Review United As One Seri Terakhir Karya Pittacus Lore
Penulis : Pittacus Lore
Tahun Terbit : 2016
Genre : fantasy
Rate : 7.8
Arunika - Akhirnya sampai di serial terakhir I'M Number Four karya Pittacus Lore, ternyata butuh waktu lebih lama dari perkiraan untuk bisa menyelesaikan seri perjuangan alien planet Lorien ini. Spoiler, kisah mereka ditutup dengan kemanangan para garde Lorien tanpa bantuan garde manusia.
United As One mengajarkan banyak hal terutama soal kemampuan dan pertemanan. Total halamannya ada sekitar 500 halaman, dan United As One jadi seri terpanjang karya Pittacus Lore. Baiklah, langsung aja berikut reviewnya.
Sinopsis United As One
United As One bercerita tentang perjuangan akhir para Garde Lorien yang tersisa, Chimaera dan tim inti penyerangan. Setelah para garde dan garde baru masuk ke dunia telepati Ella, mereka kembali berjuang di dunia nyata dan saling mencari.
Enam, Tujuh, Mark, Adam, Lexa kembali dari Suaka ke titik koordinat yang diberikan Empat. Di pesawat ini ada pula jasad Sarah yang kalah di pertempuran. Suasana lebih kacau karena hampir semua pihak merasa bersalah atas kematian Sarah.
Empat, Sam dan beberapa ilmuan lainnya bergabung dengan angkatan militer US untuk menyusun rencana penyerangan balik. Mereka tinggal di markas yang sama dan menyusun rencana bersama, yang dominannya disusun oleh Empat.
Di tempat ini Lima ditahan agar tidak membuat kekacauan. Lima sudah mengakui kesalahannya, dia sangat merasa bersalah dan dia sangat membantu dalam penyerangan, tapi semua orang tidak bisa percaya padanya lagi, terutama para Garde. Ia hidup secara terasing hingga bertahun-tahun setelah pertempuran berakhir.
Setrakus Ra sempat hiatus lama karena pemulihan diri dan percobaan eksperimen baru menggunakan energi Entitas yang berhasil ia tambang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pihak Garde untuk menyusun rencana. Mereka telah menjadi Garde yang berbeda terutama Empat. Ia baru menyadari kemampuan Ximicnya yaitu kemampuan duplikat pusaka yang sebelumnya dimiliki Pittacus Lore. Lewat kemampuan ini Empat belajar banyak pusaka baru yang dimiliko teman-temannya dalam waktu singkat. Ia belajar terbang, menghilang, telepati, drayne, mata medusa dan penyembuh.
Saat ini para Garde telah berubah. Mereka sudah merasakan lebih banyak kehilangan. Kesiapan bertarung mereka semakin mantap dan dengan tujuan yang sama, membunuh Setrakus Ra serta menjaga bumi, planet tempat tinggal mereka hari ini.
Review The United is One
Mengingat ini buku terakhir, sudah pasti isi ceritanya tentang perang dan kemenangan. Sama kayak beberapa seri sebelumnya, perangnya nggak berlangsung sepanjang buku, kamu tetap menemukan part sentimentil, part berantem, part kejutan dan part part of life lainnya.
Satu hal yang Arunika pelajari dari seri pertama sampai terakhir ini adalah pusaka Garde biasanya muncul saat benar-benar dibutuhkan. Sistem kerja pusaka mereka bukan sesuatu yang bisa disiapkan lalu dikuasai. Sistem kerjanya adalah menunggu sampe pusaka itu benar-benar muncul lalu dikuasai, karena itu munculnya hanya saat benar-benar dibutuhkan saja. Pun kadang yang dibutuhkan nggak sesuai keinginan, karena mereka ngga bisa request.
Back to novel.
Tensi yang muncul di United As One beda dengan tensi perjuangan di novel-novel sebelumnya. Sebelumnya mereka fokus mengalahkan Mog untuk bisa menghidupkan Lorien kembali. Cerita perjuangan mereka itu terasa gitu. Pertimbangan mereka juga demi keutuhan dan kesalamatan, seolah mereka nggak mikirin diri sendiri yang penting mereka berjuang.
Di United As One, semua tensi itu berubah. Alasan paling dasarnya karena kematian Sarah, pacar si Empat, yang kebetulan dianggap sebagai kapten bagi para garde. Ceritanya jadi lebih mirip pembalasan dendam pacar yang mati terbunuh, ketimbang usaha menyelamatkan planet.
Mungkin bibit-bibit usaha menyelamatkan planet itu masih ada tapi udah tertutup jauh. Tensi yang berubah ini rasanya sangat disayangkan sih. Setelah berjuang mempertahankan fokus tensi cerita, eh malah goyah karena kemunculan Entitas dan hal-hal ajaib yang dibawanya.
Poin kedua yang pengen Arunika soroti adalah perubahan si Empat. Ya sejak awal karakter Empat ini agak menyebalkan memang, tapi perkembangan karakternya nggak pas. Sembilan bilang dia tetap berkepala dingin saat mereka pertama kali melawan Setrakus Ra, padahal yang lain lagi mati-matian berjuang. Dia juga berjuang, tapi dia ngga berkepala dingin. Di momen itu otaknya cuman mikirin Sarah, pacarnya aja. Saat teman-temannya hampir mati pun yang sangat ingin disembuhkan Sarah. Rasanya Empat cuman alien yang punya pusaka langka dan gelap mata oleh cinta. Kapanpun ada kesempatan mereka kek menuangkan rasa cintanya yang berlebihan itu.
