Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

9 Softskill Penulis yang Paling Banyak Dibutuhkan di Lingkungan Kerja

softskill penulis
Arunika - Profesi penulis di era digital seperti sekarang rasanya termasuk profesi yang menjanjikan ya. Kalau dilihat dari cara kerjanya yang tidak muluk-muluk dan tidak membutuhkan banyak perangkat kerja, menjadi penulis jelas menguntungkan. Masalahnya, ada banyak orang yang masih belum tau kalau ternyata pekerjaan penulis itu bukan cuman penulis novel aja. Arunika juga sudah pernah bahas topik ini secara singkat di artikel ini.

Untuk menjadi penulis di era digital, kamu harus membekali diri dengan beberapa kemampuan menulis yang berbeda. Kenapa berbeda? Alasan sederhananya karena ada perbedaan kebutuhan dan market. Untuk menguasai skill ini jelas nggak bisa dilakukan dalam waktu singkat, apalagi dunia digital punya kecenderungan yang selalu berubah-ubah dan sangat menuntut kreativitas pekerjanyanya. Tapi tenang, itu bukan masalah dan kamu ngga harus menguasai semuanya.

Baiklah, nggak perlu berlama-lama berikut, 9 Softskill Penulis yang paling banyak dibutuhkan di lingkungan kerja.

9 Softskill Penulis yang Paling Banyak Dibutuhkan di Lingkungan Kerja

softskill penulis
Softskill penulis ini bukan softskill yang harus kamu kuasai sepenuhnya di dunia digital. Kalau kamu bisa ya alhamdulillah, nggak ya nggak papa, yang penting skill utama yang dibutuhkan bidang kerja pilihanmu itu kamu kuasai.

Nah, untuk memudahkan kamu memahami materi ini, Arunika akan tambahkan informasi singkat tentang ranah kerjanya ya.

1. Investigasi

Skill investigasi ini biasanya dibutuhkan oleh para jurnalis, tujuannya untuk mendapatkan berita berkualitas yang beda dari portal berita lainnya. Teknik investigasi nggak bisa dipelajari secara teori semata, apalagi teknik ini sangat mempengaruhi kualitas tulisan para jurnalis. 

Poin-poin yang perlu dikembangkan dalam investigasi adalah kepekaan kamu sebagai jurnalis saat berhadapan dengan situasi tertentu. Layaknya investigasi para detektif, investigasi yang dilakukan oleh para jurnalis juga harus terstruktur, terukur dan valid.

Hasil akhir dari skill ini adalah mampu mengungkap informasi yang sebelumnya disembunyikan, memaparkan fakta beserta bukti-bukti kuatnya dan memberikan perspektif baru bagi pembaca atau penonton.

Ranah kerja yang membutuhkan kemampuan investigasi adalah jurnalis lapangan, baik jurnalis media cetak, televisi, online dan YouTube.

softskill penulis


2. RisetRiset termasuk skill yang harus dikuasai semua penulis, di bidang kerja apapun. Riset sangat menentukan kualitas tulisan dan pengembangan ide yang penulis pilih. Riset juga menjadikan kualitas tulisan terasa lebih kaya, bergizi dan berkualitas.

Riset bisa dilakukan secara online atau offline, bisa melalui wawancara, observasi langsung atau studi pustaka. Semakin banyak data yang didapat maka kualitas tulisan akan semakin baik. Tapi, nggak semua informasi harus dibagikan ya. Sebagai penulis kamu tetap harus menyaring mana informasi yang baik jika dibagikan dan mana yang harus disimpan sendiri.

Softskill riset harus dimiliki oleh semua penulis di bidang pekerjaan apapun yang ditekuni.

3. Menguasai SEO dan Mencari Keyword

Dua skill ini berkaitan dengan penulisan online, baik penulis artikel review, artikel blog, artikel berita online, artikel produk dan sejenisnya. Teknik SEO dan keyword sangat berguna bagi kenaikan artikel di dunia digital. Semakin banyak informasi SEO yang kamu praktekkan, maka kemungkinan artikelmu dilihat akan semakin besar.

4. Imajinasi

Imajinasi berkaitan dengan jenis tulisan fiksi dan beberapa jenis naskah, termasuk naskah YouTube. Imajinasi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ide cerita, tapi untuk memaksimalkan fungsi imajinasi biasanya ada batasan yang perlu diikuti juga.

