Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis dan Review Cek Toko Sebelah, Kehidupan dan Keributan Keluarga Kecil Di Toko Sebelah

Sutradara : Ernest Prakasa 
 Tahun Rilis : 2016 
 Genre : Drama Keluarga 
 Rate : 8.5 

 Arunika - Cek Toko Sebelah pastinya bukan film baru, iya Arunika tau itu dan saat review ini ditulis, Cek Toko Sebelah 2 sudah dirilis. Mohon dimaklumi karena kesempatan untuk menulis review film ini baru ada sekarang dan nantinya kalau ada kesempatan, Arunika bakalan nulis yang versi 2 jadi bisa belajar banyak hal dari dua film ini. Karena film ini udah lama dan pastinya udah terkenal banget, nggak perlu lah ya opening yang panjang-panjang. 

Nah, kenapa review film ini ditulis? Karena Cek Toko Sebelah termasuk film yang berkesan buat Arunika. Film ini adalah film pertama yang berhasil bikin Arunika bisa nonton ulang sampe 3 kali, jadi kebayangkan ya seterkesan apa Arunika sama film ini. 

Sinopsis Cek Toko Sebelah 

Cek Toko Sebelah bercerita tentang keluarga Tionghoa yang membuka toko sembako. Di keluarga ini ada ayah, Ko Yohan, Ko Erwin, Ayu (istri Ko Yohan) dan Natalie (calon istri Ko Erwin). Mulanya, ayah mengurus tokonya seorang diri dengan mempekerjakan beberapa orang warga setempat. Ko Yohan dan Ko Erwin sibuk dengan urusan dan karirnya masing-masing. Ko Yohan membangun usaha di bidang jasa dokumentasi dan fotografi sedangkan Ko Erwin bekerja di perusahaan besar dan berhasil mendapatkan promosi yang lumayan menggiurkan. 

Suatu ketika Koh Afuk, ayah dari Yohan dan Erwin ini merasa sudah sangat tua dan lelah mengurus toko seorang diri, ia memutuskan untuk menyerahkan posisinya pada Erwin. Keputusan ini ternyata memicu masalah yang lumayan besar. Koh Yohan sebagai anak pertama merasa tidak dihargai dan tidak dianggap karena Koh Afuk memberikan tokonya ke Koh Erwin. Di sisi lain, Koh Yohan yang menikah dengan Ayu yang notabene nya keturunan pribumi dianggap sebagai masalah di keluarga mereka. Sebagai keturunan etnis Tionghoa Koh Afuk berharap anaknya bisa menikah dengan sesama etnis Tionghoa tapi kenyataannya tidak begitu. 

Di sisi lain, Koh Erwin justru lebih berharap bukan dia yang mengurus toko. Dia sudah terlanjur menikmati pekerjaannya, termasuk tawaran dan promosi yang baru didapat. Natalie juga tidak setuju kalau Koh Erwin bekerja di rumahnya, meski statusnya belum menjadi istri Koh Erwin tapi hubungan mereka berdua sudah lumayan serius. 

Ketegangan antara Koh Yohan dan Koh Afuk semakin menjadi-jadi. Usahanya yang tidak berjalan lancar memicu banyak masalah, termasuk masalahnya dengan Ayu. Untungnya semua bisa dibicarakan baik-baik dan dilalui bersama-sama termasuk rasa keberatan Koh Erwin yang perlahan memudar. Suasana toko yang hangat dan penuh situasi menarik, ternyata mampu memecah dan menyatukan kembali satu keluarga. 

Review Film Cek Toko Sebelah

Kesan pertama yang ngena banget setelah nonton film ini adalah, wah nggak nyangka Cek Toko Sebelah film nya kayak gini. Kalau dari judulnya, Cek Toko Sebelah terkesan biasa aja, posternya pun biasa aja tapi ternyata ceritanya sangat diluar dugaan dan berkesan banget. 

