Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenalan dengan Tom Wolfe Si Penulis Muda di Film Genius

Tom Wolfe

Arunika - Sebelum kenalan dengan Tom Wolfe, boleh lho baca review film Genius yang Arunika tulis kemaren. Di film ini ada dua tokoh hebat yang ingin Arunika kenalkan, tapi nggak bisa dibahas langsung karena Arunika inginnya begitu.

Di perkenalan tokoh kali ini, Arunika akan memaparkan siapa itu Tom Wolfe, riwayat hidupnya dan karya-karyanya. Kenapa Tom Wolfe duluan yang Arunika bahas? Karena semangat menulis Tom Wolfe yang digambarkan di Film Genius, terasa agak berbeda. Arunika ingin mengulik sosok ini dengan harapan, semoga semangatnya bisa menular dan menjadikan Arunika nggak gampang patah nyerah. Simak sampai selesai ya.

Siapa Tom Wolfe?

Tom Wolfe punya nama lengkap Thomas Clayton Wolfe. Lahir di Asheville, North Carolina pada 3 Oktober 1900 dan meninggal pada 15 September 1938. Kalo di filmnya, Tom Wolfe ini meninggal karena ada penyakit yang bersarang di otaknya. Ia penulis fiksi terkenal Amerika yang meramaikan sastra Amerika bersama Ernest Hamingway dan F.Scott di awal abad ke 20 M.

Beberapa karya Tom Wolfe yang berhasil dirilis ada Look Homeward, Angel, lalu ada of Time and The River, You Can't Go Home Again, The Web and The Rock. Selain sederet karya ini, Wolfe juga terlibat dalam banyak penulisan cerita pendek, drama dan novella. Keunikan Wolfe ada pada kemampuannya yang mampu memadukan tulisan original dengan gaya bahasa puitis, impersonik, otobiografi dan rhapsodi yang akhirnya bisa menarik perhatian Max saat membaca karyanya di meja editor.

Sebagai seorang penulis muda, Wolfe punya background pendidikan yang lumayan menjamin. Ia alumni University of North Carolina dan Harvard University, yang mana kalo dilihat dari standar pendidikan kedua kampus ini cukup untuk membantu Wolfe mengembangkan logika berpikirnya dalam pengembangan sastra US.

Apa yang bisa ditemukan dari karya-karya Tom Wolfe?

Tom Wolfe
Wolfe mulai aktif menerbitkan tulisan sekitar tahun 1920 - 1940, dua tahun setelah kepergiannya. Dalam priode yang singkat itu, lewat tulisannya Wolfe berhasil membingkai budaya dan adat istiadat Amerika dengan perspektif yang sensitif.

Keunikan Wolfe yang mampu memadukan banyak gaya bahasa tadi menjadikan karya-karyanya abadi. Bahkan, Max yang sejak awal sudah menemukan bakat terpendam Wolfe mengatakan bahwa Wolfe penulis yang berbeda. Komentar serupa juga disampaikan oleh William Faulkner, katanya Wolfe ini penulis penulis terhebat yang ada di zamannya dan mungkin ngga akan ada penulis lain yang bisa menandingi kemampuan Wolfe.

Sebagai tokoh berpengaruh di dunia sastra US awal abad 20, Tom Wolfe menjadi panutan banyak penulis besar lainnya. Dua penulis yang terinspirasi dari karya-karya Wolfe ada Ray Bradbury dan Philip Roth. Karya paling fenomenal yang menjadikan Wolfe banyak diikuti orang adalah tulisan fiksi otobiografinya, saat itu ia adalah penulis pertama yang berhasil menerbitkan karya dengan konsep fiksi otobiografi. Dan berkat keikutsertaannya di dunia sastra US, Tom Wolfe berhasil menjadi salah satu penulis paling berpengaruh untuk sastra modern US serta penulis paling terkenal di Carolina.

Bagaimana perjalanan karir Wolfe sebagai penulis?

Tom Wolfe
Karir Wolfe sebagai penulis tidaklah semulus jalan tol. Ia juga pernah mengalami penolakan-penolakan dan harus bepergian dari satu kota ke kota lain untuk terus mengembangkan tulisannya dan menjadikan tulisannya lebih baik.

Tulisan Wolfe untuk drama panggung pernah ditolak dengan alasan terlalu panjang. Wolfe lantas berpikir kalau tulisannya lebih cocok sebagai tulisan fiksi ketimbang drama panggung. Lalu sekitar 1924, Wolfe berkunjung ke beberapa negara Eropa untuk melanjutkan tulisannya, beberapa negara yang ia kunjungi ada Swiss, Prancis dan Italia.

Perjalanan pulang pergi Wolfe terjadi sekitar 1924-1926, di perjalanan yang kedua ini Wolfe mulai menulis novel fiksi otobiografi pertama yang berjudul 0 Lost. Novel ini berisi biografinya sendiri, peristiwa di dalamnya di angkat dari kisahnya sendiri dengan karakter-karakter nyata yang ada di sekitarnya. Bedanya, Wolfe hanya mengganti nama asli setiap tokoh dan mengganti nama kota untuk lokasi novel. Panjang novel ini sekitar 1.100 halaman dengan total kata 333.000 kata. (Panjang banget kan!)

Novel ini hadir dengan gaya yang lebih eksperimental dibandingkan karya Wolfe lainnya. Iya, ini bukan novel pertamanya tapi ini novel fiksi otobiografi pertama di Amerika saat itu. Wolfe menerima tulisannya diedit dan harus dibuang beberapa bagian untuk menjadikan tulisannya lebih fokus pada kisah satu tokoh. Berkat proses editing yang panjang dan teliti inilah, 0 Lost berhasil hadir sebagai buku dengan gaya penulisan baru yang fenomenal.

Setelah terbitnya buku ini, Wolfe masih terus bepergian ke beberapa negara Eropa. Ia bahkan sempat tinggal lama di sana karena popularitas bukunya yang baik. Layaknya karya besar lainnya, pujian pada karya Wolfe diikuti juga oleh cercaan dan kritik pedas. Proses ini dialami Wolfe di Amerika, pun hubungannya dengan editornya tidak terlalu baik karena Max melakukan pengeditan yang sangat ketat pada tulisannya.

Akhir perjalanan karir Wolfe layaknya pesawat terbang yang mulai mendarat. Ada sedikit tekanan dan turbulensi di dalam tapi pendaratan tetap berhasil dilakukan secara sempurna. Saat kehidupan Wolfe berakhir, ia mulai dikenal sebagai penulis besar yang memberikan pengaruh pada perkembangan sastra Amerika.

Hal yang bikin Arunika merasa Wolfe penulis keren ada dua, pertama keberaniannya dalam menghadirkan gaya tulisan baru di ranah sastra Amerika. Kedua, kekuatan tekad yang berhasil menjadikan Wolfe penulis besar meski sudah ditolak berkali-kali karena tulisannya yang eksperimental.

Jadi kesimpulannya, semua tulisan itu bagus saat ia menemukan pembaca yang tepat. Untuk tulisan Wolfe, ia ditemukan oleh Max Perkins yang peka pada keunikan gaya bahasa Wolfe meski sangat eksperimental. Kalo tulisanmu hari ini masih ditolak,  artinya bukan tulisanmu yang tidak layak tapi kamu masih belum menemukan pembaca yang tepat.

Sedikit kutipan dari Thomas Wolfe,
"Make yout mistake, take your chances, look silly, but keep on going. Don't Freeze Up."

Sekian,
Terima kasih.

Post a Comment for "Kenalan dengan Tom Wolfe Si Penulis Muda di Film Genius"