Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review The Fate of Ten karya Pittacus Lore

Review the fate of ten
Penulis : Pittacus Lore

Tahun Terbit : 2015

Genre : Drama Fantasy

Rate: 8

Arunika - The Fate of Ten hadir sebagai jembatan penghubung The Revenge of Seven menuju perang. Ada banyak hal baru yang disampaikan buku ini dengan perkembangan mental yang agak menyakitkan.

Saat membaca judulnya, Arunika mengira Ella si Nomor 10 bakal jadi korban lainnya kayak nomor 8 atau bakal hidup sesuai visi yang pernah mereka lihat sebelumnya. Ya intinya, Ella bakal jadi bagian dari Setrakus Ra dan ikut menginvasi bumi, bukan karena dia mau tapi karena diatur Setrakus. Bayangan awalnya gitu, tapi ternyata cerita di buku ini lebih lika-liku lagi.

Arunika mulai ya reviewnya.

Sinopsis The Fate of Ten

The Fate of Ten bercerita tentang nasib Ella yang menjadi cicit Setrakus Ra. Ia disayangi sekaligus dimanfaatkan oleh Ra. Untuk menjaga nyawa Ra tidak terancam selama masa invasi, dia mengikat Ella dengan mantra yang membuat mereka terhubung. Jadi kalo Setrakus Ra terluka mala Ella akan terluka juga. Hal ini menguntungkan Ra karena ia tau, para garde tidak mungkin membunuh Ella.
The Fate of Ten dimulai dari masa invasi mereka ke bumi. Penyerangan besar-besaran dengan armada tempur lengkap dan pasukan Mog yang jumlahnya ribuan. Di momen ini para garde terpisah. Enam, Tujuh dan Adam ada di Suaka sedangkan Empat dan Sam ada di New York menyelamatkan sebanyak yang mereka bisa dan kehilangan lebih banyak. Sembilan dan Lima masih bertempur karena masalah lalu. Sarah dan Mark berjuang lewat sosmed dan menyebarkan berita terbaik untuk memusatkan perhatian manusia pada satu tujuan.

Kekacauan terjadi dimana-mana, bukan karena para garde tidak mampu tapi mereka kalah jumlah dan kurang persiapan. Empat dan Sam tidak menyangka kalau rencana awal mereka berubah total dan mereka kewalahan menghadapi situasi yang ada. Sisi baiknya ada banyak garde manusia baru yang lahir karena energi Entitas tersebar ke seluruh bumi saat ia dibangunkan. Sam termasuk salah satu garde manusia yang kekuatannya bangkit.

Setelah menginvasi New York dan memberikan ancaman hampir ke seluruh penduduk bumi. Anubis dan Ra beralih ke Suaka karena ada Mog yang melapor pelindung Suaka telah musnah. Dari Anubis Ella berusaha mengingatkan semua orang untuk menghindar, terutama teman-temannya di Suaka. Tapi mereka tidak mendengarkan dan justru menyusun rencana untuk bertempur.

Di momen ini lah, mereka menemukan satu Loric lainnya yang berhasil selamat dari Lorien, datang bersama Sarah dan Mark. Di momen ini juga mereka akan kehilangan Sarah dan melihat Ella diambang kematian. Tapi Ella dengan kekuatan telepatinya justru masuk ke dunia entitas, ia melihat banyak hal dan memanggil banyak hal. Ella hidup kembali tanpa ikatan mantra Setrakus Ra.

Review The Fate of Ten

Di pembukaan review buku ini Arunika udah nulis kan kalo buku ini nggak kayak yang Arunika kira. Memang sampe akhir nggak kayak Arunika kira. Setelah cerita Ella yang nggak sesuai prediksi, alur ceritanya pun nggak terkira. 

Arunika mengira yang namanya perang itu kan pasti jedar jeder sana sini, perjuangan tanpa henti, serangan yang nggak masuk akal, korban jiwa berjatuhan, harapan menang yang tipis dll. Dalam bayangan Arunika, tangga emosinya akan naik-naik terus gitu sampe perang berakhir, tapi ternyata nggak. 

