Tips Produktif Menulis Versi Arunika
Arunika - Beberapa menit sebelum tulisan ini dibuat, Arunika baca sesuatu yang menarik di Quora. Pertanyaannya adalah, apa yang dilakukan oleh penulis hebat? Sudah jelas kan, jawabannya menulis! Sebagai seorang penulis, apalagi yang akan dilakukan kalo bukan menulis? Ini jawaban yang tepat, tapi ada satu akun yang menjelaskan secara lebih detail dan menggugah semangat nulis.
Penulis tersebut menggunakan perspektif Charles Bukowski dan Haruki Murakami. Penjelasannya dibuat dalam bentuk dialog yang seolah-olah memang diucapkan oleh mereka. Dari mana dia bisa menemukan potongan dialognya? Mungkin salah satu video di internet, Arunika juga nggak menanyakan soal itu.
Intinya hal yang dilakukan oleh penulis hebat adalah cinta mati pada kegiatan menulis. Cinta mati artinya bukan sekedar, 'aku ingin jadi penulis' saja tapi 'aku tidak peduli soal statusnya, aku menulis karena aku ingin menulis dan proses ini sangat menyenangkan,' paham kan?
Arunika nggak tau apakah Arunika bisa ada di level pemaknaan yang dalam seperti itu, hingga akhirnya mampu merilis karya hebat yang timeless. Apakah Arunika sanggup ditolak berkali-kali, sanggup merilis karya yang beda dengan standar karya pada zamannya. Tapi Arunika merasa sangat tergugah dengan semua pernyataan tentang menulis dari para penulis tadi.
Kalau penasaran komentarnya gimana, bisa cari di Quora dengan pertanyaan yang sama persis seperti yang Arunika tulis tadi ya. Intinya, di artikel ini Arunika ingin mengajak kamu yang lagi kesulitan menyusun jadwal nulis, pengen jadi penulis atau pengen belajar nulis yang profesional untuk bisa lebih memanfaatkan kesempatan yang ada secara maksimal.
Faktanya, menulis adalah skill yang harus diasah terus, setiap harinya. Untuk mencapai target produktif tersebut kamu harus pintar mengakal-akali waktu di sela-sela kesibukan atau memang meluangkan waktu untuk menulis. Nah, apapun itu pada akhirnya ternyata menjadi penulis produktif itu bisa diusahakan lho. Arunika ingin berbagi hal itu disini, semoga bisa dimengerti ya. Openingnya jadi lebih panjang dari biasanya.
Baiklah, mari mulai pembahasannya.. Berikut tips produktif menulis versi Arunika.
Tips Menjadi Penulis Produktif
"Ketika seorang penulis hanya menunggu maka dia belum menjadi dirinya sendiri" kata Stephen King
Quotes ini relevan dengan pembukaan yang Arunika singgung tadi. Namanya penulis tugasnya menulis bukan menunggu. Dan sepertinya hampir semua penulis sepakat soal ini.
Untuk menjadi penulis produktif, kamu ngga bisa nunggu ide datang atau nunggu momen yang tepat. Momen dan ide itu sampe kapanpun rasanya nggak akan tepat, apalagi kalau pertama kali nyoba. Rasanya kayak salah aja terus dan nggak berani publish. Ini lumrah dan wajar banget sih.
Nah, untuk menjadi penulis produktif ada beberapa hal yang bisa kamu usahakan dan maksimalkan.
1. Selalu bawa buku catatan atau handphone untuk catat ide
Ide tulisan bisa datang kapan saja dan kadang munculnya di waktu yang ngga tepat, misalnya saat BAB. Mengalirnya ide nggak bisa dicegah emang, dan kalo kebetulan kondisinya seperti ini ya kamu harus inget-inget idemu dulu. Nanti setelah seluruh proses pembersihan selesai, baru deh dicatat.Tapi, bukan itu poinnya. Itu cuman contoh kasus aja.
Selalu bawa buku catatan atau handphone untuk catat ide, karena kamu nggak tau kapan ide muncul. Keberadaannya yang abstrak nggak bisa distimulus sembarangan, karena itu butuh catatan selalu sedia setiap saat.
2. Usahakan setiap hari ada ruang untuk nulis
Kalau kamu termasuk orang yang punya jadwal padat, usahakan nulis 1 jam sehari aja. Lakukan terus selama 1 tahun. Misalnya dalam 1 jam itu kamu bisa dapet 1 lembar, maka 1 tahun udah 300 lembar lebih. Jumlahnya setara dengan jumlah lembar buku atau novel.Jenis tulisannya pilih yang paling mudah menurut pertimbanganmu aja. Bisa nulis blog post, esai, puisi, opini, cerpen, dll. Pokoknya tulis aja dulu, catat perkembangannya di tanggal dan bulan yang sama tahun depan.
