Sinopsis dan Review Next Sohee, Kehidupan Pelajar Biasa Di Bawah Dinding Kebijakan dan Realita
Sutradara : July Jung
Tahun Rilis : 2022
Genre : Drama, kriminal
Rate : 8.5
Arunika - Sebenarnya Poster film Next Sohee sudah beberapa kali muncul di beranda tapi Arunika masih belum merasakan dorongan menonton film ini, terutama karena durasinya yang panjang dan temponya terasa agak lambat. Kok bisa tau, kan belum nonton? Iya, belum nonton full tapi udah pernah nonton sekitar 5 menit pertamanya, dan itu memunculkan kesan 'wah kok lambat', oke baiklah skip dulu. Kira-kira gitu kejadiannya.
Seiring berjalannya waktu, secara tiba-tiba, kemarin Arunika akhirnya nonton film ini sambil menikmati bunyi lalu lalang kendaraan di sudut kecil bangunan biru. Kenapa tiba-tiba tertarik? Nggak tau juga ya.. Dari banyak poster, tiba-tiba hati ini memilih yang selama ini ditolak. Dan sesuai perkiraan, temponya memang lambat untungnya alurnya lumayan menarik.
Sinopsis
Next Sohee bercerita tentang Sohee yang didaftarkan oleh sekolahnya untuk mengikuti program magang di perusahaan telekomunikasi Korea Selatan. Itu bukan perusahaan yang besar tapi sudah memiliki beberapa cabang dan dikelola secara sistematis. Mulanya, Sohee adalah pelajar dari jurusan pemeliharaan hewan ternak ia mengira program magangnya berkaitan dengan jurusannya tapi ternyata tidak sama sekali.
Tugas Sohee beserta karyawan magang lainnya adalah menjawab panggilan pelanggan, menawarkan produk yang ada, mencegah pemberhentian pelanggan dan membantu pelanggan mengatasi masalah pelayanan.
Hal yang jarang orang ketahui, pekerjaan seperti ini ternyata memakan banyak emosi. Banyak pelanggan yang meminta bantuan dengan bahasa yang tidak sopan, banyak marah, berkata kasar dan masih banyak lainnya. Di pekerjaan ini Sohee bisa bertahan 3 minggu sambil menahan banyak masalah dan tekanan kerja, baik dari atasan atau dari pelanggan.
Puncak dari situasi Sohee yang menekan ini adalah keributan antara Sohee dan kepala tim nya. Sohee diskors 3 hari dan ternyata itu menjadi 3 hari terakhir bagi Sohee sebelum ia memutuskan bunuh diri.
Setelah kasus Sohee terungkap, pihak kepolisian merasa tidak perlu bertanggung jawab pada apa yang menimpa Sohee. Kantor tempat kerjanya pun melakukan hal yang sama, Sohee justru dibuat seolah-olah bunuh diri karena tidak mampu beradaptasi.
Tapi ada satu polisi wanita yang ternyata adalah teman menari Sohee yang menyelidiki kasus tersebut secara internal. Ia menemukan banyak fakta busuk dunia pendidikan dan ketenagakerjaan yang terjadi di Korea.
Review Next Sohee
Jujur, saat menonton film ini rasanya ada banyak banget pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil. Secara umum, Next Sohee termasuk film yang bagus dan sangat recommended untuk ditonton. Alurnya mungkin terasa agak lambat dan bikin ngantuk karena kualitas warnanya pun sengaja diatur agak kuning, beda dengan kualitas drakor pada umumnya.
Next Sohee termasuk film Korea yang banyak menggunakan bahasa simbol. Rasanya keren aja pas nonton film ini Arunika bisa nonton sambil sedikit mengingat-ingat situasi yang dibangun. Kamu mungkin akan mengalami hal yang sama juga, berkat cara penyampaiannya yang halus setiap pesan yang terasa jadi tersampaikan secara efektif dan bebas interpretasi.
Untuk teknik pengambilan gambarnya, cenderung tenang dan minin movement ya. Penonton diajak menikmati kehidupan Sohee yang statis dan mengalami banyak tekanan emosi. Konsep ini menjadikan Sohee dalam film Next Sohee terasa lebih tertekan karena mata yang dipakai adalah mata Sohee. Selain itu, penonton jadi harus merasakan dan menekan emosinya karena selama menonton kamu akan terbawa emosinya Sohee, amarahnya, situasi sosial yang ngga mendukung, lingkungan kerja yang toxic, sekolah yang nggak kooperatif dan harapan orang tua. Ya pokoknya emosi yang muncul kompleks lah.
Poin paling menarik dari film ini adalah alur cerita, pengembangan karakter dan pengembangan cerita. Konsepnya yang sederhana ternyata bisa menghadirkan nuansa depresi yang kuat di dalam pikiran penonton. Ya kamu nggak akan beneran depresi disini tapi kamu bakal sedikit ngerasain gimana depresinya pekerja di Korea Selatan, negara yang kelihatannya baik-baik aja dan cantik itu ada banyak tekanannya lho.