The Fate of Ten hadir sebagai buku yang mampu menunjukkan kepada pembaca bahwa perang itu nggak melulu perang fisik aja, ada perang psikologis dan perang taktik juga. Pun saat perang berlangsung ada kehidupan lain yang berlangsung juga, peristiwanya berbarengan dan mungkin berkaitan.
Sayangnya karena kisah ini diceritakan dengan lumayan detail, menuju puncak perangnya jadi terasa kurang greget. Gimana ya, kek mau naik tapi ada dataran lebar yang harus dilewati dulu. Sat set tapi agak kurang greget.

Ada banyak kekecawaan dan rasa sakit tapi ada beberapa hal yang memunculkan pertanyaan baru. Gimana bisa mereka perang tapi gak bunuh musuh? Terus selama ini mereka melawan mog itu mog nya ngga ada yang mati? Mereka ini perang melawan apa? Kok tiba-tiba malah kayak setengah-setengah padahal mereka berkali-kali hampir mati.

Soal nasib Ella, kalo menurut Arunika nasibnya Ella ini lumayan bagus sih ya. Dia punya kekuatan dan kesempatan yang ngga biasa dan nggak mudah didapat oleh Garde lain. Dari semua kesempatan yang ada, dia bisa menjangkau hingga ke keberadaan entitas, berbicara dengan entitas dan mengadaptasi sedikit kekuatan entitas.

Btw, entitas ini sesuatu yang damai dan tenang ya. Ketenangan dan kedamaiannya bikin siapapun yang berhadapan dengan Entitas bisa ngerasain sosoknya yang damai. Ia mengetahui banyak hal, merasakan banyak hal dan membiarkan semuanya berlaku sebagaimana adanya. Ini selaras dengan penjelasannya di seri sebelumnya sih, 'tidak ada yang perlu dilakukan'. Terkesan tidak bertangungjawab tapi keberadaannya penting.

Entahlah, apa ya.. Kebijaksanaannya seolah muncul karena usianya yang sangat panjang. Atau mungkin Entitas memang diciptakan hanya untuk menjadi entitas, damai, nggak ikut campur, tenang dan nggak terusik oleh hal apapun.

Arunika nggak ada masalah sama entitas di cerita ini, keberadaannya yang tidak terbatas lah yang bikin Arunika penasaran. Apakah sesuatu yang disebut entitas memang diciptakan tanpa batasan seperti itu? Kalo ada yang bisa menjelaskan, Arunika tunggu jawabannya lewat Contact Us ya.

Btw lagi.. Mog itu ternyata beneran ada bukan ciptaan Setrakus Ra aja. Setrakus awalnya seorang Loric sejati, termasuk dalam daftar tetua Lorien juga tapi pikirannya kacau karena kekuatan yang nggak merata di Lorien. Lalu dia melakukam eksperimen yang ujung-ujungnya melawan hukum alam, membahayakan Lorien dan para tetua serta membahayakan dirinya sendiri. 

Sejak awal Mog itu memang beneran ada. Mereka bangsa yang tamak dan nggak tau aturan. Mereka cuman bisa bertarung tanpa bisa berpikir. Mog itu seperti makhluk hidup penghancur yang hanya bisa dimanfaatkan aja.

Novel ini tergolong ringan untuk bacaan fantasi, alurnya mudah dimengerti dan nama-nama tokohnya gampang diingat. Memang ada beberapa informasi tambahan seperti augmentasi dan lumpur hitam buatan Setrakus Ra yang diagung-agungkan sebagai temuannya setelah ratusan tahun hidup, dan itu masih tergolong mudah dipahami.

Mengingat novel ini untuk bacaan anak, cerita dan gaya bahasa yang digunakan jadi to the point dan cocok dengan cerita yang disajikan,.

Itu aja yang bisa Arunika share tentang review The Fate Of Ten ini.
Terima kasih.

Post a Comment for "Review The Fate of Ten karya Pittacus Lore"