Batasan-batasan imajinasi ini dihadirkan bukan untuk memenjarakan tapi untuk menjadikannya lebih dekat ke pembaca. Jika imajinasi yang dipakai terlalu liar, tulisan akan sulit dimengerti pembaca, sulit diterima dan sulit diingat.

Pun untuk melatih imajinasi yang lancar tidaklah mudah. Kemampuan ini terasa mudah karena tidak diarahkan, ketika kamu mengarahkan imajinasi untuk menjadikannya sumber informasi baru, tantangannya akan mulai terasa.

softskill penulis
5. Ketelitian

Softskill yang berguna untuk banyak pekerjaan, ketelitian juga sangat dibutuhkan oleh penulis dan editor. Ketelitian yang dibutuhkan oleh penulis berkaitan dengan kredibilitas data yang dipaparkan, validitas informasi, gambar, kejadian atau tokoh.

Ketelitian bagi editor berkaitan dengan struktur tulisan, typo tulisan, tanda baca, kata, kalimat atau keterhubungan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Ketelitian bagi editor sangat mempengaruhi hasil tulisan dan penulis, seperti dalam film Genius yang Arunika review baru-baru ini.

6. Kemampuan observasi

Untuk mendapatkan informasi atau cerita yang menarik, kemampuan observasi jelas sangat dibutuhkan oleh penulis. Kemampuan ini biasanya dibutuhkan oleh penulis fiksi, yang berusaha menghadirkan peristiwa di suatu lokasi tertentu, baik yang sudah pernah dikunjungi atau yang belum.

Untuk menjadi penulis fiksi yang baik, kemampuan observasi tidak bisa dibiarkan berdiri sendiri. Kamu juga harus menguasai kemampuan imajinasi, riset dan investigasi.

Pekerjaan yang membutuhkan kemampuan observasi adalah penulis novel, penulis naskah film, cerpenis, penulis naskah web series, penulis naskah YouTube dan sejenisnya.

7. Kemampuan Berpikir Terstruktur

Kamu pernah mengira nggak kalo struktur buku itu sangat rapi dari cover sampai sinopsisnya. Apa yang ada di dalam buku disusun menggunakan kerangka berpikir yang runtut dan panjang. Untuk bisa menghasilkan satu karya cetak seperti buku, kamu harus bisa berpikir secara terstruktur dan sistematis.

Kemampuan ini dibutuhkan oleh penulis fiksi dan non fiksi karena tulisan fiksi yang terkesan ringan pun disusun menggunakan kerangka berpikir dan kerangka peristiwa yang panjang. Penulis fiksi harus bisa memastikan setiap ceritanya berkesinambungan. Kalau nggak, pembaca akan kebingungan tulisan apa yang sedang ia baca.

softskill penulis
8. Digital Marketing

Skill digital marketing di era digital jelas bukan skill yang asing. Menjadi penulis di era digita nggak bisa asal nulis aja. Penulis juga harus tau cara memasarkan tulisannya, mendapatkan pembaca dan  branding diri.

Skill ini sangat kompleks tapi juga sangat penting. Untuk penulis yang bekerja sebagai blogger, cerpenis, novelis dan pekerjaan lainnya yang membutuhkan branding diri, wajib belajar digital marketing. Ada banyak informasi yang harus kamu ketahui di dunia digital, termasuk digital hack nya juga.

Menguasai seluruh skill digital marketing hanya dalam sekali belajar rasanya mungkin agak sulit ya.

Belajarnya pelan-pelan aja, satu hari satu materi langsung praktek. Gitu terus sampai seluruh materi digital marketing selesai. Proses belajarnya mungkin lama, tapi ilmunya akan lebih membekas.

9. Editing Visual

Menjadi penulis memang nggak melulu soal tulisan aja karena didunia digital produk visual lebih menarik perhatian daripada sederet kalimat penuh informasi. Editing visual ini bisa berupa desain grafis, infografik, ilustrasi, foto dan video.

Penulis yang dituntut agak wajib belajar editing visual adalah penulis naskah YouTube, penulis konten sosial media dan blogger.

Semoga bermanfaat ya. 

Post a Comment for "9 Softskill Penulis yang Paling Banyak Dibutuhkan di Lingkungan Kerja"