Sesaat Arunika sempet mbatin film ini 2 jam tapi cerita dibagian awalnya dijelain lengkap banget. Kayak 1 jam pertama itu kamu bakal ngikutin gimana nggak nyamannya Sohee dengan kehidupan kerjanya. Ada banyak faktor yang bikin satu masalah jadi bertumpuk dan semakin bertumpuk dan semakin berat. Untuk urusan kantor, faktor paling berpengaruh adalah gaji yang ngga sesuai. Ya nggak bisa dipungkiri, kalau aturan kerjanya jelas dan perhitungannya jelas tapi gajinya nggak sesuai ya cuman bikin emosi aja nantinya.
Masalah ini dijabarkan dengan sangat gamblang, sampai Arunika mengira kalau penyelidikan di babak selanjutnya bukan hal yang perlu dilakukan karena dari sejak Sohee masuk kerja, ya isinya cuman masalah aja. Tapi ternyata babak kedua adalah seri yang berbeda lagi. Kalau babak pertama adalah masalah remaja yang ditekan, tertekan atau penuh tekanan baik secara pikiran serta mental maka babak kedua adalah masalah orang dewasa.
Kasus yang terlihat sepele seperti penyaluran tenaga kerja yang tidak sesuai bidangnya, pengawasan yang kurang kompeten, standar kerja terlalu tinggi hingga masalah hak pendidikan anak yang melibatkan banyak kebijakan daei orang-orang berkepentingan. Kalau disimpulkan, di film ini ada beberapa pihak yang secara tidak langsung harus bertanggung-jawab atas kematian Sohee yaitu sekolahnya, tempat magangnya, dinas ketenagakerjaan dan menteri pendidikan. Rumit kan, makin ke atas dindingnya makin tinggi dan orang-orang kayak Sohee cuman bisa pasrah saat namanya hilang dari ingatan orang-orang. Dan makin ke atas, orang-orang ngga akan ngerti situasi yang dihadapi Sohee.
Pertanyaan, "kenapa kasus seperti itu tidak diusut?" Ya karena wewenang polisi tidak seluas itu. Sebesar apapun keinginan polisi untuk mengusutnya, mereka hanyalah aparat keamanan biasa. Mereka akan kalah dengan kaum elit pemerintahan yang mampu membuat dan menghapus peraturan sesuai kebutuhan dan pertimbangan mereka.
Moral Value Film Next Sohee
Wah, ada banyak banget moral value yang bisa disimak dari film ini ya. Arunika ngga akan bahas semuanya, karena dikhawatirkan artikelnya jadi terlalu panjang dan bikin kamu nggak nyaman. Baiklah, berikut ini beberapa moral value yang bisa Arunika bagikan dari film Next Sohee
1. Bekerja seperlunya, kalau lelah keluar
Ini berlaku buat semua pekerja, nggak cuman pekerja di Korea aja. Bekerja seperlunya dan nggak perlu ngikutin apa kata orang. Kalau pekerjaan itu memang nggak cocok untukmu ya keluar aja.
Mungkin nggak gampang, kayak Sohee yang harus bertanggung jawab mempertahankan nama baik sekolahnya, pun jejak magangnya ini bisa jadi pertimbangan untuk karir Sohee ke depannya. Pastinya sebagai pekerja, Sohee puya harapan soal jenjang karir yang jelas dan pekerjaan yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Situasi itu memang perlu dipertimbangkan dan penting selama kamu ngerasa masih mampu menjalaninya, kalau udah ngga mampu lagi ya keluar aja. Jangan paksakan diri kamu jalanin hal yang ngga kamu sukai dengan penuh tekanan. Itu cuman bikin pikiran dan psikis kacau aja sih.
Terakhir, jangan pernah berpikiran kalau bunuh diri adalah jalan keluar. Kalau kamu berharap setelah kamu bunuh diri masalahnya akan terbongkar itu salah sih. Apapun situasinya, bunuh diri bukan jalan keluar. Untuk kasus Sohee, bunuh diri yang ia lakukan memang bukan jalan pengungkapan tapi lebih kepada upaya mengakhiri masalah. Sohee cuman nggak mau ngerasain tekanan yang sama, itu aja, dan itu bukan jalan yang tepat.
2. Sekali-kali cobalah untuk lebih egois
Nggak harus selalu ngalah, nggak harus selalu nurut. Kamu boleh ngalah dan nurut kalau orang yang kamu ikuti paham situasinya dan melihat ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari usahamu. Kalau orang yang kamu ikutin nggak tau apa-apa ya mending nggak usah nurut aja. Jadilah lebih egois saat berhadapan dengan orang bodoh atau orang yang tidak mengerti tapi mampu membuat kebijakan.
