Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Suzume No Tojimari, Tentang Aku, Dia dan Waktu

Suzume

Sutradara : Makoto Shinkai

Tahun Rilis : 2022

Genre : Drama, Fantasi, Petualangan

Rate : 9


Arunika - Suzume No Tojimari Arunika tonton berbarengan dengan film Killer Book Club. Dua genre film yang sangat berbeda tapi keduanya seolah menyampaikan pesan yang sama untuk Arunika. 


Dari Killer Book Club Arunika belajar kalo semua hal butuh perencanaan dan persiapan. Rencana yang matang pun bisa gagal kalo eksekusinya nggak serius. Dari Suzume, Arunika belajar kalo setiap hal yang terjadi itu bukan kebetulan semata. Pertemuan, masalah dan cerita-cerita yang ada di hidup kamu itu muncul dengan alasan tertentu. Mencari tau apa alasannya itu tugasmu, karena nantinya alasan itu yang bakal bawa kamu jadi pribadi yang lebih baru lagi. 


Arunika pengen bahas review film Suzume No Tojimari ini singkat aja, dan kalo kamu tertarik bisa langsung nonton filmnya  ya. 


Sinopsis Suzume No Tojimari


Suzume
Suzume No Tojimari bercerita tentang Suzume yang nggak sengaja menemukan pintu rahasia di bawah reruntuhan bangunan tua. Pintu ini ia temukan karena merasa bersalah pada seorang pria yang nggak sengaja ia temui di jalan. Suzume sebenarnya tidak melakukan kesalahan, ia  justru menunjukkan pria itu arah yang tepat. Tapi karena ketidaktahuannya, ia jadi melakukan kesalahan dan harus berurusan dengan banyak hal. 


Pintu yang ditemukan Suzume adalah pintu yang bisa melihat ever-after, sebuah tempat para roh tinggal setelah pergi dari dunia. Suzume nggak tau kalo pintu itu harus selalu ditutup agar cacing penyebab gempa nggak jatuh ke bumi. Dia juga ngga tau kalo patung batu kucing yang ia selamatkan di dekat pintu itu adalah dewa penjaga. Harusnya dia tetap di tempatnya bukan keliaran di dunia Suzume.


Ketidaktahuannya inilah yang menjadikan Suzume bisa melihat cacing besar yang ngga bisa dilihat manusia biasa. Suzume jadi bertemu dengan Souta si pengunci yang tugasnya menutup semua pintu tempat keluar masuknya cacing penyebab gempa, bertemu teman baru, keluarga baru dan perjalanan baru yang nggak pernah Suzume bayangkan sebelumnya. 


Review Suzume No Tojimari


Suzume
Pertama kali nonton Suzume No Tojimari, Arunika sempet ngerasa ini kayaknya biasa aja sih. Kayak dua orang yang ketemu terus saling suka gitu, eh ternyata nggak sesimpel itu. Arunika emang nggak cari informasi film ini, kebetulan pas nonton cocok sama grafis dan pergerakan gambarnya jadi lanjut nonton deh. 


Suzume No Tojimari ini karya Makoto Shinkai, salah satu sutradara Jepang yang berhasil mencetak banyak film anime sukses. Salah satu yang paling sukses dan sudah Arunika review ada Your Name, kapan-kapan mampir ya. 


Suzume No Tojimari dibuat dengan berlandaskan pada isu kekhawatiran masyarakat Jepang jika ada pengumuman gempa muncul. Mungkin ini kayak trauma gitu ya, jadi tiap kali ada pengumuman gempa langsung cemas bawaannya. 


Nah, Makoto Shinkai mengemas isu kecemasan ini dari sudut pandang yang beda, 'gimana kalo gempa itu bisa dicegah?', 'gimana kalo ada orang yang bisa mencegah gempa?', 'gimana kalo penyebab gempa bisa dilihat?' dari pertanyaan-pertanyaan ini akhirnya muncul sosok Syota dan Suzume yang siap berkeliling Jepang untuk mencegah terjadinya bencana.


