Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenalan dengan Max Perkins Editor Charles Scribners Sons Publishers and Booksellers

Max Perkins
Arunika - Bekerja sebagai editor sastra tentu bukan hal yang mudah di jaman sekarang, mungkin di era Max Perkins jadi editor pun nggak mudah. Faktanya selalu ada tantangan yang muncul di setiap zaman untuk setiap jenis pekerjaan, dan Max Perkins berhasil menjadi editor kenamaan di eranya. Dia berhasil menemukan bakat-bakat terpendam dari para penulis yang namanya terkenal sampai hari ini.

Bagi golongan awam seperti Arunika, nama Max Perkins terasa kurang familiar. Arunika pertama kali tau kontribusinya sebagai editor sastra sangat besar setelah menonton film Genius. Film itu juga yang mengenalkan Arunika pada Tom Wolfe, Max Perkins dan hubungan penulis - editor yang jarang diungkap ke media.

Di artikel sebelumnya, Arunika sempet bahas siapa itu Tom Wolfe dan karya-karnya. Nah, di artikel ini mari kenalan dengan Max Perkins dan pekerjaannya ya.

Siapa Max Perkins?

Max Perkins punya nama lengkap William Maxwell Evarts, lahir 20 September 1884 dan wafat pada 17 Juni 1947. Max terkenal berkat profesinya sebagai editor buku Amerika berhasil mengantarkan Ernest Hemingway, Tom Wolfe dan penulis besar lainnya hingga panggung sastra dunia. Ketajaman dan ketelitiannya dalam mengedit tulisan dan menemukan penulis berbakat didukung oleh background pendidikan yang mumpuni.

Max Perkins pernah bersekolah di St. Paul's School lalu melanjutkan study nya di Harvard University jurusan Ekonomi. Jurusan awalnya memang nggak sesuai dengan karirnya tapi persiapan yang dilakukan untuk terjun ke bidang sastra cukup besar. Ia dibimbing langsung oleh Charles Townsend Coperland seorang profesor sastra di Harvard University, penulis dan penyair.

Max Perkins

Awal Karir Max Perkins

Max Perkins tidak langsung menjadi editor, ia awalnya seorang reporter yang bekerja di bawah New York Times. Lalu pada 1910 Max mulai bergabung dengan Charles Scribner's Sons atau Penerbit Scribner's. Di kantor ini posisi pertama yang dipegang Max adalah manajer periklanan.

Penerbit Scribner's termasuk salah satu penerbit terbesar Amerika kala itu. Salah satunya ada Henry James. Kehadiran Max di posisi Editor memberikan ruang bagi Max untuk menemukan penulis baru yang berbakat. Max sangat giat mencari penulis baru yang potensial menurutnya. Pencariannya ini membuahkan hasil saat Max mengedit tulisan F.Scott Fitzgerald dan merilisnya menjadi penulis baru.

Scott memang penulis hebat tapi tulisannya nggak sebaik itu saat pertama kali masuk meja editor. Dari sudut pandang penerbit,  The Romantic Egotist, tulisan pertama Scott tidaklah menarik. Max satu-satunya pihak di Scribner's yang merasa tertarik pada tulisan itu dan mereka bekerja sangat keras untuk bisa menghadirkan tulisan yang bisa diterima penerbit. Lalu pada 1920, Max berhasil merilis karya lainnya dari Scott berjudul The Side of Paradise.

 Rilisnya buku ini dianggap sebagai awal babak baru dunia sastra Amerika yang digawangi oleh Max. Karya Scott lainnya yang berhasil di mata dunia dan nggak lepas dari campur tangan Max ada The Great Gatsby, yang udah baca bisa share reviewnya ya.

Nah, pertemuan pertama Max dengan Scott ini berhasil mempertemukan Max dengan penulis Ernest Hemingway.  Lewat Max, Ernest berhasil merilis novel pertamanya berjudul The Sun Also Rises yang dirilis sekitar tahun 1926. Rilisnya novel ini memicu banyak komentar di antara rekan kerja Max, bahkan kejeliannya sebagai editor dipertanyakan karena bersedia merilis karya Ernedt Hemingway. Dan hebatnya semua komentar itu berhasil terbantahkan oleh karya-karya Ernest yang populer di pasaran. A Farewell to Arms karya Ernest lainny bahkan berhasil menduduki posisi pertama dalam daftar buku terlaris Amerika.

Cerita Max Perkins dan Tom Wolfe

Tom Wolfe hadir membawa tantangan baru bagi hidup Max. Berbeda dengan penulis pada umumnya, Tom Wolfe memiliki sisi artistiknya yang agak sulit dikendalikan. Wolfe punya kecenderungan menuliskan banyak hal dalam satu karya. Profesionalitas kerja Max sangat dibutuhkan saat menghadapi Wolfe. Bahkan di novel pertamanya, Max harus menyunting sekitar 90 ribu kata dari tulisan Wolfe agar karyanya bisa diterima penerbit.

Karya pertama Wolfe sukses besar, lalu ia kembali menulis lagi dengan jumlah kata yang jauh lebih banyak. Max dan Wolfe sempat beradu pendapat soal jumlah kata dalam satu karya ini, tapi akhirnya mereka bisa mencapai kesepakatan umum terkiat hal tersebut.  Buku keduanya sukses lagi dan ia sangat berterima kasih pada Max, tapi beberapa saat kemudian muncul intrik yang mengacaukan pertemanan mereka. Katanya, Wolfe merasa sangat marah karena kesuksesannya disebut-sebut karena Max bersedia membaca tulisannya. 

Kesuksesan Max sebagai editor besar berkaitan dengan kesuksesan tiga penulis ini, tapi karirnya nggak berhenti di tiga penulis ini aja. Selama masa kerjanya sebagai editor, Max bekerja dengan banyak penulis dan berhasil menemukan beberapa penulis baru yang siap meramaikan panggung sastra Amerika di awal abad 20.

Max Perkins dan Kehidupannya

Terlepas dari statusnya sebagai editor besar yang berhasil menemukan banyak bakat tersembunyi, Max Perkins terkenal sebagai seorang pria yang sopan dan penuh perhatian. Max Perkins juga sangat peka menilai kemampuan seseorang. Keterlibatannya dalam dunia sastra Amerika sangat besar karena berkat penilaiannya yang akurat dan tajam, ada banyak nama yang berhasil di bidang sastra.

Max Perkins bukan editor biasa. Ia memang mengerjakan pekerjaan layaknya editor yang mampu mengulik teks hingga layak dipasarkan. Tapi ketelitian dan ketajamannya sangat terstruktur. Ia disebut-sebut sebagai editor dengan struktur sempurna. Max bisa menilai bakat terpendam pada jiwa penulis, ia bisa mengarahkan dan memberi saran pada penulis dan mampu menggali skill yang bahkan nggak diketahui penulis itu sendiri .

Itu aja yang bisa Arunika share soal Max Perkins dan kejeniusannya dalam memilih dan menemukan penulis berbakat. 
Terima kasih.

Post a Comment for "Kenalan dengan Max Perkins Editor Charles Scribners Sons Publishers and Booksellers"