3. Tentukan target tulisan yang harus dibuat setiap harinya
Target tulisan ini bisa ditentukan berdasarkan jumlah kata, jumlah judul atau jumlah lembar. Untuk jumlah kata bisa tentukan range misalnya antara 1000 - 1500 kata perhari. Untuk jumlah judul, bisa tentukan target yang realistis aja, sesuaikan dengan kesibukan kamu.Untuk menghitung berdasarkan jumlah lembar kamu bisa tentukan target, misalnya 2-3 lembar. Saat sudah mencapai target, usahain berhenti aja tapi kalo ada ide yang harus kamu selesaikan saat itu juga, lanjut juga nggak papa.
Kenapa berhenti? biar kamu nggak bosan karena ini proyek jangka panjang. Kenapa boleh lanjut? Karena ide yang terpotong akan menghasilkan jiwa yang terbelah. Kalo memang belum selesai, mending selesaikan dulu aja biar ada satu kesatuan dengan idenya secara keseluruhan.
4. Jangan jadi editor dan penulis di waktu bersamaan
Biasanya menjadi editor dan penulis di waktu bersamaan itu sudah jadi latahnya penulis. Rasanya gatal kalo udah nulis, tapi nggak dibaca. Apalagi ada kata yang rasanya agak salah di mata. Itu udah otomatis latahnya kumat.Tapi sekalipun latahnya sulit diatur, coba deh ditahan sedikit biar tulisanmu selesai dulu. Tadi kan ada target menulis, selesaikan dulu sampai targetnya selesai, setelah itu baru deh edit teksnya.
Bahkan di dunia profesional pun, editor dan penulis punya jobnya sendiri-sendiri. Jadi jangan gegabah ya.
5. Setelah tulisan selesai, berubahlah menjadi pembaca
Berubah menjadi pembaca bukan untuk mengedit, tapi untuk menilai kira-kira tulisanmu bakal ditafsirkan seperti apa oleh pembaca, kira-kira ada nggak pasar untuk tulisnmu, kira-kira ada nggak yang setuju dengan pendapatmu.Menjadi pembaca berarti kamu menilai tulisanmu sendiri. Bukan memperbaiki bagian yang salah tapi memperhatikan secara keseluruhan dan menilai layaknya membaca karya orang lain.
6. Atur suasana yang nyaman untuk nulis
Setelah hal-hal yang berkaitan dengan tulisan, sekarang waktunya bahas hal-hal pendukung aktivitas menulis.Pertama ciptakan atau pilih tempat menulis yang nyaman. Minimal, menulislah di atas meja agar punggung, leher dan tanganmu tidak capek.
Kalo punya rezeki lebih, kamu juga bisa pilih warung kopi yang nyaman pengunjung. Kamu bisa menghabiskan 1 jam waktu menulismu di tempat itu. Nggak harus tiap hari dateng, sesekali aja untuk mengubah suasana dan bikin pikiran lebih tenang.
7. Baca buku adalah koentji
Baca buku adalah kunci untuk memperbanyak kosakata tulisan. Penulis yang baik harus banyak membaca buku, untuk memperbanyak referensi, pengetahuan dan memperluas informasi.Sesibuk apapun menulis, jangan pernah lupakan baca buku.
8. Kalau ada, coba ikut komunitas menulis yang kamu percaya
Ikut komunitas menulis bisa membantu kamu belajar lebih banyak soal tulisan, dunia tulis menulis dan lingkungan yang co-operatif untuk menjaga semangat nulis kamu tetap bertahan sampai targetmu tercapai.9. Ikut pelatihan menulis juga bagus
Saat ini ada banyak jenis pelatihan menulis yang tersedia secara online kan, bahkan ada banyak materi seputar kepenulisan yang dibagikan secara gratis. Kalo kamu udah nemuin yang model penjelasannya paling cocok dengan seleramu, coba deh ikut pelatihan itu.Meskipun terkesan sederhana, pelatihan menulis tetap memberikan efek positif pada perkembangan skill kamu lho. Kamu akan tau seberapa luas dunia kepenulisan ini, dan bisa memilih skill apa yang ingin kamu kembangkan.
10. Evaluasi
Terakhir, sebagai penulis yang bekerja sendirian kamu wajib mengevaluasi pekerjaan mu. Mulai dari kedisiplinan kamu sama jadwal nulis yang sudah kamu susun, target harian, prestasi kamu selama jadi penulis dan kenyamanan kamu saat menulis.Saat evaluasi kamu akan tahu, kapan waktu paling tepat untuk menulis dan kapan waktu paling tepat untuk baca buku. Mungkin jam kerjamu beda dari orang-orang lain, mungkin juga sama. Pokoknya apapun itu, yang penting kamu nyaman nulis, disiplin dan ide tulisan bisa mengalir dengan lancar.

Post a Comment for "Tips Produktif Menulis Versi Arunika"