yang terpisah juga.
 

Tapi ini tidak menutup kemungkinan yang ada. Suatu hari, Mary Jackson dipanggil untuk menjadi engineer di tim inti penerbangan manusia ke luar angkasa. Tidak lama setelah itu Katherine Johnson dipilih untuk bekerja di tim inti yang mengurusi masalah perhitungan matematika. Hanya  Dorothy Vaughan yang belum ada kabar tapi dia nggak putus asa. Dorothy tetap bekerja sebagai pengawas di ranah yang ia miliki saat ini. 


Setelah pindah tugas, Mary Jackson bertemu dengan engineer lain yang mengagumi kemampuan analitik dan pemecahan masalahnya. Mary lantas disarankan untuk mengikuti kelas dan menjadi insinyur. Tentunya itu pilihan menarik untuk Mary tapi mengingat rasnya kurang diterima dan kesempatan belajarnya sangat tipis, Mary merasa tidak yakin dengan kesempatan itu. 


Di ruangan Katherine Johnson suasananya jauh lebih rasis, bahkan untuk menganalisis laporan yang sudah dibuat pun sangat sulit karena semuanya dicoret oleh rekan kerjanya. Kerja kerasnya yang pertama kali langsung dibuang ke tempat sampah karena hasilnya tidak pasti. Tapi itu tidak mematahkan semangatnya. Katherine terus menunjukkan kemampuannya dengan berbagai penolakan dan kegigihan, hingga akhirnya kesempatan pun terbuka.


Review Film Hidden Figures Tentang Orang-orang Pintar di Balik Layar

Review hidden figures

Film Hidden Figures ini bener-bener keren sih, ada banyak hal yang bisa kamu pelajari dari film ini. Perempuan yang menginspirasi yang datang dari tempat tersembunyi. 

Dari film ini Arunika ngerasa banget kalo diskriminasi itu beneran ada dan beneran kejam. Nggak peduli apapun posisinya dan seberapa pun pintarnya kamu, kalo kamu nggak berjuang diskriminasi yang kamu terima nggak akan berubah. Dari awal film sampe akhir, kamu bisa ngeliat banget diskriminasi di dunia kerja itu beneran ada. Ini sangat memotivasi untuk kamu yang ragu dan masih takut-takut masuk dunia kerja.


Bayangin aja, otak sama, kemampuan sama, analisis sama, cuman karena warna kulitmu berbeda kesempatannya jadi tipis banget. Tapi yang namanya kesempatan datangnya pasti di waktu yang tepat. 


Apa yang menarik dari film ini adalah ceritanya diambil dari kisah nyata. Bagaimana mereka berjuang dan berusaha menjadi yang pertama di bidang kerja yang mereka tekuni. Secara nggak langsung, mereka mengajarkan kamu kemampuan untuk berpikir positif dan terus memberikan yang terbaik di bidang yang kamu kuasai. Fokus pada masalah dan penyelesaiannya bukan mempermasalahkan segala aspek yang berkaitan. 


Review hidden figures

Secara umum, Arunika salut banget dengan pertemanan ketiga orang ini. Mereka berteman dan berjuang di jalur masing-masing.  Semuanya memberikan hal terbaik yang mereka bisa, di tempat mereka berpijak tanpa mencampuri atau menjatuhkan. Justru mereka saling support baik di lingkungan kerja, lingkungan sosial dan lingkungan pertemanan. 


Nggak tau sih, mereka beneran gitu apa nggak dulunya tapi mungkin pertemanan orang-orang jenius emang beda ya? Cara berpikir, kekuatan mental dan sistem pertahanan diri orang jenius pun sangat berbeda. Mereka sangat berorientasi pada pemecahan masalah dan inovasi. Mereka melakukan sesuatu untuk kehidupan seluruh ras, bukan sekadar kehidupan mereka aja. 


