Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film Genius Tentang Penulis Muda dan Editornya

review film genius
Sutradara : Michael Grandage

Tahun Rilis : 2016

Genre : Drama, Biografi

Rate : 8.5

Arunika - Film Genius menggunakan judul yang sangat sederhana dan mudah diingat tapi multiinterpretasi. Saat membaca judul film ini, hal apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu? Kalo Arunika, sesuatu yang berhubungan dengan penemuan-penemuan besar kayak penemuan Einstein atau Da Vinci gitu. Dan Genius di film ini juga menceritakan tentang penemuan, pertemuan dan kisah tak terduga.

Film Genius karya Michael Grandage ini mengajak kamu melihat hubungan kerja antara seorang penulis dan editor yang keduanya sama-sama genius. Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari tentang dunia kepenulisan dan kehidupan penulis dari karya Michael Grandage satu ini. Untuk lebih lengkapnya, mari simak review berikut.

Sinopsis Film Genius

review film genius
Film Genius bercerita tentang Max Perkins seorang editor naskah besar Amerika yang berhasil menemukan karya penulis baru dengan citarasa dan gaya tulisan yang berbeda. Max Perkins bekerja di salah satu penerbit buku besar Amerika, berkat ketajaman pikirannya Max Perkins berhasil menjadikan Ernest Hemingway dan F. Scott Fitzgerald, dua penulis terkemuka Amerika pada masanya.

Suatu hari, Max Perkins diminta oleh timnya membaca karya Thomas Wolfe, penulis yang karyanya belum pernah tembus meja editor.  Pertemuan Max dan tulisan Wolfe adalah awal dari persahabatan mereka yang kuat.

Wolfe bukan penulis biasa tapi tulisannya terlalu panjang untuk bisa diterima editor. Ia menulis apapun yang diinginkan hingga menghasilkan draft naskah ribuan halaman. Wolfe juga agak berbeda dari penulis lainnya, ia penuh semangat dan aktif, Max bisa mengenali Wolfe sejak pertemuan pertama.

Saat masuk ke kantor Max, Wolfe mengira ia akan pulang membawa draft tulisannya lagi. Ia terbiasa dengan penolakan-penolakan serupa, tapi ternyata Max menawarkan kontrak pada Wolfe. Sebagai editor, Max berusaha melakukan yang terbaik agar tulisan Wolfe bisa diterima publik. Dan sebagai penulis yang tulisannya berhasil tembus meja editor, Wolfe melakukan yang terbaik sesuai arahan Max.

Tapi, hubungan tetaplah hubungan. Sebelum kepergian Wolfe, Max dan  Wolfe sempat bertengkar tapi keduanya sama-sama menyimpan dukungan yang kuat bagi masing-masing.

Review Film Genius Karya Michael Grandage

review film genius
Genius menjadi film pertama yang menarik perhatian Arunika dan bikin Arunika penasaran siapa Max dan Wolfe ini. Jujur, Arunika masih asing dengan dua nama ini. Apakah mereka beneran ada atau nggak? Apalagi genre film ini film biografi kan, jadi makin memunculkan pertanyaan 'eh ini biografi? Jadi mereka beneran ada? Terus ini biografinya siapa?'

Saat film dimulai, figur paling kuat yang bisa penonton saksikan adalah figurnya Max. Max membaca dimanapun ia berada. Ia membaca di kantor, di perjalanan pulang bahkan di rumah pun masih membaca. Sebagai editor besar di salah satu penerbitan besar Amerika saat itu, Max menunjukkan kecintaanya pada tulisan dan pekerjaannya.

Dua penulis besar yang disebut-sebut di film ini ada Ernest Hemingway dan F.Scott, karena dua nama inilah Arunika ngerasa film ini beneran film biografi. Tapi biografinya siapa? Biografi Max apa Wolfe?

Oke lanjut..

Max ini bukan orang sembarangan. Ia lulusan Harvard dan sudah menemukan banyak penulis keren. Kepekaan dan ketajamannya pada tulisan berhasil mempertemukan Max dengan penulis-penulis baru yang karyanya bisa dikenang sampai hari ini.

Hal yang bisa dipelajari dari Max adalah bagaimana dia melakukan pekerjaannya, mencintai tulisan dan mencintai pekerjaannya. Tentunya posisi ini bukan posisi yang didapat secara tiba-tiba. Pertemuannya dengan Wolfe baru terjadi saat Max sudah punya 5 anak. Artinya butuh proses dan waktu panjang untuk Max bisa ada di posisinya sebagai editor para penulis besar.