Pengembangan ide yang menarik ini bikin film Suzume No Tojimari terasa lebih hidup. Masalah yang dihadapi di setiap pintu berbeda. Semakin banyak pintu yang berhasil dikunci semakin meningkat level kesulitan penyelesaiannya. Belum lagi masalah mereka yang disebabkan oleh dewa kucing. Kalo kata Syota, 'sebagai dewa dia cuman mau ngikutin kehendaknya aja'. 


Pokoknya kalo dari cerita, kamu nggak akan kecewa sih nonton film ini. Apalagi Makoto Shinkai itu sangat ahli menggabungkan unsur kearifan lokal dan modern, jadi ceritanya bisa terjembatani dengan mulus. Penonton luar yang notabene nya nggak paham dengan kepercayaan Jepang pun nggak akan merasa keberatan dengan adanya unsur budaya di film ini

Suzume
Untuk kualitas visual, jujur Arunika selalu menikmati hasil kerja Makoto Shinkai dengan ketajaman dan selera warnanya. Suzume No Tojimari berhasil hadir dengan visual yang ngga bikin sakit mata. Setiap objek diwarnai secara detail, termasuk gradasi, pencahayaan, bayangan, komponen dan komposisinya. Semuanya rapi dan terasa alami. Kontras dan saturasinya pun pas. Rasanya nggak kayak nonton anime lama, meskipun ada unsur budaya yang kuat di dalam ceritanya. 


Terakhir, soal pelajaran apa yang bisa diambil dari anime ini. Buat Arunika, pelajaran paling berkesan adalah setiap hal yang terjadi di hidup seseorang itu selalu datang dengan alasan tertentu. Kamu nggak mungkin mengalami hal ini kalo akhirnya nggak jadi apa-apa. Suzume nggak mungkin tiba-tiba bisa liat cacing raksasa kalo bukan untuk melakukan misi yang sudah dititipkan padanya sejak kecil. 


Setiap pertemuan, entah disengaja atau nggak, semuanya sudah diatur waktu dan tempatnya. Semakin cepat kamu menyadari peranmu maka akan semakin cepat pula alur ceritanya terbentuk. Kamu hanya perlu mengikuti semua prosesnya sampai selesai. Kalau jawaban dari pertanyaan mu belum muncul, artinya prosesmu masih belum selesai.  Nggak semua hal harus ada jawabannya sekarang tapi kamu harus mulai proses dari sekarang dan jangan meyerah. 


Sulitnya proses ini adalah kamu akan belajar melakukan semuanya sendiri. Kamu akan belajar melepaskan dan belajar berjuang menapaki takdirmu tanpa bimbingan, Suzume yang ditinggalkan Syota juga mengalami hal itu. 


Ada kalanya pertanyaan besar mu  jadi terlupakan karena harus mengikuti keadaan yang ada. Iyu ngga papa, dan teruslah bergerak. Apapun itu, tugasmu adalah mencoba sebaik mungkin dan menyelesaikan prosesnya. Nggak ada yang tau rahasia apa yang ada di balik proses kamu saat ini, tapi kalo kamu bisa menjalaninya secara serius dan selesai maka mungkin jawabanmu akan muncul. 


Nantinya kamu mungkin akan merasakan sakitnya kehilangan dan beberapa situasi berat seolah tanpa jalan keluar. Nantinya kamu mungkin akan sangat sedih dan kacau. Nantinya kamu mungkin akan berpikir, apakah ini jalan yang tepat? Apapun itu, itulah prosesnya dan belajarlah melewati itu. Nantinya, kamu dan kisahmu akan menjadi bagian dari cerita orang-orang. 


Suzume
Itu aja review singkat yang bisa Arunika share dari film Suzume No Tojimari, terima kasih sudah menyimak tulisan Arunika. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. 


Post a Comment for "Review Suzume No Tojimari, Tentang Aku, Dia dan Waktu"