Satu hal yang Arunika suka dari film ini adalah konflik keluarga yang ada di dalamnya terasa sangat akrab dan nyata. Sikap orang tua yang keras dan simpang siur tapi ujung-ujungnya berubah baik dan katanya melakukan semuanya demi anak. Sikap anak pertama yang tidak diterima keluarga karena memilih jalan dan pasangan hidupnya sendiri. Sikap anak kedua yang bebas, serba efisien dan banyak disukai orang berhasil menjadikan toko terasa lebih hidup dan menarik. Detail-detail karakter ini berhasil menjadikan Cek Toko Sebelah jadi lebih khas. Ditambah lagi, Koh Ernest sengaja memasukkan sempilan komedi yang singkat dan renyah jadi penonton nggak sedih terus, marah terus atau khawatir terus saat menonton. 

Ada momennya, penonton bakal ngerasa seneng, miris, terharu dan terkesan karena ternyata masalah yang rumit bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana. Jiwa dari film ini ada di penggarapan cerita yang matang. Untuk mencapai kematangan itu, naskah film ini digarap oleh tiga orang langsung dong. Tentunya ada banyak kontribusi Koh Ernest dalam menggarap ceritanya, ditambah dua perspektif lain dengan berpatokan pada garis finish yang sama, naskah Cek Toko Sebelah menjadi sangat nyaman dinikmati dua sampai tiga kali lagi. 

 Terakhir, pada dasarnya semua pemeran di film ini berakting dengan sangat baik dan sangat totalitas bahkan Koh Ernest yang pada dasarnya nggak punya bakat akting pun berperan dengan sangat baik, tapi ada satu aktor yang bikin Arunika terkesan banget yaitu aktingnya Adinia Wirasti. Sebagai menantu yang nggak dianggap, punya suami temperamen dan ekonomi susah, Ayu sangat sabar. Bahkan saat Koh Yohan merasa sangat kesulitan dan akhirnya marah-marah pada Ayu ia bisa tetap mengendalikan dirinya, nggak tersulut emosi dan bisa menenangkan Koh Yohan. Pokoknya salut sama aktingnya Adinia Wirasti!

Moral Value Cek Toko Sebelah 

Apa yang bisa dipelajari dari film ini? Atau nilai moral apa yang bisa dicontoh, disimak, dikaji, diresapi dan dicari dari film ini? Berikut beberapa poin yang bisa Arunika simpulkan dari film Cek Toko Sebelah, disimak ya. 

1.Ada masalah tapi bingung jalan keluarnya gimana? Mending diem aja. 

Kalau lagi ada masalah rasanya pengen banget masalahnya bisa cepat selesai, ngga mengganggu pikiran, bisa cepat tuntas dan ngga bingung cari jalan keluarnya gimana. Tapi ada beberapa masalah yang ternyata jalan keluarnya itu bukan dicari tapi didiamkan. Contohnya masalah Ayu yang selalu melihat suaminya kesusahan membangun usaha dan diterima di keluarganya sendiri. 

 Di cerita film ini, Ayu berusaha menjadi istri terbaik dengan memberikan dukungan penuh pada suaminya. Sesulit apapun kehidupan yang Ayu jalani, ia bisa tetap stabil dan tidak menunjukkan rasa keberatannya. Justru dari wajahnya ia terlihat lebih sabar, pasrah dan ikhlas menjalani hidupnya. Ia tidak berusaha membuat keluarga Koh Yohan menyukainya dan fokus pada usahanya sebagai istri. 

2. Menjadi orang tua sempurna itu berat, apalagi menjadi orang tua tunggal yang sempurna

Di dunia ini tidak mungkin manusia bisa menjadi sempurna, karena dasar penciptaannya sebagai makhluk yang sering lupa termasuk orang tua. Dan dari hal-hal sulit itu, menjadi orang tua tunggal yang sempurna itu lebih berat lagi. Orang tua tunggal mengalami kehilangan dan memikul tanggung jawab besar disaat yang bersamaan. 

Koh Afuk sebagai orang tua tunggal jelas merasakan ini. Rasa kehilangan sepeninggal istrinya, ia lebih sering hidup sendirian dan mengurus usaha seorang diri. Anak-anaknya yang sudah tumbuh besar sibuk dengan kehidupan dan pikiran masing-masing. Sebagai laki-laki, Koh Afuk jelas bukan sosok yang mudah membagikan emosinya. Ia hidup sebagai ayah yang dianggap tidak pengertian oleh anak-anaknya. Padahal mungkin bukan tidak pengertian, hanya saja Koh Afuk agak sulit membagikan perasaannya yang sebenarnya.