Lalu kemampuan Ximic yang langka itu, sejak kapan Empat menyadari kemampuannya? Sejak kapan dia tau kalo dia adalah garde yang terpilih mewarisi kemampuan itu?
Apakah kepemimpinan Empat jelek? Nggak juga, dia bagus nyusun strategi ketimbang manusia biasa. Cuman orientasi percintaannya terlalu kuat, jadi rasanya apapun yang dia lakukan cuman dilandaskan karena satu hal, Sarah. Dan itu menyebalkan karena mereka populasi terakhir dari planet asal mereka yang berjuang di tempat pelarian, demi mencegah kehancuran yang sama terjadi lagi. Untuk semua alasan itu harusnya Empat nggak mikirin cinta-cintaan sih. Atau kalo pun dia mikirin cinta-cintaan, bisa dengan penggambaran yang cukup, kayak Enam dan Sam atau Ella dan Sembilan. Exposure Empat terlalu berlebihan padahal dia biasa aja.
Selanjutnya, tentang karakter tujuh yang gamang. Tujuh ini kadang begini kadang begitu. Karakternya nggak tetap tapi sok tenang. Dia kayak spiritualis yang perjalanan belajarnya masih belum selesai, jadi agak bikin tertekan liat dia yang emosional. Setelah kematian 8, pacarnya, dia selalu emosi liat Lima. Tapi pernah ada di satu momen, dia kasian liat Lima yang hidup sendirian dan tersesat. Saat itu Arunika pikir dia bisa mulai memahami Lima yang hidup tanpa pembimbing, tapi terus kumat lagi. Menyebalkan kan.
Soal Lima yang berkhianat, sebenarnya dia persis seperti yang dikatakan Tujuh, ia tersesat sendirian. Dia ada di posisi yang lebih sulit ketimbang semua garde lain. Secara kebetulan Cepannya adalah orang tua yang usianya sudah nggak lama lagi. Dia nggak punya bekal yang cukup untuk hidup sendirian di planet asing, jadi saat cepannya meninggal dia kehilangan semuanya sampai akhirnya Setrakus Ra muncul.
Apakah ini alasan yang kuat untuk membernarkan pembunuhan yang dilakukan Lima? Nggak. Lima tetap salah. Tapi mengasingkan dia seumur hidup itu juga salah. Kalo dilihat baik-baik, Lima ngga berniat membunuh Delapan, justru Delapan lah yang lari dan menerima tusukan Lima. Semua orang menyalahkan Lima karena dia membunuh Delapan, tapi coba bayangin kalo Delapan nggak lari, otomatis Delapan nggak mati. Itu kesalahan dan Lima mengakui itu kesalahan, tapi karena semua orang terkejut dengan aksi Lima jadi ia dicap pengkhianat.
Poin paling menyebalkan yang Arunika kurang suka adalah saat Empat bilang kalo Lima itu hantu dan mereka bukan. Padahal Lima pernah menyelamatkan nyawa Empat saat markas aman mereka diserang mog. Padahal Lima membantu saat misi terakhir. Padahal Lima juga disakiti Setrakus Ra. Padahal Lima terkena cairan lumpur buatan Setrakus Ra, tapi sampai akhir Lima nggak dapet toleransi apapun. Bahkan saat keadaannya terlihat menyedihkan pun, dia nggak ditoleh.
Orang-orang seperti Lima sangat wajar kalo dia sangat benci dunia. Dia memikul banyak rasa sedih dan sepi sendirian. Selalu dianggap beban dan dicurigai. Dibuang Setrakus Ra dan dibuang teman-temannya. Kalo ada pihak yang bisa disalahkan atas nasib Lima, jelas Pittacus Lore.
Terlepas dari semua kondisi mereka, pada dasarnya mereka cuman remaja puber yang berjuang melawan aki-aki yang usianya ratusan tahun lebih tua dari mereka. Mereka menang itu seperti keajaiban, karena secara jam terbang aja udah kalah, usia kalah, jumlah pasukan kalah, kecanggihan alat kalah, pengendalian puasa kalah dan masih banyak lainnya.
Hal yang bisa dipelajari dari kisah perjuangan ini adalah selagi ada kesempatan, meskipun sangat tipis, lebih baik dicoba dulu daripada ngga berjuang sama sekali. Tapi jangan berjuang sendirian, untuk menaklukan hal-hal besar kamu butuh tim yang bisa dipercaya dan bisa diajak bekerja sama.
Terakhir, terima kasih untuk Pittacus Lore yang sudah bekerja keras menyelesaikan 7 buku bacaan anak yang penuh perjuangan, misteri dan fantasi. Arunika sudah menyelasaikan semua ceritanya sampai selesai.
Salam dari Arunika,
manusia bumi penikmat cerita fantasi.

Post a Comment for "Review United As One Seri Terakhir Karya Pittacus Lore"