Kisah Wolfe dan Max ini bukan kisah rekan kerja biasa. Dari film ini penonton bisa melihat bagaimana proses kerja yang dilalui penulis sampe akhirnya mereka bisa memiliki karya dan dinikmati publik. Hubungan antara penulis dan editor pun nggak sederhana dan bukan sekedar hubungan kantor biasa.

Wolfe menunjukkan bahwa menjadi penulis yang dikenal dan karyanya bisa diterima publik, butuh perjuangan besar. Bukan sekedar perjuangan mencari dan mengolah ide aja, tapi juga mencari editor dan penerbit yang bersedia menerima tulisannya.  Bagaimana kesuksesan buku pertama bisa terasa sangat mengganggu dan menjadi bayang-bayang untuk perilisan buku kedua dan setelahnya. Bagaimana peran seorang editor bisa sangat membantu dan memotivasi lahirnya karya berikutnya.

Max bagi Wolfe jelas bukan sekedar editor biasa. Di bukunya yang kedua Wolfe ingin menulis nama Max sebagai bentuk ucapan terima kasihnya pada Max, tapi ditolak karena Max ingin keberadaannya tetap tersembunyi. Tanpa Max yang berani menerima draft tulisan Wolfe, Wolfe tidak akan pernah jadi penulis yang karyanya dikenal publik. Tanpa Max yang bisa sabar menghadapi Wolfe, Wolfe tidak akan pernah melahirkan karya kedua, ketiga dan seterusnya.

Bagi Max, Wolfe jelas berbeda dari penulis-penulis lain yang pernah ia temui. Bukan karena kepribadiannya yang aktif dan penuh spontanitas, tapi karena tulisannya menghadirkan sesuatu yang berbeda. Untuk mendukung kerja Wolfe, Max bahkan mengajak Wolfe ke rumahnya, berkenalan dengan keluarganya dan mendiskusikan banyak hal terkait tulisan-tulisan Wolfe di rumahnya. Max juga satu-satunya orang yang menyambut kepulangan Wolfe dari Paris, satu-satunya orang yang diajak mampir ke rumah lama Wolfe dan satu-satunya orang yang bisa mengikuti serta mengontrol Wolfe.

review film genius
Dari dua hubungan ini, penonton bisa melihat dengan jelas, bagaimana penulis besar melahirkan karya besar yang timeless. Pekerjaan menulis dan mengedit naskah bagi mereka bukan sekedar pekerjaan mencari uang atau melakukan tanggung jawab kerja, tapi itulah kehidupannya dan itulah diri mereka.

Selain itu, hubungan yang sehat antara penulis dan editor ternyata punya pengaruh besar pada perkembangan suatu karya. Tanpa dukungan moril, perhatian, persahabatan yang hangat, kesabaran dan kemampuan bernegosiasi yang baik dari Max, mungkin Wolfe tidak akan mampu menjadi Wolfe yang dikenal pembaca. Pun kalo Wolfe tidak menurunkan egonya, tidak mau mengikuti saran Max, tidak mau mendengarkan Max dan menjadikan Max sekedar editor dari tulisannya, karyanya mungkin nggak akan diterima publik juga.

Poin ini menjelaskan dengan sangat gamblang, bahwa apapun pekerjaannya mereka tetaplah manusia yang memiliki keadaan dan kebutuhan. Bukan soal uang dan uang saja, bukan soal karya dan produktivitas aja tapi bagaimana hal-hal yang ditekuni dalam hidup ini bisa dinikmati dan dijalani dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, rasa syukur dan sikap welas. Semuanya berkaitan dan berhubungan dengan kuat.

Nah, balik ke pertanyaan tadi, Jadi Genius ini film biografi siapa? Max dan Wolfe adalah dua orang jenius yang saling menemukan. Wolfe dengan semua kegagalannya sebagai penulis, bertemu orang paling tepat yang mampu mengimbangi dirinya. Pun Max dengan semua pencapaiannya sebagai editor, bertemu Wolfe dengan bakat terpendamnya.

Apakah ini biografi Max atau biografi Wolfe?

Coba jawab ya, Arunika tunggu jawabannya.

Terima kasih.

Post a Comment for "Review Film Genius Tentang Penulis Muda dan Editornya"