3. Orang paling kesepian adalah anak yang tidak diakui orang tuanya 

Mungkin orang tua yang pernah mengalami hal ini akan tau rasanya seperti apa dan sulitnya menjalani hari karena tidak memiliki dukungan penuh dari orang tua. Beda halnya kalau orang tua ngga pernah merasakan tapi memperlakukan anaknya dengan cara seperti itu. 

 Di film ini karakter yang paling kesepian adalah Koh Yohan. Setelah keputusannya menikah dengan Ayu dan sering mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnisnya, Koh Yohan sering mendapati dirinya agak dicampakkan oleh sang ayah. Tindakan yang muncul dari tekanan tersebut adalah, Koh Yohan jadi sering marah-marah dan sering hilang arah. Untungnya ia menemukan teman dan pasangan yang tepat.

4. Saat bersama suami berdiskusilah dengan cara yang baik 

Rasanya jadi agak subjektif ya karena banyak mengambil moral value dari Ayu dan Yohan, tapi Arunika ingin membagikan ini. Coba ingat-ingat lagi bagaimana Ayu menawarkan jalan keluar untuk masalah ekonomi keluarga mereka dengan membuka bisnis kue yang dimodali oleh mantannya Ayu. 

Kamu pasti tau kalau kondisi mereka bukan sekedar pelik aja tapi memang lagi susah banget, dengan tekanan disana-sini. Tawaran dari mantan tadi bakal terasa kayak angin segar dong. Nah, Ayu membicarakan ini baik-baik tanpa memaksakan pendapat pribadinya mengenai kondisi ekonomi keluarganya. Untungnya, Yohan nggak fokus pada status mantan tadi tapi lebih memberikan pengertian pada Ayu kalau membantu Ayu mewujudkan cita-citanya adalah tugas dia sebagai suami bukan tugas mantan, sekalipun niatnya adalah niat yang baik. 

5. Mengalah untuk satu persoalan kadang bisa memberikan hasil yang lebih baik

Semua yang punya kepentingan harus sadar kalau tidak semua kepentingan harus terwujud sekarang, pun keinginan dan pendapat. Semuanya ngga harus didapat sekarang atau saat ini juga, karena mungkin ada hal besar di balik itu yang bisa kamu pahami. 

Di film ini, Koh Erwin mengalah dari ayahnya dengan menuruti keinginan untuk menjaga toko. Natalie pacar Koh Erwin mengalah untuk tidak mengikuti egonya yang ingin menarik Koh Erwin kembali kerja kantoran. Ayu mengalah saat ia dibeda-bedakan, hanya karna Ayu bukan keturunan Chinese. Kok Yohan mengalah (meskipun agak sulit) dari Erwin yang mendapat jatah mengurus toko. Kok Afuk mengalah dan mulai belajar menerima Ayu sebagai menantunya. 

Hasil dari semua pihak yang rela menekan ego dan kepentingan pribadi ini adalah mereka jadi hidup lebih rukun, lebih sering bertemu dan bisa sukses di jalan masing-masing.

6. Ada perbedaan antara memberi saran berdasarkan ego dan memberi saran dengan pertimbangan 

Scene ini terlihat sangat jelas ketika nathalie bertemu Ayu dan mengeluarkan seluruh unek-uneknya. Bukannya membela Nathalie, Ayu justru menunjukkan kalau sikap Nathalie kurang tepat. Bagi Ayu Nathalia hanya terpaku pada apa yang menurutnya benar dan seharusnya terjadi bukan menerima apa yang terjadi. Keren banget ya moral value nya. Dari film ini Arunika ngerasa Koh Ernest itu keren banget sih. Meskipun saat film ini dirilis Koh Ernest masih baru di bidang perfilman tapi ia berhasil menunjukkan hasil kerja kerasnya. 

Lewat Cek Toko Sebelah, Arunika jadi belajar kalau orang yang belajar dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan karya yang sungguh-sungguh juga. Sekian review Cek Toko Sebelah dari Arunika, kalo ada yang mau berbagi pendapatnya atau ingin nostalgia soal film ini, monggo..

Post a Comment for "Sinopsis dan Review Cek Toko Sebelah, Kehidupan dan Keributan Keluarga Kecil Di Toko Sebelah"