Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Film Following, Film Lawas yang Menarik Dipelajari


review Film Following
Sutradara : Christoper Nolan

Genre : Drama, Kriminal

Tahun Rilis : 1998

Rate :  9

Arunika - Arunika dapet rekomendasi film ini dari beberapa pihak dan nggak nyangka kalau film ini agak-agak berbau noir sedikit. Following termasuk film Nolan yang sukses besar lho. Durasinya yang singkat bakal bikin kamu berpikir kalau itu angka yang pas dan berhasil bikin ceritanya terasa lebih padat. 

Following pertama kali dirilis sekitar tahun 1998 dan masih menggunakan format warna black & white. Berkat warnanya ini, sepanjang menonton kamu akan merasakan sensasi nonton film lawas yang bikin sedikit nostalgia. Sejujurnya Arunika nggak nyangka sih Following termasuk film black & white, karena sebelumnya Arunika juga sudah pernah nonton film lawas juga dan film itu sudah berwarna. Jadi agak kaget aja saat film Following mulai diputar.   

Apa yang menarik dari film Following adalah, film ini direkomendasikan sebagai salah satu film bertema penulis yang bisa kamu tonton untuk menambah referensi pekerjaan penulis itu ngapain aja. Simak sampai selesai ya.

Sinopsis Film Following

Following bercerita tentang seorang penulis muda yang suka mengikuti orang-orang tidak dikenal untuk mendapatkan inspirasi menulis. Penulis muda ini punya beberapa aturan penting saat ia mulai menemukan target yang ingin diikuti. Bagaimana caranya menentukan target yang tepat? Ia hanya mengikuti orang secara random. Tidak ada syarat khusus dan mungkin lebih mengandalkan intuisinya semata. 

Kebiasaannya ini mempertemukannya dengan seorang penipu ulung, berpakaian rapi yang ternyata menyadari kebiasaan si penulis. Namanya Cobb, ia termasuk orang yang sangat teliti dan nggak boleh dianggap remeh. Sebagai seorang penipu, Cobb memilki kemampuan membaca manusia dan menyusun strategi yang sangat baik. Tidak dijelaskan apa motifnya melakukan suatu tindak kejahatan, yang jelas Cobb sangat teliti dan mengerikan. 

Pertemuan Si Penulis dan Cobb ini ternyata sudah direncanakan. Semua yang mereka lakukan bersama, pun sudah direncanakan. Hingga akhirnya salah satu dari mereka harus tertangkap karena tindakan yang mereka lakukan bersama. 

Review Film Following

"Menjadi seorang penulis di usia 20an? Keputusan yang cukup berani" Ucapan Cobb yang lumayan terngiang-ngiang di pikiran Arunika. (Ehmm!)

Setelah menonton film ini, muncul pertanyaan baru yang cukup membingungkan 'sebenarnya ini film tentang penulis atau film tentang penipu?'

Arunika mengira, judulnya Following karena Si Penulis Muda punya kebiasaan mengikuti orang-orang dan ceritanya akan fokus pada temuan-temuan penulis ini, manfatnya apa, gimana dia menggunakan informasi yang ada untuk mengembangkan ide tulisannya. Kayak film Matilda gitu, paham nggak? Jadi kayak cerita di dalam cerita. 

Tapi ternyata, Following punya makna ganda antara dia mengikuti orang untuk kebutuhan pekerjaannya atau dia mengikuti rencana Cobb yang nggak disadarinya. Ya intinya sama-sama mengikuti, tapi nggak nyangka aja kalo ceritanya bakal mbulet dan penuh teka-teki. 

Selama menonton, kamu nggak akan diajak berpikir soal siapa mengikuti siapa. Alurnya ngalir aja kaya perkiraan mu. Bahkan mungkin kamu akan berpikiran kalau si Cobb ini agak pintar ya. Dia bisa baca kepribadian target cuman dari mengamati barang-barang pribadi target. Malah kemampuannya ini sangat menonjol, sampai-sampai si penulis muda terasa kayak ilmunya belum lengkap. 

Filmnya cuman satu jam, dan sejak Cobb mengatakan "toh aku tidak akan tertangkap" kamu akan mulai mempertanyakan, 'gimana caranya?' karena pekerjaan si Cobb ini lumayan berbahaya. Dia keluar masuk rumah target, mengambil tas dan barang pribadi target tanpa pelindung apapun. Pakaiannya super rapi, selalu membawa tas kantor dan ngga pernah menutupi wajahnya. Masuknya pun lewat pintu masuk umum. Ya selayaknya orang yang berkunjung aja gitu. Aneh kan! Dan hebatnya dia bisa melakukannya dengan sangat santai seolah-olah itu rumah mereka sendiri. Di salah satu scene, Cobb bahkan menuangkan anggur milik target untuk diminumnya sendiri. 

Nah, setelah filmnya menuju akhir baru deh kamu bertanya-tanya, jadi ini siapa yang mengikuti siapa? Kok rasanya jadi kayak film tentang penipu ulung yang berhasil menipu target? 

Apakah menurut Arunika film ini nggak sesuai konsep? Nggak, Arunika ngga berpikir begitu. Memang agak kaget karena POV Arunika adalah kehidupan penulis dan pekerjaannya sampai akhirnya ia bisa menyelesaikan satu karya tulis. Tapi setelah dipikir lebih dalam, mungkin film ini direkomendasikan karena profesi si tokoh utama adalah penulis muda. Nolan ingin menggambarkan kalau penulis juga manusia dan juga bisa ditipu. Di atas langit masih ada langit. Di atas penulis yang effort masih ada penipu ulung yang sangat berpengalaman dan menikmati pekerjaannya. 

Hal yang bikin Arunika terkesan adalah ceritanya yang nggak sesuai ekspektasi Arunika, berhasil menjadi cerita yang lebih menarik dan berkualitas. Arunika sangat merekomendasikan film ini untuk kamu tonton di waktu luang. Apalagi cuman 1 jam kan, nggak akan terasa lah kalo buat nonton Following. 

Sekarang sudah punya gambaran alurnya kan? Selama nonton film ini, kamu harus fokus dan benar-benar memperhatikan ceritanya. Ada pergantian cerita yang bisa bikin bingung kalo nggak fokus, terutama pas momen Si Penulis lagi nyamar antara rambut pendek dan rambutnya panjan, itu bisa bikin pangling.

Selain itu, Following masih menggunakan format film black & white kan, jadi harus adaptasi lagi dengan format warnanya. Format warna ini bukan kekurangan filmnya, mungkin di tahun Following rilis format warnanya memang seperti itu untuk semua karya audio visual. Hanya saja, saat ini kan sudah era 4K jadi matanya harus adaptasi

Pesan moral yang bisa diambil dari film ini adalah, pintar-pintarlah memilih target apalagi memilih teman. Kalau sudah tau dia seorang penipu, ya jangan percaya apapun arahannya. Penipu sepintar Cobb bisa melakukan apapun yang dia mau. 

Berteman dengan orang seperti Cobb jelas bukan pilihan yang bijak. Tapi sebagai penulis yang lagi menggali kehidupan pribadi seseorang, mungkin menguntungkan juga. Ya meksipun ujung-ujungnya malah jadi korban. Intinya kalo kamu nggak sepintar Cobb, lebih baik jaga jarak aja. Beda halnya kalo kamu bisa kayak L dan Light dari anime Death Note, itu jelas pertemanan dan pertarungan yang imbang. 

Itu aja review film Following yang bisa Arunika share, terima kasih sudah menyimak sampai selesai. 


Post a Comment for "Review Film Following, Film Lawas yang Menarik Dipelajari"