Pesan moral lainnya yang Arunika dapet dari film ini adalah, kalo kamu ngerasa kamu mampu dan bisa memberikan yang terbaik, maka tunjukkan dan buktikan. Pengakuan kemampuanmu nggak datang tiba-tiba, apalagi kalo kamu dari tempat yang dipandang sebelah mata, kamu belum punya nama dan masih baru di hadapan rekan-rekanmu, tugasmu lebih banyak. Jangan merasa lemah dan cepat menyerah, setidaknya sampe kamu bisa membuktikan kalo kapasitasmu lebih dari orang-orang.  


Arunika suka banget sih. 

Ceritanya semakin berkesan karena kejadiannya beneran terjadi. Beda gitu sensasinya, belajar dari orang yang berpengalaman dengan mendengar teori motivasi yang sekedar teori aja. Paham nggak?


Arunika nggak mau komentar soal teknik sinematografi atau pencahayaan atau editingnya. Sejauh ini, Arunika ngerasa semuanya bisa dinikmati, penggambarannya nggak berlebihan dan ada sudut sudut khas film jadul yang bikin filmnya terasa semakin hidup. Inget lho, meskipun Hidden Figures rilisnya 2016 tapi kan film ini menceritakan kisah orang-orang jenius di balik layar keberangkatan Colonel John Glenn. Latar waktu yang digunakan sangat jauh di belakang, ini lho keberangkatan pertama NASA ke orbit bumi. Percobaan yang mengerikan dengan pertaruhan nyawa. 

Review hidden figures

Hal yang bisa kamu simpan dan tanamkan baik-baik saat rasanya capek banget kerja adalah, secapek-capeknya kita masih lebih capek Katherine Johnson yang sudah mikir seharian tapi laporannya dibuang. Sudah ngalah lari 1km setiap hari cuman buat buang air, tapi masih disalahkan. Nggak boleh minum dari teko yang sama, padahal gelas yang dipake beda. 


Di dunia ini nggak ada alasan untuk berhenti belajar. Bahkan Mary Jackson yang seorang perempuan keturunan Africa-Amerika pun bisa menjadi wanita raa kulit hitam pertama yang mendapatkan gelar insinyur. Dia bukan hanya melampaui aturan atau melampaui laki-laki, Mary Jackson melampaui zamannya. Selalu ada cela untuk setiap kemauan. Jalannya pasti berliku dan panjang, tapi bukan berarti ngga bisa ditempuh. Syaratnya cuman satu, kamu harus yakin kalo jalur ini adalah yang terbaik. Seperti Mary Jackson yang percaya kalo menjadi insinyur adalah pilihan terbaik untuknya. 


Apapun situasinya, bersikaplah lebih tenang, sikapi dengan tenang dan biarkan logika mengambil alih. Mungkin bersikap tenang bisa membuatmu agak diremehkan memang tapi tetaplah jaga stabilitas emosi itu. Akan ada masanya, apa yang kamu usahakan dan perjuangan bisa menjadi kunci kesuksesan mu kedepannya. 

Review hidden figures

Terakhir,  jangan pernah lupakan teman-temanmu dan jangan naik pangkat sendirian. Kalo kamu punya kuasa untuk membawa seluruh tim mu, maka bawalah semuanya. Dari semua orang, kamu yang paling mengerti tim mu kerjanya bagaimana, polanya gimana, kemampuannya apa, kalo bukan kamu yang bawa mereka lalu siapa lagi? 


Dan jangan lupakan perlakuan orang padamu. Tetap bersikap baik tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. 


Untuk kekurangannya?  Nggak tau ini bisa disebut kekurangan apa nggak, tapi kenapa Katherine selalu lari-lari bawa berkas sebanyak itu? Kalo waktu yang dia habiskan di toilet nggak banyak, kenapa seluruh berkasnya dibawa? Itu bakal bikin lari terasa makin berat. Apalagi dengan sepatu haknya yang nggak nyaman untuk lari.


Kayaknya itu aja sih ulasan Arunika tentang film Hidden Figures ini. Kalo kamu belum nonton, mending nonton sekarang. Terima kasih.

Post a Comment for "Review Film Hidden Figures Tentang Orang-orang Pintar di Balik Layar"