Apakah istilah egois terasa agak kurang nyambung? Kalau gitu, jadilah lebih pembangkang. Jangan terlalu nurut tapi ujung-ujungnya bunuh diri. Di tempat kerja, kematianmu bisa digantikan oleh orang lain.
3. Tidak ada pekerjaan yang mudah
Kamu harus mengerti konsep ini sejak sebelum mulai bekerja, karena hampir semua pekerjaan itu nggak mudah. Pada dasarnya memang begitu karena bekerja erat kaitannya dengan tanggung jawab. Tekanan tanggung jawablah yang menjadikan pekerjaan terasa tidak mudah apalagi kalau pekerjaan tersebut disertai target.
Sohee yang magang hanya sebagai call center aja bisa bunuh diri oleh tekanan pelanggan dan perusahaan. Pekerjaan lain pun sama, butuh dedikasi, waktu, mengalahkan rasa bosan dan tidak mudah menyerah. Kalau kamu termasuk orang yang gampang menyerah, kehidupan kerja akan terasa lebih sulit lagi.
Pada tahap ini kamu akan belajar kalau uang mengendalikan banyak hal di kehidupan manusia.
4. Untuk para bos, berikanlah bayaran sesuai kesepakatan
Nilai moral yang penting dicatat! Kalau sebelumnya kamu punya kontrak kerja dengan perhitungan yang akurat, cobalah untuk patuh dan taat pada perjanjian yang sudah dibuat. Dalam hal ini, uang ngga bisa memainkan peran apapun. Sebanyak apapun uang yang kamu punya kalau nggak amanah, nilaimu akan berkurang.
Pun kalau dilihat dari sisi pekerja, manusia bekerja dengan tujuan dan kebutuhan yang beda-beda. Kalau kamu ingin karyawan mu bekerja tanpa memikirkan bayaran maka pilihlah orang yang hidup serba berkecukupan, tidak memiliki tanggung jawab atau tanggungan. Orang seperti itu jelas tidak membutuhkan atau menargetkan pembayaran bulanan dan tidak bergantung pada upah bulanan.
5. Jangan mudah percaya orang lain
Dari film Next Sohee, Arunika belajar untuk nggak mudah percaya orang lain terutama orang yang bekerja dibawah perusahaan besar di Korea Selatan. Kalau tempat magang Sohee yang skala penjualan dan pelayanannya tidak terlalu besar saja bersedia melakukan tindakan kotor dengan memalsukan alasan kematian karyawan apalagi perusahaan besar.
Semuanya ingin terlihat baik dan terlihat baik-baik saja, jadi pasti sebisa mungkin mereka akan memanipulasi fakta yang ada, memanipulasi alasan dan pakai banyak topeng.
6. Cobalah untuk lebih terbuka dengan orang tua
Di bagian akhir film Next Sohee ada satu pesan moral yang singkat dan padat yaitu saat polisi wanita yang menyelidiki kasus Sohee menyerah karena jalannya udah mentok dan nggak tau harus apa lagi. Dia nggak bisa menjelaskan ke orang tuanya soal labirin gelap yang dihadapi Sohee dan sebagai penutup penyelidikan, polisi itu menanyakan satu hal penting ke orang tua Sohee tentang apakah mereka tau kalau Sohee suka menari? Jawabannya sesuai dugaan, mereka nggak tau.
Sohee yang nggak bisa terbuka sama orang tuanya sendiri, ia memilih bungkam dan menyimpan semuanya sendiri di kematiannya yang dingin. Sohee nggak bisa menunjukkan apa yang ia mau, apa yang ia senangi dan apa yang ingin ia lakukan. Mungkin Sohee menilai kalau hal terbaik yang bisa ia lakukan adalah menjadi manusia normal dan menjalani kehidupan normal. Mulai dari berangkat sekolah hingga mendapatkan pekerjaan, layaknya standar normal mayoritas manusia. Apalagi Sohee berangkat dari keluarga pas-pasan, biasanya keluarga seperti ini lebih berharap anaknya bisa jadi pegawai atau karyawan ketimbang jadi seniman.
7. Pekerja hanya bidak dan korban kebijakan
Agak kejam memang tapi keadaannya memang begitu. Pekerja hanyalah bagian dari permainan, seperti bidak catur. Mereka tidak bisa berekspresi sesukanya dan harus bergerak mengikuti aturan para pemain. Setinggi-tingginya bidak, bidak tetaplah bidak dan bidak ngga punya kuasa khusus untuk bergerak.
Sekian review singkat film Next Sohee dari Arunika, terima kasih sudah menyimak sampai selesai.

Post a Comment for "Sinopsis dan Review Next Sohee, Kehidupan Pelajar Biasa Di Bawah Dinding Kebijakan dan Realita"